Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SIKAP TERHADAP FASHION YANG SUSTAINABLE MEMPENGARUHI NIAT MEMBELI Susanti; Malahayati; Nurfiani
JURNAL KREASI RAKYAT Vol. 2 No. 2 (2024): May - July
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Kreyat Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64617/kreyat.v2i2.69-82

Abstract

This research aims to determine the factors influencing the intention to purchase ethical fashion with the variables sustainability, awareness, and trust. This research was conducted in Banda Aceh while distributing the questionnaire online by Google Form. This research uses a quantitative approach, using SPSS 25 statistical equipment with a sample of 107 respondents. The data analysis technique in this research uses multiple linear regression analysis. The research results show that sustainable, awareness, and trust variables influence purchasing intention.
Alternatif E-Counseling Sebagai Layanan Kesehatan Mental Remaja: Studi Literatur Nurfiani; Aulia Hardianty Ailani; Nurhalima; Nurhikmah H; Rina Asrini Bakri
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 9 No 2 (2025): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v9i2.32932

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kesehatan mental dan penerapan e-counseling sebagai inovasi layanan bimbingan dan konseling di era digital. Kesehatan mental dipahami sebagai kondisi kesejahteraan menyeluruh yang meliputi aspek fisik, intelektual, dan emosional, di mana individu mampu berfungsi secara optimal, menyesuaikan diri dengan lingkungan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Sekolah memiliki peran penting dalam mendeteksi dan menangani permasalahan kesehatan mental pada anak dan remaja melalui layanan konseling. Dengan berkembangnya teknologi, e-counseling atau konseling online hadir sebagai alternatif efektif untuk memberikan layanan psikologis tanpa batas ruang dan waktu. Layanan ini memanfaatkan berbagai media digital seperti website, handphone, Canva, email, jejaring sosial, dan video conferencing untuk memfasilitasi komunikasi antara konselor dan konseli. Penggunaan media digital secara tepat dan kreatif tidak hanya meningkatkan efektivitas konseling, tetapi juga memperluas akses terhadap dukungan kesehatan mental. Dengan demikian, e-counseling berpotensi menjadi solusi modern dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis, terutama di lingkungan pendidikan.