Al Qadri, Muamar
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pelatihan Khutbah Jumat Pada Santri Pondok Pesantren Modern Fatimah Azzikra Paluh Nipah Pematang Cengal Tanjung Pura Muhammad Ilham; Al Qadri, Muamar
Fusion: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): September
Publisher : peduli riset dan pengabdian masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Friday Sermon is a sermon held before the Friday prayer. Fatimah Azzikra Islamic Boarding School is one of the Islamic boarding schools located in II Paluh Nipah hamlet, Pematang Cengal village, Tanjung Pura subdistrict, Langkat district. At this Islamic boarding school, the students have never had any training to learn Friday sermons. In this cottage there is a subject called "muhadoroh". This subject is one of the boarding school subjects which discusses how children are trained to be proficient in giving speeches, lectures and sermons. But the material to train students to deliver Friday sermons has not yet arrived. Because the researchers want to hold Friday sermon training at this Islamic boarding school. The method used in Community Service (PkM) is qualitative using a descriptive approach. The results of community service are: the steps in presenting the material, namely, first the presenter opens with an expression of gratitude to Allah and blessings on the Prophet Muhammad SAW, then explains the material about the Friday sermon through infocus (power point), in addition to explaining There was also a question and answer session between the presenter and the training participants. After the material was presented, the presenter asked one of the participants to practice the Friday sermon and after that the presenter corrected any discrepancies in the implementation of the Friday sermon such as voice, expression, etc.
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Fiqih Melalui Model Pembelajaran Experience Skill Siswa Kelas IX MTs Swasta Yaspen Muslim Pematang Tengah Fadilah, Umi; Al Qadri, Muamar; Sanusi Luqman, Ahmad
Educate: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Educate: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56114/edu.v1i2.362

Abstract

The main factor that causes students to have difficulty learning jurisprudence is the lack of motivation both internal motivation and outside motivation. This can be seen from the learning process which shows that there are still many students who do not pay attention to the teacher who provides the subject matter. This study aims to determine efforts to improve the fiqh learning achievement of class IX MTs Private Yaspen Muslim Pematang Tengah students through the application of the Experience Skill Learning Model. The results showed that the cognitive abilities of class IX MTs. Yaspen Muslim students were very good as evidenced by the response of students who showed exemplary attitudes while participating in teaching and learning activities in the field of Jurisprudence studies. In the first cycle, some students are seen to be active in learning activities. Then, after the implementation of the Experience Learning learning model, students seem to be more active and responsive to the material being taught. The application of the Experience Learning model at the beginning of the meeting was ineffective because students had never participated in learning activities with the model. Then the learning model is applied through group discussion activities, direct practice and reflecting actions in each cycle. The application of this model goes well along with the ongoing learning and teaching activities by involving the participation of students as Student Oriented. The achievement of cognitive abilities of class IX MTs. Yaspen Muslim students has increased significantly after learning the field of Fiqh studies using the Experience Learning model.
Persepsi Guru RA Ali Mahfudz tentang Kebijakan Sertifikasi Guru dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Wijaya, Candra; Nasution, Toni; Al Qadri, Muamar; Fuadi, Ahmad; Anwar, Khairul
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i2.1551

Abstract

Kebijakan sertifikasi merupakan “angin segar” bagi kesejahteraan para guru, baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun tenaga honorer mulai jenjang RA/TK hingga SLTA sederajat. Begitupun, penetapan kebijakan ini tidak serta-merta menjamin dan mengubah secara signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Tulisan ini menganalisa persepsi guru tentang kebijakan sertifikasi guru dalam peningkatan mutu pendidikan. Fokus pembahasan penelitian ini yaitu bagaimana persepsi guru RA Ali Mahfudz tentang kebijakan sertifikasi guru dalam peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (case study), adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara terstruktur, observasi partisipan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kebijakan sertifikasi guru memiliki peran penting dalam peningkatan mutu pendidikan, hal ini didasarkan pada tujuan utama kebijakan ini sebagai upaya (a) men-sejahterakan guru, (b) melatih keterampilan guru, (c) meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru. Begitupun, (2) terdapat beberapa permasalahan di lapangan, yaitu (a) orientasi guru terhadap kesejahteraan hidup semata; dan (b) mengajar sebatas kewajiban.
Evaluation Of A Professionalism Development Program For Tsanawiah Madrasah Teachers In Langkat District (CIPP Model: Context, Input, Process, And Product) Al Qadri, Muamar; Azmi, Fachruddin; Halimah, Siti
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.4677

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the Professionalism Development Program for Madrasah Tsanawiyah Teachers in Langkat Regency (CIPP Model: Context, Input, Process, Product). This research technique is qualitative. Teachers, supervisors, and the head of the Medan BDK became research informants. The data comes from primary and secondary sources. Researcher observation, source triangulation, method triangulation, and researcher triangulation are approaches to ensuring the correctness of data. Observations, interviews, and documentation are all forms of data collection. The conclusion that can be drawn from the results of the study and the findings of the analysis of data on the assessment of the professionalism development program for madrasah tsanawiyah teachers in Langkat Regency (CIPP Model: Context, Input, Process, Product) is that the program is implemented according to plan and goes well and according to plan, implementing learning by forming study groups, then practicing and displaying the results made for widyaswara learning designs to encourage training participants to innovate in the future by utilizing multimedia-based learning media, which will continue to develop along with technological updates in the future.
Transformasi Digital Pada Manajemen Pemasaran Pendidikan di MTs Teladan Gebang Novita, Dea; Al Qadri, Muamar; Usmaidar, Usmaidar
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juni-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1865

