Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN

Isolasi Bakteri Pelarut Fosfat Genus Pseudomonas dari Tanah Masam Bekas Areal Perkebunan Karet di Kawasan Institut Teknologi Sumatera Asril, Muhammad; Lisafitri, Yuni
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.532 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v21i1.3743

Abstract

ABSTRACTPhosphorus (P) is a nutrient that is needed by plants. The availability of this element is greatly influenced by soil pH. As for ultisol soils classified as acid soils, most of the P in the soil is not available and is bound to Fe and Al. Pseudomonas, a phosphate solubilizing bacteria are soil microbes that can improve the availability of P in acid soils. This study aims to obtain Pseudomonas indigenous, a phosphate solubilizing bacteria from the acid soil formerly used by rubber plantations in the Institut Teknologi Sumatera. The study was conducted from April to June 2018 which included soil chemical analysis, isolation of the genus Pseudomonads on specific media, testing of phosphate solubility on solid Pikovskaya medium and simple pathogenicity test on potato tubers. The results showed that the sample soil was acidic with a pH of 4.09 with a P-availability of 0.78 ppm. From the soil samples, four potential isolates were obtained from the genus Pseudomonas, namely GSP 01, GSP 13, GSP 15 and GSP 06, with phosphate solubility indexes of 0.885, 0.639, 0.619 and 0.568, respectively. Isolates have the best phosphate solubilizing index on days 4 through 7. The four potential isolates are not pathogenic, so they can be used as isolates to improve the availability of soil nutrients, especially phosphorus needed by plants.Keywords: acid soil, phosphate solubilizing bacteria, phosphate availability, PseudomonasABSTRAKFosfor (P) merupakan unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Ketersediaan unsur ini sangat dipengaruhi oleh pH tanah. Pada jenis tanah ultisol yang digolongkan sebagai tanah masam, sebagian besar dari P di tanah dalam bentuk yang tidak tersedia untuk diserap oleh tanaman dan berikatan dengan Fe dan Al. Pseudomonas pelarut fosfat merupakan mikroba tanah yang dapat memperbaiki ketersediaan P pada tanah masam. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan Pseudomonas pelarut fosfat indigenous dari tanah masam bekas lahan perkebunan karet di kawasan Institut Teknologi Sumatera. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2018 yang meliputi analisis kimia tanah, isolasi bakteri genus Pseudomonads pada medium spesifik, uji kemampuan pelarutan fosfat pada medium Pikovskaya padat serta uji patogenitas sederhana pada umbi kentang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah sampel bersifat masam dengan pH 4,09 dengan P tersedia sebesar 0,78 ppm. Dari sampel tanah diperoleh empat isolat potensial yang diperoleh merupakan genus Pseudomonas yaitu GSP 01, GSP 13, GSP 15 dan GSP 06, dengan indeks pelarutan fosfat berturut-turut sebesar 0,885, 0,639, 0,619 dan 0,568. Isolat memiliki indeks pelarutan fosfat terbaik pada hari ke-4 hingga hari ke-7. Keempat isolat potensial tidak bersifat patogen sehingga mampu dijadikan sebagai isolat yang dapat digunakan untuk memperbaiki ketersediaan unsur hara tanah terutama fosfor yang dibutuhkan oleh tanaman.Kata kunci: bakteri pelarut fosfat, fosfat tersedia, Pseudomonas, tanah masam 
Isolasi Bakteri Indigineous dari Limbah Cair Tahu dalam Mendegradasi Protein dan Melarutkan Fosfat Asril, Muhammad; Oktaviani, Indah; Leksikowati, Santi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.754 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v20i1.3132

