Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PROSES SOSIALISASI PADA PROGRAM MATRIKULASI BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT MAHASISWI I NSITITUT AGAMA ISLAM TAZKIA Nabella Dananier; Suci Rahmadhani
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 19 No. 1 (2024): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/alihda.v19i1.113

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu upaya dalam membentuk kepribadian individu dari tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Individu yang memiliki peran sebagia mahasiwa/i memiliki tugas utama sebagai agent of change yakni menjadi pusat perubahan dalam sebuah lingkungan Kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi, temperamen, ciri-ciri khas dan prilaku seseorang. Sikap, perasaan, ekspresi dan tempramen itu akan terwujud dalam tindakan seseorang jika dihadapkan pada situasi tertentu. Kesatuan sikap, perasaan, ekspresi, tempramen dan perilaku seseorang tentunya akan berbeda antara laki-laki dan Perempuan yang cenderung ekspresif dalam menunjukkan emosinya sehingga konflik antar satu dan lainnya mudah terjadi yang tentunya akna menghambat proses sosialisasi khususnya bagi mahasiswi yang memiliki kecenderungan introvert. Subjek penelitian ini adalah 20 mahasiswi IAI Tazkia yang memiliki kecenderungan tipe kepribadian introvert. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 5 tahapan sosialisai 57% mahasiwi masih dalam tahap Penerimaan dimana dalam tahap ini individu masih terfokus untuk dapat menerima norma-norma sosial yang ada di sekitar asramanya. Hasil ini menunjukkan perlu adanya pendampingan khususnya bagi mahasiswi yang introvert agar dapat berhasil dalam bersosial.
IMPLEMENTASI PERILAKU KESEIMBANGAN HIDUP DI DUNIA DAN AKHIRAT PADA GENERASI MILENIAL Darmawansyah, Taufik; Tartila Vazari; Suci Rahmadhani; Ardi Satrial
KAMALIYAH : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jpai.v3i1.1149

Abstract

The balance of life in the world and the hereafter is a behavior that must be applied in daily life. This study aims to explore the application of the balance between worldly and spiritual life by the millennial generation. In today's modern era, full of material orientation and practical lifestyles, many young people tend to ignore the religious dimension in their daily lives. This research uses a qualitative approach with descriptive methods to gain in-depth understanding through in-depth interviews, observations, and review of relevant literature to strengthen the data obtained. The findings show that some millennials are starting to build awareness to balance worldly achievements with spiritual responsibilities. This can be seen from participation in religious-social activities, time management between work and worship, and utilization of digital media to spread positive messages. This study suggests that fostering spiritual values should receive attention from families, educational institutions and the surrounding environment and strive to achieve a balance of worldly and afterlife life in the millennial generation. Awareness of the importance of the afterlife in living modern life is the foundation in creating a generation that is in harmony between the outer and inner aspects
Padangpanjang Art Market as A Cultural Attraction and Space for Public Creativity Fajri Wildhani Ilham; Suci Rahmadhani
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 24 No. 1 (2026): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63309/dialektika.v24i1.850

Abstract

This study aims to analyze the role of the Padangpanjang Art Market as a cultural attraction and a platform for community creativity within the framework of developing culture-based tourism and the creative economy in Padangpanjang City. By shifting from conventional tourism paradigms to authentic experiences and the utilization of cultural heritage, the Padangpanjang Art Market has emerged as a local effort that combines art performances, culinary delights, and social interactions in an innovative public space. Using qualitative descriptive methods through literature review, in-depth interviews, field observations, and document collection, this study explores the dynamics of its organization, community participation, and the challenges encountered. Key findings indicate that the Padangpanjang Art Market boosts the local economy by increasing visits and trade activity at Padangpanjang Central Market. This weekly arts event serves as a platform for expression for artists, students, and creative groups, as well as a medium for preserving Minangkabau culture through performances of randai, traditional dance, saluang, and other arts. Participatory funding systems such as the "musician's box" demonstrate the initiative's independence, while content distribution by local content creators expands cultural promotion through digital channels. However, the study uncovered major constraints such as limited budget, manpower, and time allocation for the committee. In conclusion, Padangpanjang Art Market provides important support for strengthening cultural identity, empowering creative communities, and growing local tourism, but requires ongoing support to maintain its sustainability as an inclusive and energetic cultural space.
BAHASA KITA, HATI KITA – TANPA RADIKALISME, HANYA CINTA Ria Ramadhani; Farel Nur Hakim; Selvi Nada Lestari; Maria Mahdalena; Suci Rahmadhani; Ripi Hamdani
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6762

Abstract

Bahasa memiliki peran strategis dalam membentuk cara berpikir, bersikap, dan berinteraksi dalam kehidupan sosial. Dalam konteks masyarakat multikultural, bahasa dapat menjadi sarana pemersatu, namun juga berpotensi digunakan sebagai alat penyebaran paham radikalisme melalui ujaran kebencian, provokasi, dan narasi eksklusif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai media penanaman nilai-nilai toleransi, empati, dan cinta kemanusiaan sebagai upaya pencegahan radikalisme. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia yang menekankan literasi kritis, analisis wacana, serta pemilihan teks yang bermuatan nilai moderasi dan kebinekaan mampu membangun kesadaran berbahasa yang santun dan inklusif. Melalui penggunaan bahasa yang humanis dan reflektif, peserta didik didorong untuk menolak narasi kekerasan dan mengedepankan dialog berbasis kasih sayang. Dengan demikian, Bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai ruang pembentukan hati nurani yang bebas dari radikalisme dan berlandaskan cinta serta kemanusiaan