Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

POSISI TIDUR MIRING 30 DERAJAT TERHADAP TERJADINYA LUKA TEKAN PADA PASIEN STROKE DI RSUD SIDOARJO Marsaid Marsaid; Hurun Ain; Fauzia Isma Wazida
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan Terapan (e-journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v5i2.916

Abstract

Stroke is a cerebrovascular disease causes brain tissue death. Brain tissue death causes a neurological deficit so it will be weakness of muscle tone and impaired physical mobility that causes the patient to be immobilized and should bed rest. Long bed rest can cause pressure with continously, it will cause tissue intolerance and pressure wounds. This research aims to determine the effect of 30 degrees laterally sleeping position against occurrence pressure ulcers in stroke patients at RSUD Sidoarjo. The design of this research using Pre experimental design with Static Group Comprism design. The sampling technique used was Non Probability Sampling with the number of respondents 34 people that is 17 people in the treatment group who were given intervention of 30 degrees laterally sleeping position and 17 people in the control group who were not given intervention of 30 degrees laterally sleeping position, but still given standard intervention from the room as it should. Then will be observed the occurrence of wound press (post test). The result of research with Mann Whitney Test got p value 0,016, meaning that there was a significant difference in the occurrence of pressure ulcers between the treatment group and the control group at the final observation. This research concludes that there is an effect of 30 degrees laterally sleeping position against occurrence pressure ulcers in stroke patients. From the results of this reaearch is expected intervention can be used as a prevention strategy of pressure ulcers. Keywords: 30 degrees laterally sleeping position, Pressure ulcers, Stroke
EFEKTIVITAS LATIHAN SPARRING PARTNER TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BERPRESTASI ATLET KUMITE KLUB GARUDA KARATE MATARAM Hurun Ain; Isyani
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v3i2.245

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah di perlukan latihan yang dapat meningkatkan motivasi berperstasi atlet seperti sparring partner (lawan tanding). Sparring partner sangat penting dilakukan dalam suatu perkumpulan pada suatu cabang olahraga. Hal tersebut memiliki banyak kegunaan baik untuk perseorangan maupun untuk perkumpulan itu sendiri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh latihan sparring partner terhadap peningkatan motivasi berprestasi atlet kumite klub garuda karate Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Subjek penelitian ini adalah atlet kumite Klub Garuda Karate Mataram. Dalam penentuan subjek penelitian analisis ini dilakukan dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah angket tertutup. Teknik pengolahan dan analisis data yang penulis gunakan adalah analisis kesamaan rata-rata (uji t). Hasil penelitian menjelaskan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai sebelum perlakuan dengan rata- rata nilai sesudah perlakuan serta diperoleh t-hitung sebesar 8,571> ttabel 1,761. Dengan demikian dapat penulis simpulkan bahwa terjadi peningkatan motivasi berprestasi dari sebelum melakukan latihan sparring partner hingga setelah melakukan latihan sparring partner. Bahwa Perlu diadakan jadwal rutin untuk latihan sparring partner minimal 1 bulan dua kali untuk menambah pengalaman bertanding dan melatih mental bertanding atlet.
Pengaruh Terapi Bermain Plastisin Terhadap Kecemasan Anak Usia Prasekolah yang Mengalami Hospitalisasi Vanesa Titiaji, Veren; Ain, Hurun; Pujiastuti, Nurul
The Health Researcher's Journal Vol. 1 No. 01 (2024): The Health Researchers Journal
Publisher : The SDGS Forum Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan respon individu terhadap suatu keadaan yang tidak menyenangkan dan dialami oleh semua makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari. Hasil survei UNICEF tahun 2012 menunjukkan prevalensi anak yang menjalani perawatan di rumah sakit sekitar 84%. Pada masa prasekolah jenis permainan salah satunya adalah skill play. Jenis permainan skill play ini sering dipilih oleh anak, karena dapat menstimulasi kemampuan motorik halusnya. Salah satu permainan skill play adalah bermain lilin (playdough). Dengan tujuan menjelaskan tingkat kecemasan dan pengaruh pemberian terapi bermain plastisin pada anak yang menjalani hospitalisasi sebelum dan sesudah diberikannya terapi. Penelitian ini menggunakan metode literature review, database yang digunakan Garuda, dan Google Scholar dengan keyword (((play therapy) AND clay therapy) AND anxiety) AND anxiety about hospitalization) AND pre-school)). Dilakukan seleksi pada 6 artikel menggunakan JBI Critical Appraisal Tools. Penyelesaian dengan memperhatikan PICO, kemudian artikel dianalisis satu-persatu. Hasil dari 6 artikel yang ditelaah, bahwa sebelum diberikan terapi bermain rata-rata responden mengalami tingkat kecemasan sedang hingga berat dan setelah diberikan terapi bermain didapatkan rata-rata responden mengalami tingkat kecemasan sedang hingga ringan. Ada pengaruh pemberian terapi terhadap penurunan tingkat kecemasan. Metode penelitian yang digunakan yaitu 2 jurnal menggunakan quasi eksperimen dan 4 jurnal menggunakan pre-eksperimen. Diharapkan petugas kesehatan dapat menerapkan terapi bermain khususnya bermain plastisin untuk menurunkan tingkat kecemasan.
Menumbuhkan Perilaku Penerapan Protokol Kesehata pada Anak Usia Sekolah Dasar melalui Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Rahmatullah, Alam; Ain, Hurun; Subekti, Imam
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16129