Abstract

ABSTRACTThe tofu industry in Indonesia is growing rapidly along with the consumption needs. This amount affects the production of the tofu wastewater that will be discharged into the environment. The waste contains high levels of BOD, COD, and high protein organic substances. The discharged of the tofu wastewater without going through a good process of separation and treatment caused odor and pollution in the water and the soil environment. This study aims to examine the amount of production, a chemical characteristic, and bacterial potential (the genus of Pseudomonas and Aeromonas, proteolytic bacterial isolates, and potential phosphate solvent bacteria) which can be used as a reference for bioconversion of higher tofu wastewater. The method used in this study was water sampling, chemical characteristic testing (BOD, COD, total protein, and pH), the bacterial isolation of Pseudomonas and Aeromonas using GSP media, isolation of proteolytic bacteria using nutrient agar + Skim milk media and testing the solubilizing phosphate ability in pikovskaya media. The results showed the production of the tofu liquid waste reached 4000 liters/day with BOD, COD, total protein and pH content is 3210 mg/ L, 7102 mg/L, 20.74% and 5, respectively. The amount of indigenous bacteria in wastewater from Pseudomonas were 72 x 102 cfu/ml), Aeromonas were 18 x 102 cfu/ml), and total proteolytic bacteria were 23.7 x 105 cfu/ml). Proteolytic bacteria obtained in this research were 28 isolates with diverse proteolytic abilities. In addition, 17 of the 28 proteolytic bacteria isolates have the ability to soluble phosphate on pikovskaya medium. These results show that the production of the tofu liquid waste is quite high. Therefore, the chemical character and the presence of bacteria in it have the potential to be developed and can be used as a reference for bioconversion of waste before being discharged into the environment.Keywords: Aeromonas, proteolytic bacteria, tofu wastewater, phosphate solubilizing bacteria, Pseudomonas ABSTRAKIndustri tahu di Indonesia berkembang sangat pesat seiring dengan kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia. Jumlah ini berpengaruh terhadap produksi limbah cair tahu yang akan dibuang ke lingkungan. Limbah tersebut memiliki kandungan BOD, COD dan bahan organik berupa protein yang cukup tinggi. Limbah cair tahu jika dibuang lingkungan tanpa melalui proses pemisahan dan perlakuan yang baik dapat menimbulkan bau dan pencemaran di lingkungan air dan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jumlah produksi, karakteristik kimia dan potensi biologi (bakteri genus Pseudomonas dan Aeromonas, isolat bakteri proteolitik dan bakteri pelarut fosfat potensial) yang nantinya dapat digunakan sebagai acuan biokonversi limbah cair tahu yang semakin tinggi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pengambilan sampel, pengujian karakteristik kimia (BOD, COD, total protein dan pH), isolasi bakteri genus Pseudomonas dan Aeromonas pada media GSP, isolasi bakteri proteolitik di media Nutrien agar + Skim milk dan pengujian kemampuan melarutkan fosfat pada media pikovskaya. Hasil menunjukkan bahwa limbah cair yang diproduksi setiap harinya mencapai 4000 liter/hari dengan kandungan BOD, COD, total protein dan pH berturut-turut sebesar 3210 mg/L, 7102 mg/L, 20.74 % dan 5. Jumlah bakteri indigeous dalam limbah cair tahu dari genus Pseudomonas adalah 72 x 102 cfu/ml, genus Aeromonas adalah 18 x 102 cfu/ml dan total bakteri proteolitik adalah 23.7 x 105 cfu/ml. Bakteri proteolitik yang diperoleh berjumlah 28 isolat dengan kemampuan proteolitik yang cukup beragam. Selain itu, 17 dari 28 isolat bakteri proteolitik tersebut memiliki kemampuan melarutkan fosfat pada media pikovskaya. Hasil ini menunjukkan bahwa produksi limbah cair tahu yang cukup tinggi, karakteristik kimia serta keberadaan bakteri didalamnya memiliki potensi untuk dikembangkan dan dapat dijadikan sebagai acuan untuk biokonversi limbah sebelum dibuang ke lingkungan.Kata kunci: Aeromonas, bakteri proteolitik, limbah cair tahu, bakteri pelarut fosfat, Pseudomonas