Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KESULITAN YANG DIHADAPI GURU DALAM KURIKULUM MERDEKA DI KELAS 2 DAN 4 DI SD NURUL QOMAR Amri Amri; Aulia Mardiana; Cinta Ramadhani; Pebrijah Nasution; Siti Azzuhra Fadhillah
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 2 No 4 (2024): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v2i4.261

Abstract

Education is a very important factor for the development of a country. Education helps develop and improve skills and improve the quality of life and human dignity. Until now, changes have been made to the curriculum. The curriculum is considered a plan developed to facilitate the teaching and learning process which is the responsibility of the school or educational institution and its teaching staff. (Yulia, 2023). This study examines various difficulties faced by teachers in implementing the Merdeka Curriculum in elementary schools. The Free Curriculum, designed to provide more flexibility and creativity in the learning process, requires significant adjustments from teachers. Some of the key challenges identified include a lack of in-depth understanding of the concept and implementation of the new curriculum, limited resources and support facilities, and resistance to changes from some teachers who are familiar with conventional methods. In addition, the high administrative burden and time constraints for professional development also complicate the situation. This study used qualitative methods with in-depth interviews of a number of elementary school teachers in various regions to collect data. Research results show that continuous support, intensive training, and adequate provision of resources are indispensable to overcome these obstacles and ensure effective and efficient implementation of the Free Curriculum.
BENTUK-BENTUK PELANGGARAN ETIKA AKADEMIK Cinta Ramadhani; Sindy Syahputri; Suci Mawar Syahrani Panjaitan; Yunita Syafitri; Sakinah Hasbi
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 3 (2023): September : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v3i3.1939

Abstract

Etika akademik merupakan nilai-nilai sosial dan budaya yang telah disepakati masyarakat pendidikan sebagai norma yang dipatuhi bersama itu tidak selalu sama pada semua masyarakat pembelajaran. Etika akademik selayaknya untuk diterapkan secara spesifik dalam berbagai kegiatan akademis maupun berbagai unsur kegiatan yang berkaitan dengan dunia kampus. Tindakan yang melanggar etika akademik merupakan tindakan yang tidak semestinya dilakukan. Diantara aktivitas yang tergolong dalam kelompok tindakan tidak pelanggaran akademis merupakan antara lain plagiat, penyontekan/kecurangan, perjokian, pemalsuan ijazah, penyuapan, tindakan diskriminatif, dan lain-lain. Pelanggaran etika akademik merupakan hal yang mencoreng dunia pendidikan, Pelanggaran etika akademik tersebut harus dianalisis penyebab dan solusinya. Adapun perbuatan yang melanggar etika akademis harus ditanggapi dengan serius melalui solusi dan upaya-upaya pencegahan. Di sisi lain, kecurangan akademik merupakan salah satu tindakan yang bertentangan dengan etika dan kecurangan akademik dapat terjadi ketika mahasiswa melakukan berbagai cara yang tidak baik untuk mencapai tujuan dan keberhasilan. Kecurangan akademik dapat dilakukan mahasiswa khususnya dalam proses pembelajaran.
BENTUK-BENTUK PELANGGARAN ETIKA AKADEMIK Cinta Ramadhani; Sindy Syahputri; Suci Mawar Syahrani Panjaitan; Yunita Syafitri; Sakinah Hasbi
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 3 (2023): September : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v3i3.1939

Abstract

Etika akademik merupakan nilai-nilai sosial dan budaya yang telah disepakati masyarakat pendidikan sebagai norma yang dipatuhi bersama itu tidak selalu sama pada semua masyarakat pembelajaran. Etika akademik selayaknya untuk diterapkan secara spesifik dalam berbagai kegiatan akademis maupun berbagai unsur kegiatan yang berkaitan dengan dunia kampus. Tindakan yang melanggar etika akademik merupakan tindakan yang tidak semestinya dilakukan. Diantara aktivitas yang tergolong dalam kelompok tindakan tidak pelanggaran akademis merupakan antara lain plagiat, penyontekan/kecurangan, perjokian, pemalsuan ijazah, penyuapan, tindakan diskriminatif, dan lain-lain. Pelanggaran etika akademik merupakan hal yang mencoreng dunia pendidikan, Pelanggaran etika akademik tersebut harus dianalisis penyebab dan solusinya. Adapun perbuatan yang melanggar etika akademis harus ditanggapi dengan serius melalui solusi dan upaya-upaya pencegahan. Di sisi lain, kecurangan akademik merupakan salah satu tindakan yang bertentangan dengan etika dan kecurangan akademik dapat terjadi ketika mahasiswa melakukan berbagai cara yang tidak baik untuk mencapai tujuan dan keberhasilan. Kecurangan akademik dapat dilakukan mahasiswa khususnya dalam proses pembelajaran.