Abstract

Health education about clean and healthy living behavior is a process of trying for an individual or group to improve their behavioral abilities in implementing health protocols. This study aimed to determine the effect of clean and healthy living behavior education on the implementation of health protocols in school-age children. The instrument used was an observation sheet for measuring the behavior of implementing health protocols with the options always, rarely and never. This study used a one-group pretest-posttest design, with the number of respondents being 58 students of Elementary School 2 Bandulan. Malang. The implementation of clean and healthy living behavior was measured by observation. The results showed that most respondents before being given education behaved in implementing health protocols at a sufficient level (70.7%). After being given education, most students behaved in implementing health protocols at a good level (96.6%). The results of the Wilcoxon statistical test showed a p value = 0.000, so it was interpreted that there was a difference in the level of behavior in implementing health protocols between before and after education. In conclusion, it was stated that clean and healthy living behavior education succeeded in increasing the implementation of health protocols by students.Keywords: clean and healthy living behavior; elementary school students; education; health protocols ABSTRAK Edukasi kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat merupakan proses mengupayakan suatu individu maupun kelompok yang dapat meningkatkan kemampuan perilaku dalam penerapan protokol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi perilaku hidup bersih dan sehat terhadap penerapan protokol kesehatan pada anak usia sekolah. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi pengukuran perilaku penerapan protokol kesehatan dengan pilihan selalu, jarang dan tidak pernah. Penelitian ini menggunakan desain one grup pretest posttest, dengan jumlah responden yaitu 58 siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Bandulan. Malang. Penerapan perilaku perilaku hidup bersih dan sehat diukur dengan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden sebelum diberikan edukasi berperilaku menerapkan protokol kesehatan dalam level cukup (70,7%). Setelah diberikan edukasi, sebagian besar siswa berperilaku menerapkan protokol kesehatan dalam level baik (96,6%). Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000, sehingga ditafsirkan bahwa ada perbedaan level perilaku penerapan protokol kesehatan antara sebelum dan sesudah edukasi. Sebagai kesimpulan, dinyatakan bahwa edukasi perilaku hidup bersih dan sehat berhasil meningkatkan penerapan protokol kesehatan oleh siswa.Kata kunci: perilaku hidup bersih dan sehat; siswa sekolah dasar; edukasi; protokol kesehatan
Perilaku Masyarakat Tentang Penggunaan Antibiotika Oral Hurun Ain; Mustayah; Feris Septian
MEDICA MAJAPAHIT Vol 7 No 1 (2015): Medica Majapahit
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan pembelian antibiotika secara bebas oleh penyedia obat mendorong perilaku swamedikasi antibiotik. Penyalahgunaan antibiotik oleh masyarakat, meliputi penghentian pengobatan secara tiba-tiba, dosis berlebihan, penggunaan sisa antibiotik, dan penggunaan antibiotika dengan jangka waktu tidak tepat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif eksploratif dilakukan pada tanggal 1-16 Maret 2014. Populasinya seluruh masyarakat RT.02 RW.11 Desa Banjararum Kecamatan Singosari Kabupaten Malang berjumlah 213 orang dan sampel yang memenuhi kriteria inklusi penelitian sebanyak 27 orang. Sampel diambil dari populasi dengan teknik simple random sampling dengan cara acak undian. