Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Texere

PENGGUNAAN METODE RTN (RAPID THERMO NEUTRAL) PADA PENCELUPAN KAIN POLIESTER-RAYON (65/35%) DENGAN ZAT WARNA DISPERSI DAN REAKTIF (Dispanyl Blue SE 2R dan Chloranyl Blue CSGR) TERHADAP KETIDAKRATAAN WARNA - Kurniawan; Wulan Safrihatini; Yosep Robiana
Texere Vol 9, No 1 (2011): Texere Volume 9 Nomor 1 Januari 2011
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v9i1.20

Abstract

PENGARUH TIO2 TERHADAP HASIL PROSES PENYEMPURNAAN TAHAN API KAIN KAPAS DENGAN MENGGUNAKAN THPC-UREA Mizan Adha; Khairul Umam; Wulan Safrihatini
Texere Vol 17, No 2 (2019): Texere Volume 17 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v17i2.83

Abstract

PEMANFAATAN ANTI BAKTERI DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L) PADA PENGENTAL INDUK CAMPURAN NATRIUM ALGINAT DAN KARBOKSIMETILSELULOSA Atikah, S.ST., M.T., Wulan Safrihatini; Rahmawati, Rosika
Texere Vol 22, No 2 (2024): Texere Volume 22 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v22i2.02

Abstract

Pengental memegang peranan penting dalam tingkat keberhasilan kualitas pencapan. Pada pencapan zat warna reaktif hasil optimum diperoleh dengan penggunaan campuran natrium alginat dan CMC. Pengental jenis natrium alginat memiliki waktu simpan yang singkat. Oleh karena itu, dalam penggunaannya perlu ditambahkan zat anti bakteri sehingga viskositas pengental tetap stabil. Salah satu zat anti bakteri alamiah yaitu daun sirih hijau. Sebelum digunakan, daun sirih hijau diekstraksi sampai diperoleh massa kental daun sirih hijau. Pengujian aktivitas anti bakteri dilakukan sebelumnya dan menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih hijau dapat menghambat pertumbuhan bakteri dalam pengental induk. Penelitian dilakukan dengan penambahan ekstrak daun sirih hijau ke dalam pengental induk campuran dengan konsentrasi 0, 2, 5, dan 8 g/kg, yang disimpan dalam waktu kurun waktu 0 sampai 7 hari. Hal ini dibuktikan pada hasil uji aktivitas antibakteri dan viskositas pengental induk yang stabil hingga hari ke-7, berbeda dengan tanpa penggunaan ekstrak daun sirih hijau yang viskositasnya makin menurun drastis tiap harinya. Pada penggunaannya, makin banyak konsentrasi ektrak daun sirih hijau yang digunakan maka viskositas makin stabil dan ketajaman motif pun makin baik namun ketuaan warna makin menurun.   
PEMANFAATAN PTC (POLYTITANIUM TETRACHLORIDE) SEBAGAI ALTERNATIF KOAGULAN DALAM DEKOLORISASI LIMBAH TEKSTIL Atikah, Wulan Safrihatini; Umam, Khairul; Permana, Satya
Texere Online First
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v24i1.02

Abstract

Limbah industri tekstil sebagian besar terdiri dari zat warna sintetis yang cukup sulit didegradasi di lingkungan. Pengolahan limbah cair yang sering digunakan di industri tekstil adalah koagulasi-flokulasi yang dianggap cukup mudah dan sederhana namun memproduksi lumpur yang banyak Polytitanium tetrachloride (PTC) merupakan zat baru yang dikembangkan untuk proses koagulasi-flokulasi yang menghasilkan lumpur yang dapat dimanfaatkan kembali karena mengandungtitanium dioksida (TiO2). Penelitian dilakukan penggunaan polytitanium tetrachloride (PTC)pada proses koagulasi-flokulasi dengan limbah artifisal zat warna dispersi dan reaktif.. Penelitian dilakukan dengan pembuatan larutan polytitanium tetrachloride (PTC) dengan variasi penambahkan NaOH 200g/L sebanyak 21,1 mL; 63,3mL; dan 105,5 mL ke dalam 200 mL larutan TiCl4 20%. Dilakukan variasi pH untuk penentuan pH optimum. Berdasarkan hasil uji pendahuluan proses koagulasi-flokulasi dengan polytitanium tetrachloride optimum pada zat warna dispersi dalam kondisi asam Pada pH asam hasil koagulasi menunjukan penurunan intesitas warna dipersi dengan baik yaitu mencapai 99%. Pengujian zeta potensial, polytitanium tetrachloride menunjukan nilai zeta mendekati nol yang berarti mekanisme yang terjadi pada proses koagulasi adalah sweep flocculation dan netralisasi muatan. Nilai XRD menunjukan lumpur hasil proses koagulasi identik dengan fase kristal anatase TiO2.Fase kristal dari TiO2 yang terbentuk adalah fase kristal yang sesuai difungsikan sebagai zat fotokatalis.