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tentu tidak dapat dipungkiri oleh setiap lembaga terutama pada bidang lembaga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transformasi digital dalam manajemen pemasaran pendidikan di MTs Teladan Gebang. Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini yaitu kepala madrasah, wakil kepala sekolah, guru dan siswa. Adapun teknhik pengumpulan data yang digunakan antara lain observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data, yaitu data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclustion drawing/verivication (kesimpulan, penarikan atau verifikasi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Manajemen Pemasaran Pendidikan di MTs Teladan Gebang bahwa dilakukan rapat atau kerja sama bersama dengan bidang-bidang terkait, membentuk tim dalam melakukan pemasaran pendidikan, serta merancang tujuan dan sasaran sekolah mana yang akan dituju; 2) Pemanfaatan transformasi digital dalam manajemen pemasaran pendidikan di MTs Teladan Gebang diperoleh bahwa pemasaran dilakukan dengan menggunakan media sosial seperti facebook, whatsapp, Instagram, dan Tiktok; dan 3) Program-program terbaik yang diberikan MTs Teladan Gebang menjadi faktor pendukung yang membawa antusias Masyarakat disambut dengan baik serta faktor penghambat terletak dalam penggunaan transformasi digital dalam memasarkan pendidikan dilingkungan masyarakat tertelak di penggunaan media sosial bagi guru-guru yang kurang menguasai digital.
Peran Guru PAI dalam membentuk Karakteristik Profil Pelajar Pancasila pada Siswa MAS Yaspend Muslim Pematang Tengah Natasya, Selly; Al Qadri, Muamar; Suci, Endah Retno
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juni-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1875

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan di lokasi penelitian maka penulis mendapatkan fakta dilapangan bahwasanya Alokasi waktu yang terbatas untuk melaksanakan kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Keterbatasan fasilitas dan sarana prasarana yang mendukung kegiatan belajar mengajar, kurangnya minat siswa terhadap mata pelajaran tertentu, meskipun pembelajaran dirancang untuk menanamkan nilai-nilai karakter. Sehingga penulis merumuskan masalah yaitu : 1. Bagaimana peran guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai religius sebagai wujud karakter beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia pada peserta didik kelas X di MAS Yaspend Muslim Pematang Tengah? 2. Bagaimana strategi guru PAI dalam membentuk sikap gotong royong, mandiri dan bernalar kritis sesuai dengan karakteristik profil pelajar pancasila kelas X MAS Yaspend Muslim Pematang Tengah? 3. Apa saja faktor pendukung dan penghambat guru PAI dalam pembentukan karakteristik profil pelajar pancasila kelas X di MAS Yaspend Muslim Pematang Tengah? Metode penelitian yang penulis gunakan didalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara dan observasi secara mendalam dan langsung dilakukan kepada narasumber. Maka, penulis menyimpulkan bahwasanya : Peran Guru Pendidikan Agama Islam di madrasah yaitu terlibat secara aktif dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila melalui berbagai kegiatan pembelajaran. Dengan pendekatan holistik yang menggabungkan ajaran agama dan nilai-nilai Pancasila, guru PAI berhasil meningkatkan penalaran bahwa paham dengan nilai yang berpedoman Pancasila.
Strategi Manajemen Pengasuhan dalam Membentuk Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Santri di Pondok Pesantren Al-Ikhwan Assalam Serapuh Handayani, Fitri; Al Qadri, Muamar; Febriyanni, Rani
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juni-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1877

Abstract

Pendidikan berperan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul Disiplin menjadi masalah yang paling sering terjadi dalam pembentukan karakter. Masih banyak santri Pesantren Al Ikhwan Assalam yang belum mampu menerapkan kedisplinan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola, pendekatan, metode pembinaan karakter disiplin serta probelmatika dan usaha solutif yang dilakukan oleh ustadz dan ustadzah dalam Pembinaan karakter disiplin dan tanggung jawab santri di Pesantren Al Ikhwan Assalam. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun yang di observasi dalam penelitian ini adalah pola, pendekatan, metode serta problematika dan usaha solutif yang dilakukan oleh ustadzah dalam membina karakter disiplin dan tanggung jawab santri. Jumlah subyek yang diwawancarai dalam penelitian ini 4 orang, yang terdiri dari 2 orang pembina asrama, 1 dewan guru dan 1 orang kepala madrasah Data hasil wawancara dan observasi dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola yang digunakan di Pesantren Al Ikhwan ada 2 pola yaitu pola keteladanan dan pola pembiasaan. Pendekatan yang digunakan dalam pembinaan karakter disiplin ada tiga yakni, pendekatan interventif, informatif dan eksperiensial, sedangkan metode yang digunakan ada dua yakni, metode nasihat dan metode qishash. Problematika yang dihadapi oleh ustadz dan ustadzah dalam pembinaan karakter disiplin yaitu problematika dengan santri yakni, belum terbiasa dengan peraturan pesantren dan belum beradaptasi dengan hal-hal baru, solusinya adalah dengan memberikan pemahaman, memberikan fasilitas, memberikan keteladanan serta menerapkan peraturan dengan perlahan-lahan. Problematika dengan orang tua santriwati yakni belum mengerti dengan peraturan-peraturan pesantren, solusinya adalah dengan memberikan pemahaman dan mengadakan pertemuan dengan wali santri supaya tetap terjalin kerjasama sama yang baik untuk keberhasilan pembinaan karakter disiplin. Problematika dengan pembina asrama, yakni berbeda pendapat solusinya adalah dengan berdiskusi agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pembina dan dewan guru..