Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

Edukasi Pentingnya Asupan Gizi Pasca Donor Darah Di Gbi Rumah Persembahan Medan Purba, Sri Dearmaita; Elida Sinuraya; Rani Kawati Damanik
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah yang digunakan untuk keperluan transfusi darah. Setelah donor darah, hemoglobin (HB) dapat terkuras, untuk membantu tubuh mengganti kadar hemoglobin dalam darah, tubuh akan melakukan kompensasi dengan membentuk sel darah baru perlu asupan gizi yang baik dengan makan makanan yang bergizi tinggi dan protein yang cukup. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disusun dalam beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan/ interaksi, dan evaluasi. Hasil kegiatan edukasi berjalan dengan baik dan lancar, semua rencana kegiatan terselesaikan dengan baik. Sebagian peserta hanya memahami makan sekali saja telur rebus dan tablet penambah darah sudah mencukupi, akan tetapi sebagian peserta paham akan pentingnya asupan gizi ini karena donor darah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap 3 bulan kalau tidak ada halangan.
BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA PERLIS Simamora, Marthalena; Lasma Rina Efrina Sinurat; Rani Kawati Damanik
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap kejadian stunting pada anak. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi yang tidak memadai, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Bayi dengan BBLR memiliki cadangan nutrisi yang lebih rendah dan sistem imun yang belum berkembang optimal, sehingga rentan terhadap infeksi dan hambatan pertumbuhan. Berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara BBLR dan stunting, di mana bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting di usia balita. Faktor penyebab BBLR meliputi status gizi ibu yang kurang baik, komplikasi kehamilan, serta faktor sosial ekonomi dan lingkungan. Pencegahan stunting pada anak dengan riwayat BBLR memerlukan intervensi holistik yang mencakup pemantauan pertumbuhan, pemberian nutrisi yang adekuat, serta edukasi bagi ibu dan keluarga. Upaya pencegahan dan penanganan BBLR perlu mendapatkan perhatian serius untuk menekan angka kejadian stunting dan mendukung tumbuh kembang optimal anak.
Pembagian Makanan Tambahan (Pmt) Dan Edukasi Gizi Pada Ibu Hamil Di Lapangan Menteng Medan Purba, Sri Dearmaita; Antonij Edimarta Sitanggang; Rani Kawati Damanik
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi seimbang pada ibu hamil merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia yang akan menyebabkan efek yang sangat serius seperti kegagalan pertumbuhan fisik serta tidak optimalnya perkembangan dan kecerdasan. Dengan menjaga keseimbangan gizi pada ibu hamil sangat diperlukan agar kondisi ibu dan janin tetap sehat dan berkembang dengan baik. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang gizi seimbang selama kehamilan. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dengan pembagian leaflet dan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Menteng Medan, dengan jumlah ibu hamil sebanyak 27 orang. Adapun hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil sangat antusias terhadap materi yang disampaikan dan leaflet, serta PMT yang dibagikan, dari hasil edukasi didapatkan bahwa ibu hamil sangat memahami pentingnya asupan gizi ini. Kesimpulan yang didapatkan pada pengabdian masyarakat ini memberikan dampak positif sehingga ibu hamil dapat paham dan mampu mengimplementasikan pentingnya pemenuhan zat gizi seimbang selama kehamilan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN POSYANDU IBU HAMIL DAN BALITA DI PUSKESMAS HELVETIA MEDAN Purba, Agnes; Rani Kawati Damanik; Rosetty Sipayung; Monika Saragih; Goklas Royani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6758

Abstract

Latar belakang : Posyandu merupakan upaya kesehatan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat yang bertujuan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat terutama dalam pemantauan tumbuh kembang balita, kesehatan ibu hamil, dan pemberian imunisasi. Posyandu di Wilayah Puskesmas Helvetia mayoritas dikunjungi oleh ibu yang membawa balita untuk penimbangan berat badan dan imunisasi. Tujuan : Pemanfaatan posyandu oleh ibu hamil belum terbukti maksimal disebabkan oleh ibu hamil lebih banyak berkunjung ke klinik mandiri bidan dan ANC di posyandu tidak menjadi kebutuhan penting. Metode : Untuk itu PkM ini dilakukan dengan tujuan memberikan pelayanan kepada ibu hamil dan balita dalam pemeriksaan kesehatan. Hasil : Kegiatan PkM berjalan lancar di Posyandu Puskesmas Helvetia dengan jumlah peserta yang terdata sebanyak 12 orang ibu hamil, 22 orang balita dan 2 orang kader kesehatan. Pelaksanaan kegiatan dimulai dari advokasi ke Puskesmas Helvetia, menjalin komunikasi dengan kader dan masyarakat. Kesimpulan : PkM ini memberikan kesimpulan bahwa peran posyandu sangat penting dalam menentukan kualitas kesehatan ibu hamil dan balita dan perlu untuk dilakukan inovasi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat penting melalui pendampingan pada kader posyandu dari puskesmas.
PANTAU TUMBUH SI KECIL: YOK... UKUR STATUS GIZI Simamora, Marthalena; Rani Kawati Damanik; Sipayung, Normi Parida; Elsa Ignacia Simanjuntak; Octavia Arthago Sitorus
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6886

Abstract

Latar belakang: Status gizi balita sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak balita karena gizi merupakan sumber utama energi dan bahan pembentuk tubuh. Apabila anak mengalami kekurangan gizi dan tubuhnya tidak mendapat cukup zat penting seperti protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang maka anak akan tumbuh lebih lambat, berat badan tidak naik sesuai usia, mudah sakit, dan kemampuan berpikir atau belajar juga terganggu. Sebaliknya, kalau gizinya cukup dan seimbang, anak akan tumbuh tinggi, kuat, aktif, dan perkembangannya berjalan dengan baik sesuai usianya. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan pemantauan pertumbuhan balita dan mengukur status gizi anak balita.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi. Kegiatan ini diikuti oleh anak balita sebanyak 30 orang. Hasil: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil mencapai tujuan utama yaitu mengukur status gizi balita dan pemantauan pertumbuhan anak balita. Kesimpulan:  Hasil yang didapatkan bagi sasaran bahwa Balita dapat dilakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan dan pengukuran status perkembangan. Kegiatan ini bermanfaat untuk mengetahui status pertumbuhan dan perkembangan bayi dan Balita dan dapat digunakan sebagai upaya untuk mendeteksi secara dini stunting.