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pertanyaan tertutup. Pengolahan dan analisis data sub variabel pengetahuan dan tindakan dengan cara skor perolehan tiap-tiap responden dibagi skor maksimal dikalikan 100%, hasilnya kemudian dikategorikan menjadi 4 kategori yaitu: 76-100% = sangat baik, 56-75% = baik, 40-55% = cukup, <40% = kurang. Data sub variabel sikap dianalisis dengan rumus skor T dan hasilnya dikategorikan sebagai berikut: skor T ≥ 50 = Favourable, skor T < 50 = Unfavourable. Pengetahuan Masyarakat Perumahan Bumi Banjararum Asri RT.02 RW.11 Desa Banjararum Kecamatan Singosari Kabupaten Malang tentang penggunaan Antibiotika oral di adalah baik, Sikap Masyarakat Perumahan Bumi Banjararum Asri RT.02 RW.11 Desa Banjararum Kecamatan Singosari Kabupaten Malang tentang penggunaanAntibiotika adalah Mendukung, Tindakan Masyarakat Perumahan Bumi Banjararum Asri RT.02 RW.11 Desa Banjararum Kecamatan Singosari Kabupaten Malang dalam penggunaan Antibiotika oral adalah sangat baik.
Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Dalam Mendukung Proses Pembelajaran Dan Administrasi Pendidikan di MTs Ubudiyah Pangkalan Berandan Zaki, Ahmad; Ain, Hurun; Ramadhan, Farhan; Ramadhanu, Isnan; Raisa, Dwi
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan bagian penting dalam proses pembentukan kompetensi mahasiswa calon tenaga kependidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran mahasiswa PPL dalam mendukung proses pembelajaran dan administrasi pendidikan di MTs Ubudiyah Pangkalan Berandan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru, siswa, serta mahasiswa PPL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa PPL berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas, membantu administrasi sekolah, mendukung kegiatan keagamaan dan ekstrakurikuler, serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif. Selain itu, keberadaan mahasiswa PPL memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa dan efektivitas pelaksanaan kegiatan sekolah. Meskipun terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan sarana dan perbedaan karakter siswa, mahasiswa mampu mengatasinya melalui koordinasi dengan guru dan penyesuaian strategi pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program PPL memiliki peran strategis dalam mendukung manajemen dan proses pendidikan di madrasah serta menjadi sarana penting dalam pembentukan kompetensi profesional mahasiswa.
Kepemimpinan Edukatif Kepala Sekolah dalam Optimalisasi Manajemen Mutu Lembaga Pendidikan Islam MTsN 1 Langkat Al Qadri, Muamar; Ain, Hurun; Sari, Sindi Permata; Triwarti, Ajeng; Ramadhan, Farhan; Aini, Nur
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Januari - Juni 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i1.2641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kepemimpinan kepala sekolah dalam menjalankan manajemen lembaga pendidikan Islam di MTsN 1 Langkat. Kepala sekolah memegang peran krusial tidak hanya dalam aspek administratif, tetapi juga dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam seluruh pengelolaan lembaga pendidikan. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi strategi kepemimpinan yang diterapkan, menganalisis kendala yang dihadapi, serta memahami dampaknya terhadap kualitas pendidikan di madrasah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di MTsN 1 Langkat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, staf pengajar, dan tenaga kependidikan, serta analisis dokumen terkait manajemen sekolah. Temuan awal menunjukkan bahwa kepala sekolah mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional yang dikombinasikan dengan prinsip-prinsip manajerial Islam, menekankan pada keteladanan (uswah hasanah), musyawarah (syura), dan akuntabilitas.Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi ganda (manajerial dan keagamaan) serta tantangan dalam menjaga konsistensi penerapan nilai-nilai Islam di tengah tuntutan administrasi modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang efektif dan terintegrasi dengan nilai Islam sangat penting untuk optimalisasi mutu pendidikan di madrasah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi pengelola lembaga pendidikan Islam lainnya dalam mengembangkan strategi kepemimpinan yang lebih efektif.