Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERBAIKAN SISTEM KERJA PADA PROSES PEMOTONGAN TAHU DENGAN MENGGUNAKAN RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA) UNTUK MENGURANGI MUSCULOSKELETAL DISORDERS Fauziyyah, Khoovivah Robi; Butarbutar, Florida
INDUSTRIKRISNA Vol 14 No 1 (2025): INDUSTRIKRISNA
Publisher : Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/industrikrisna.v14i1.632

Abstract

Gangguan kesehatan yang terjadi pada postur tubuh karena alat kerja yang dipakai tidak sesuai dengan antropometri pekerja memberikan dampak terhadap penurunan produktifitas pekerja. Keluhan sakit yang dirasakan oleh pekerja Home Industry Tahu Jaya Nasrul telah berlangsung lama yang menyebabkan terjadinya Musculoskletal disorders atau gangguan pada otot rangka pada pekerja dan menyebabkan permasalahan. Salah satu pemasalahan terjadi karena alat pencetakan dan pemotongan tahu yang kurang efisien, oleh karena itu dibutuhkan penelitian dan perbaikan. Peneliti menggunakan metode RULA untuk menganalisis dan mengukur seluruh postur tubuh pekerja yang teridentifikasi mengalami Musculoskletal disorders dan merancang meja dan alat pemotong tahu yang lebih efisien dan lebih baik dari sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil skor RULA adalah 7 yang artinya postur tubuh operator harus ditinjau kembali dan memerlukan perubahan secara menyeluruh karena tingkat resiko kerja yang sangat tinggi. Dari hasil penelitian tersebut peneliti merancang meja dan alat pemotong tahu dengan bahan galvanis, dengan ukuran meja, panjang 102 cm, lebar 122 cm, tinggi 92 cm dan dimensi alat pemotong tahu, panjang 101 cm, lebar 81 cm dan tinggi 4 cm dengan panjang lingkar pegangan tangan 18,7 cm, panjang pegangan tangan 11,94 dan jarak antara pegangan tangan kiri dan kanan 43 cm yang dapat mengurangi keluhan sakit pada pekerja efesien.
PENERAPAN ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)MENGGUNAKAN APLIKASI ODOO UNTUK MENGOPTIMALKAN PERSEDIAAN PRODUK DI PT. SRI REJEKI FERTILIZER Cahyono, Kurniawan Budi; Butarbutar, Florida
INDUSTRIKRISNA Vol 14 No 1 (2025): INDUSTRIKRISNA
Publisher : Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/industrikrisna.v14i1.633

Abstract

Terdapat beberapa permasalahan yang terjadi di PT. Sri Rejeki Fertilizer salah satunya adalah masalahpada persediaan produk yang mengalami Overstock serta Stockout pada persediaan produknya. Overstockatau kelebihan persediaan yang terjadi di gudang bisa menyebabkan barang produk yang sudah jadiditempatkan diline produksi. Stockout atau tidak tersedianya stock barang digudang bisa menimbulkankehilangan kepercayaan konsumen karena tidak mampu memberikan pelayanan yang memuaskan.Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk memprediksikan permintaan dimasa yang akan datang danmengoptimalkan persediaan produk serta dapat mengetahui biaya persediaan produk untuk mencatat stockpersediaan dengan menggunakan sistem ERP Odoo. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalahsimulasi Monte Carlo, Economic Order Quantity, Reorder Point dan sistem ERP Odoo. Denganditerapkannya hasil simulasi Monte Carlo, didapatkan hasil permintaan produk pupuk, untuk produk pupukmicro tablet diketahui hasil simulasinya 1.552 dengan frekuensi kemunculan tertinggi 102 kali pada produkpupuk granula diketahui hasil simulasinya 2.976 dengan frekuensi kemunculan tertinggi 103 kali. Padapersediaan produk pupuk micro tablet didapatkan hasil perhitungan EOQ nya sebesar 708 ton untuk ROPnya sebesar 283 ton serta untuk safety stock sebesar 79 ton. Pada persediaan produk pupuk granuladidapatkan hasil perhitungan EOQ nya sebesar 1.080 ton untuk ROP nya sebesar 459 ton serta untuk safetystock sebesar 99 ton, kemudian didapatkan total biaya persediaan pupuk micro tablet sebanyak382.599.900.000 dan pupuk granula sebanyak 529.753.750.000. Setelah itu, penerapan sistem ERP Odoountuk mempermudah dalam proses pencatatan dan mengelola persediaan barang masuk dan keluar.Sehingga jika ada pemesanan ulang sudah dipastikan ketersediaan barang yang ada.
PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH REDUCE, REUSE, RECYCLE DI KOMPLEKS BINA LINDUNG RW 011, JATICEMPAKA, BEKASI Raja, Vera Nova Lumban; Juartini, Tini; Purnomo, Johny; Assidiq, Muhammad Nurhasan; Hadiwijaya, Syarif; Butarbutar, Florida
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.10461

Abstract

Pemerintah kota Bekasi memiliki program pengelolaan sampah yang disosialisasikan dengan baik hingga tingkat kelurahan. Salah satu wilayah kelurahan di Kota Bekasi yang sudah menjalankan program pengelolaan sampah dengan baik berada di  Komplek Bina Lindungi RW 011, Jaticempaka, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dan sudah terdapat Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle  (TPS3 R ) secara terpadu. Saat ini susunan tata letak fasilitas produksi pengolahan sampah di TPS3R masih belum beraturan. Pintu masuk dan pintu keluar hanya ada pada satu pintu, sehingga gerobak motor yang mengangkut sampah harus berjalan dengan rute bolak-balik, dijumpai beberapa barang yang berceceran dan  tidak diletakan  pada tempatnya. Perancangan tata letak fasilitas dibutuhkan guna mengoptimalkan proses produksi dan sistem pelayanan sehingga menjadi lebih efektif dan efisien. Tempat Pengolahan Sampah merupakan salah satu fasilitas produksi yang saat ini gencar dibangun oleh pemerintah di beberapa daerah. Semua jenis sampah akan diproses sesuai manfaatnya di TPS3R, seperti sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sampah non organik bisa didaur ulang, bahkan sampah plastik atau barang bekas masih bisa memiliki nilai ekonomis dengan cara dijual. Untuk pengolahan sampah organik menjadi kompos, tentunya membutuhkan beberapa mesin dan fasilitas produksi yang disusun dengan tata letak yang sesuai standar di TPS3R. Oleh karena itu, fasilitas produksi yang ada di TPS3R harus dirancang sesuai dengan standar, agar tercipta lingkungan kerja yang aman dan tercapainya produktivitas  yang optimal.