Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peningkatkan Kesejahteraan Mental dan Pola Hidup Sehat Lansia di Panti Werdha X Purnomo, Hari; A.P., Rezki Amelia Aminuddin
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 8, No 1 (2024): EDISI JUNI 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v8i1.5831

Abstract

Decreased cognitive abilities and physical and motor activities are often experienced by the elderly. This research aims to explore the effectiveness of a multidimensional intervention program, which includes healthy lifestyle patterns, cognitive ergonomics training, and mental health education in improving older adults' physical and mental well-being at Nursing Home X. The research method used was a survey involving older adults as respondents. The research results showed a significant positive impact on the well-being of the elderly, namely an 80% increase in sleep quality, a reduction in stress and depression levels by 30% and 20%, respectively, an increase in cognitive abilities by 65%, and an increase in social relationships by 70%. Overall, these programs effectively improve seniors' physical and mental well-being at Nursing Home X, providing a solid foundation for improving healthcare services for seniors in the future.ABSTRAKPenurunan kemampuan kognitif, fisik dan aktivitas motorik seringkali dialami oleh lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas program intervensi multidimensi yang mencakup pola hidup sehat, pelatihan ergonomi kognitif, dan penyuluhan kesehatan mental dalam meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental lansia di Panti Werdha X. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan melibatkan lansia sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan lansia yaitu terjadi peningkatan 80% kualitas tidur, penurunan tingkat stress dan depresi masing-masing sebesar 30% dan 20%, peningkatan kemampuan koginitif sebesar 65%, dan peningkatan hubungan sosial sebesar 70%. Secara keseluruhan, program-program ini efektif dalam peningkatan kesejahteraan fisik dan mental lansia di Panti Werdha X, memberikan dasar yang kuat bagi peningkatan layanan perawatan kesehatan bagi lansia di masa mendatang.
The roles of cognitive ergonomics in reducing human error and burnout among emergency room nurses during the Covid-19 pandemic A.P., Rezki Amelia Aminuddin; Hakim, Hakim
Periodicals of Occupational Safety and Health Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/posh.v2i1.6635

Abstract

Background: Mental health, particularly burnout syndrome, is one of the concerns that can influence the productivity of health workers during the pandemic. This is because health professionals are under intense pressure, but there is no guideline or procedure in place to safeguard them in terms of mental health. The objective of this study is to discover burnout and human error, as well as to provide advice, by analyzing the ergonomic factors. Method: Human Error Assessment and Reduction Technique was the identifying approach employed (HEART) in this study. The sample consisted of ten emergency room personnel from one of the hospitals in Yogyakarta. Results: The activity with the greatest HEP was the delivery of first aids, which had a value of 0.068. This activity requires more difficult and complex labor abilities, making human unreliability more significant and increasing the likelihood of human error. Conclusion: Recommendations are made to assist nurses in dealing with heavy and varied workloads so that the reliability of nurses at work can be increased and burnout can be reduced, including the suppression of environmental factors to be as small as possible to reduce the workload of nurses, urging nurses to begin monitoring the situation and taking anticipatory steps so that the burnout does not worsen, and holding regular sharing sessions among nurses, upgrading knowledge and fostering a sense of togetherness.
Analyzing Cognitive Ergonomics and Key Determinants of Mental Workload in PDPT Operators at Universities Hakim, Hakim; A.P., Rezki Amelia Aminuddin
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 10, No 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v10i1.23407

Abstract

The study commenced by quantitatively measuring the mental workload of Higher Education Operators (PDPT) through the NASA Task Load Index (NASA TLX). Results indicated an even distribution of mental workload between moderate and heavy levels, each comprising 50%. NASA TLX, a standard tool for assessing mental workload, offered insights into the operators' stress levels during task execution. Subsequently, Structural Equation Modeling (SEM) was employed to scrutinize factors impacting mental workload. Independent variables, encompassing completeness of data (CD), Feeder Dikti's time demands (FDTD), Internet network conditions (INC), task complexity (TC), and working period (WP), were tested against the dependent variable, the level of mental workload (LMW). This research provides a holistic understanding of factors contributing to PDPT operators' mental workload and how these factors influence the previously measured workload distribution with NASA TLX. This comprehensive insight adds context to the findings, forming a robust foundation for crafting more targeted management strategies to mitigate and manage mental workload in PDPT environments. Keywords: Mental Workload, NASA TLX, Work Period, PDPT Operator
Penguatan Budaya 5S di SMK X Pahang, Kuantan Untuk Menciptakan Lingkungan Sekolah Bersih dan Tertib Kusrini, Elisa; Soewardi, Hartomo; A.P, Rezki Amelia Aminuddin.; Basumerda, Chancard; A.P., Rezki Amelia Aminuddin; Ardiansyah, Lalu Muhammad Davin; Rana, Zahid Anugrah Muzaffar
Journal of Appropriate Technology for Community Services Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jattec.vol7.iss1.art6

