Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENDIDIKAN ISLAM NON FORMAL: STUDI PUSAT TAREKAT NAQSYABANDIYAH DI MASYARAKAT KABUPATEN SIAK Nasution, Neysa Vania; Asari, Hasan; Dahlan, Zaini
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 30, No 2 (2024): APRIL-JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v30i2.59243

Abstract

 Penelitian ini mengkaji kegiatan pembinaan spiritual pada Tarekat Naqsyabandiyah di Desa Kandis. Tarekat Naqsyabandiyah, yang memiliki sejarah panjang dan berakar kuat dalam tradisi sufi, memberikan pengaruh signifikan terhadap kehidupan religius masyarakat Desa Kandis. Kegiatan pembinaan yang dilakukan meliputi pengajaran dzikir, pengajian rutin, majelis ilmu, serta ritual-ritual khusus yang bertujuan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan dalam Tarekat Naqsyabandiyah tidak hanya memperdalam pengetahuan agama tetapi juga meningkatkan kualitas moral dan etika para pengikutnya. Selain itu, kegiatan tarekat ini berperan penting dalam membentuk kohesi sosial dan memperkuat ikatan komunitas di Desa Kandis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan pembinaan dalam Tarekat Naqsyabandiyah di Desa Kandis berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter spiritual dan sosial masyarakat setempat. Kata Kunci: Pendidikan, Pembinaan, Tarekat Naqsyabandiyah   
Pengembangan Penilaian Merdeka Belajar Satuan Pendidikan SMA/MA Pulungan, Elly Damayanti; Sulastri, Sulastri; Nasution, Neysa Vania; Nurmawati, Nurmawati; Ananda, Rusydi
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i1.1491

Abstract

The advancement of independent learning assessment in secondary education (SMA/MA) is intended to establish a more adaptable assessment system that aligns with students' needs and offers a thorough view of their capabilities. This approach can greatly encourage students to engage in learning and enhance the quality of education. Considering the importance of exploring and understanding the concept of independent learning assessment in secondary schools in Indonesia, this study aims to describe the process of developing independent learning assessment in SMA/MA institutions, utilizing a library research methodology. The findings reveal that, in practice, the implementation of independent learning assessment in SMA/MA does not significantly differ from other educational levels or previous curricula. Nonetheless, the policy on developing independent learning assessment grants students greater autonomy in how their learning occurs, provides increased motivation and innovation, and allows students to select their learning pathways based on their individual talents, interests, and skills.
PENDIDIKAN ISLAM NON FORMAL: STUDI PUSAT TAREKAT NAQSYABANDIYAH DI MASYARAKAT KABUPATEN SIAK Nasution, Neysa Vania; Asari, Hasan; Dahlan, Zaini
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 30 No. 2 (2024): APRIL-JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v30i2.59243

Abstract

 Penelitian ini mengkaji kegiatan pembinaan spiritual pada Tarekat Naqsyabandiyah di Desa Kandis. Tarekat Naqsyabandiyah, yang memiliki sejarah panjang dan berakar kuat dalam tradisi sufi, memberikan pengaruh signifikan terhadap kehidupan religius masyarakat Desa Kandis. Kegiatan pembinaan yang dilakukan meliputi pengajaran dzikir, pengajian rutin, majelis ilmu, serta ritual-ritual khusus yang bertujuan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan dalam Tarekat Naqsyabandiyah tidak hanya memperdalam pengetahuan agama tetapi juga meningkatkan kualitas moral dan etika para pengikutnya. Selain itu, kegiatan tarekat ini berperan penting dalam membentuk kohesi sosial dan memperkuat ikatan komunitas di Desa Kandis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan pembinaan dalam Tarekat Naqsyabandiyah di Desa Kandis berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter spiritual dan sosial masyarakat setempat. Kata Kunci: Pendidikan, Pembinaan, Tarekat Naqsyabandiyah   
Development of TPACK Based Learning Media on Ablution Material to Increase Student Understanding Dewi, Fusvita; Nasution, Neysa Vania; Nasution, Wahyuddin Nur; Anas, Nirwana; Mustaqim, Ahmad
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 4 Issue 3 November 2023
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v4i3.1704

Abstract

This research aims to develop TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) based learning media on ablution material with the aim of increasing students'understanding. TPACK uses an approach that integrates technology, pedagogy and content knowledge to create effective learning experiences. The research method used is development research with the ADDIE model. The subjects in this research were 20 people. Data collection techniques were obtained through validation tests, practicality tests and effectiveness tests by expert people. Data collection instruments using questionnaires and student responses. The results of the research show that the development of TPACK-based learning media on ablution material is effective in increasing students' understanding. Students show improvement in understanding the steps of ablution, the meaning of the associated symbols and the relevance of daily life practices. This research contributes to the development of a learning model that can be adopted in the context of religious education, especially regarding ablution material. This learning media helps students understand the procedures for ablution so that they gain a valid, practical and effective understanding.
PENDIDIKAN SOSIAL DALAM AL-QUR’AN Sulastri, Sulastri; Nasution, Neysa Vania; Al-Farabi, Mohammad
Reflektika Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v18i1.806

Abstract

Nilai-nilai pendidikan sosial dewasa ini tidak lagi mencerminkan indahnya nilai yang telah diajarkan Al-Qur’an, hal ini dapat dilihat dari banyaknya tindakan-tindakan yang melanggar nilai-nilai sosial contoh yang paling nyata adalah mengejek atau memperolok orang lain dan masih banyak contoh lainnya dan mirisnya hal seperti ini dianggap menjadi suatu hal yang biasa saja bahkan menjadi tren kekinian di media sosial. Melihat begitu gentingnya masalah yang terkait tentang pendidikan sosial ini, penulis merasa penelitian tentang pendidikan sosial akan membahas sedemikian rupa mengenai topik ini dengan memfokuskan pendidikan sosial yang tentunya berlandaskan Al-Qur’an. Artinya permasalahan yang akan penulis bahas mencakup pendidikan sosial dalam Al-Qur’an dengan mencantumkan beberapa ayat Al-Qur’an terkait dengan pembahasan ini begitu pula penafsiran dari ayat tersebut dengan harapan untuk memperbaiki sistem kehidupan sosial kita berdasarkan apa yang telah termaktub di Al-Qur’an, namun karena keterbatasan penulis dalam mengkaji ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan pendidikan sosial maka ayat yang akan penulis bahas adalah QS. Al-Hujarat ayat 11-13 dan QS. Ali Imran ayat 112. Dengan menggunakan metodologi penelitian berbasis kepustakaan (library research) penulis mendapatkan hasil penelitian bahwasanya nilai pendidikan sosial yang terkandung dalam Al-Qur’an khususnya kedua surah tersebut bahwa dalam kehidupan bersosial seseorang dianjurkan untuk memiliki sikap toleransi, tidak mengolok-olok dan mengejek orang lain, tidak berburuk sangka dan tidak mencari kesalahan-kesalahan orang lain serta menjaga hubungan kepada Allah dan sesama manusia, dengan demikian nilai-nilai inilah yang nantinya diterapkan dalam pelaksanaan pendidikan sosial.