Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agroteksos

VARIASI DIMENSI BENIH AREN (ARENGA PINNATA MERR) DARI TIGA SENTRA PRODUKSI AREN DI PULAU LOMBOK Chaerani, Nurul; Shabrina, Hasyyati; Prasetyo, Andrie Ridzki; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Hidayati, Eni
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.970

Abstract

Aren merupakan tanaman perkebunan multi-guna yang memiliki penyebaran yang luas di Indonesia, termasuk di Pulau Lombok. Aren layak dijadikan sumber usaha untuk meningkatkan pendapatan Masyarakat. Keberlanjutan usaha aren harus didukung dengan tersedianya tegakan yang masih produktif, namun faktanya dilapangan banyak tegakan yang sudah tua dan tidak dilakukan permudaan. Kegiatan permudaan dapat didukung dengan mempersiapkan bibit yang berkualitas. Upaya eksplorasi sumber benih merupakan langkah awal untuk mendukung kegiatan permudaan. Benih yang berasal dari sumber berbeda umumnya memiliki warna, berat, dan ukuran yang bervariasi yang berkolerasi dengan kemampuan adaptasi benih pada lingkungan baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis variasi dimensi benih aren dari tiga lokasi sentra produksi aren di pulau Lombok serta menganalisis korelasi antar dimensi benih. Sumber benih berasal dari 3 lokasi di Pulau Lombok yaitu Jurit Baru (Lombok Timur), Aik Bual (Lombok Tengah), dan Bentek (Lombok Utara). Benih aren dari ke-3 lokasi diambil sebanyak 30 benih, sehingga total seluruhnya yaitu 90 benih. Benih diukur dimensinya yaitu panjang, lebar, tebal, dan berat. Hasil analisis menunjukkan sumber benih yang memiliki dimensi benih terbaik yaitu Aik Bual dan Jurit Baru. Terdapat korelasi positif antar dimensi benih. Benih dari Aik Bual dan Jurit Baru termasuk dalam ketegori benih ukuran besar dan sedang
UJI MUTU FISIK BIBIT KELICUNG (Diospyros macrophylla) PADA PERSEMAIAN MASYARAKAT DI KECAMATAN GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT Chaerani, Nurul; Shabrina, Hasyyati; Lestari, Andi Tri; Indriyatno, Indriyatno; Mulyanugroho, Ade Isna; Imam, Syaiful
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i3.1515

Abstract

Bibit yang berkualitas merupakan salah satu parameter penting dalam keberhasilan program rehabilitas hutan dan lahan (RHL). Bibit berkualitas selain dipengaruhi oleh faktor genetik, juga dipengaruhi oleh proses produksi dan pemeliharaan selama di Persemaian. Bibit dapat diuji mutu fisiknya berdasarkan (SNI 8420:2018) dengan kriteria tinggi, diameter, kekompakan media, jumlah daun, batang lurus sudah berkayu, dan sehat. Bibit di Indonesia umumnya diproduksi berbagai pihak, salah satunya di Persemaian Masyarakat Alam Lestari di Lombok Barat yang memproduksi bibit tanaman lokal yaitu kelicung (Diospyros macrophylla). Kelicung memiliki kelas kekuatan II-III dan kelas keawetan V sebagai bahan kontruksi. Saat ini kelicung termasuk dalam jenis dilindungi, sehingga perlu adanya pelestarian dengan melakukan budidaya dan penanaman skala luas, oleh karena itu perlu adanya evaluasi mutu bibit. Usaha persemaian oleh Masyarakat umumnya dilaksanakan pada areal sempit dan masih menggunakan teknologi sederhana yang seringkali belum dievaluasi secara sistematis. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguji mutu fisik di Persemaian Mayarakat Alam Lestari di Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat berdasarkan (SNI) 8420:2018 yang meliputi persyaratan umum dan khusus. Hasil uji menunjukan bahwa mutu bibit kelicung pada persemaian Masyarakat Lombok Barat belum sepenuhnya memenuhi (SNI) 8420:2018. Bibit yang lulus persyaratan umum hanya 72% dari standar >95% dan bibit yang lulus persyaratan khusus hanya 69% dari standar >90%. Berdasarkan hasil tersebut, bibit kelicung yang diuji termasuk dalam kategori belum memenuhi kelas mutu dan tidak dapat diterbitkan sertifikat. Diperlukan perbaikan terutama pada kriteria tinggi, kelurusan batang, kesehatan bibit, dan kekompakan media tanam.