Abstract

Lingkungan belajar yang bersih dan tertib menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman dan produktif. Namun, masih banyak sekolah yang belum memiliki budaya kerja yang terstruktur dalam menjaga kebersihan dan keteraturan. Program pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan dan menguatkan budaya 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) di Sekolah Menengah Kejuruan X Pahang, Kuantan. Metode kegiatan meliputi observasi awal, sosialisasi dan pelatihan 5S, implementasi lapangan, serta monitoring dan evaluasi.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kebersihan lingkungan sekolah sebesar 65% berdasarkan hasil observasi sebelum dan sesudah program, serta peningkatan partisipasi aktif warga sekolah hingga 80% dalam kegiatan rutin 5S. Selain itu, kesadaran siswa dan guru terhadap pentingnya kedisiplinan meningkat signifikan, yang terlihat dari konsistensi penerapan jadwal kebersihan dan keteraturan ruang kelas. Program ini juga membangun partisipasi aktif seluruh warga sekolah dan memperkuat rasa tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan belajar. Kendala yang dihadapi berupa kurangnya konsistensi awal dalam penerapan 5S, namun dapat diatasi melalui evaluasi dan pendampingan berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi awal terbentuknya budaya kerja bersih dan tertib yang berkelanjutan di lingkungan SMK X Pahang, Kuantan.
Penguatan Budaya Keselamatan Laboratorium Universitas X Malaysia melalui Identifikasi Risiko dan Penerapan K3 Soewardi, Hartomo; Kusrini, Elisa; Basumerda, Chancard; Gunawan, Azita Salsabiela; Parhan, Baiq Dewi Lestari; A.P., Rezki Amelia Aminuddin
Journal of Appropriate Technology for Community Services Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jattec.vol7.iss1.art7

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di laboratorium universitas merupakan aspek penting yang harus diterapkan untuk mencegah kecelakaan dan menciptakan lingkungan kerja yang aman. Namun, kesadaran dan kepatuhan terhadap prosedur K3 di beberapa laboratorium pendidikan masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan menguatkan budaya keselamatan kerja di laboratorium Universitas X Malaysia. Metode kegiatan meliputi observasi risiko di laboratorium teknik dan kimia, pelaksanaan pelatihan K3, simulasi evakuasi darurat, serta implementasi penerapan K3 selama empat minggu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa potensi risiko utama meliputi bahaya listrik, bahaya kimia, serta kurangnya penggunaan alat pelindung diri (APD). Setelah pelatihan dan implementasi, terjadi peningkatan signifikan dalam penggunaan APD, kepatuhan terhadap SOP, serta kesadaran mahasiswa dalam melaporkan potensi bahaya. Lingkungan laboratorium menjadi lebih aman, tertib, dan terorganisir. Tim K3 laboratorium yang dibentuk berhasil menurunkan tingkat ketidakpatuhan dari 60% menjadi 10%. Kegiatan ini berkontribusi dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan di lingkungan laboratorium universitas.
Pemberdayaan UMKM Risoles oleh Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Produksi, Desain Kemasan, dan Strategi Pemasaran Digital A.P., Rezki Amelia Aminuddin; Hakim, Hakim; Tahir, Tahir; Munawwarah, Suci Rizki; Mustamin, Reski Aulia Azzahra Lulu
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 9, No 2 (2025): EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v9i2.7649

Abstract

This community service program was implemented to empower Risoles Maycake MSMEs, managed by housewives in Berua Village, Biringkanaya District, Makassar City. The partners faced various challenges, including inconsistent and unhygienic production, simple packaging without brand identity, and conventional marketing strategies. The program activities consisted of training on risoles production based on food hygiene SOPs, product diversification, professional packaging design workshops, and training on digital marketing strategies using social media and marketplaces. The implementation method was participatory, involving socialization, training, application of appropriate technology, mentoring, and evaluation. The results indicated an increase in production capacity from 20–50 risoles per day to 100–150 risoles per day, the creation of three new attractive and informative packaging designs, and the adoption of digital marketing strategies that expanded the market reach to three city regions. Positive impacts were also evident, with an average sales growth of 40% within three months after the program's implementation. Therefore, this community service program proved effective in enhancing the competitiveness of risoles MSMEs and strengthening the economic independence of housewives.ABSTRAKProgram pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memberdayakan UMKM Risoles Maycake yang dikelola oleh ibu rumah tangga di Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Mitra menghadapi berbagai kendala, mulai dari produksi yang belum higienis dan konsisten, kemasan sederhana tanpa identitas merek, hingga pemasaran yang masih konvensional. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan produksi risoles berbasis SOP higienitas pangan, diversifikasi varian rasa, workshop desain kemasan profesional, serta pelatihan strategi pemasaran digital menggunakan media sosial dan marketplace. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi dari 20–50 risoles per hari menjadi 100–150 risoles per hari, munculnya tiga desain kemasan baru yang lebih menarik dan informatif, serta penerapan strategi digital marketing yang mampu memperluas pasar hingga tiga wilayah kota. Dampak positif juga terlihat dari peningkatan omzet rata-rata sebesar 40% dalam tiga bulan setelah program berjalan. Dengan demikian, kegiatan PKM ini terbukti efektif dalam meningkatkan daya saing UMKM risoles sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi ibu rumah tangga.