Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JAMBURA Journal of Architecture

ANALISIS DISTRIBUSI PAPARAN SINAR MATAHARI BERDASARKAN ORIENTASI DAN WAKTU MENGGUNAKAN APLIKASI FORMA AUTODESK: STUDI KASUS GEDUNG ARSITEKTUR UNIVERSITAS TADULAKO Mustakima, Dui Buana; Tamimi, Nadhil; Gamalia, Audita Nurul; Sudyatama, Andi Farid; Munarsi, Munarsi
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 1 (2025): JJoA : Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i1.31518

Abstract

Building orientation is an important aspect of modern architectural design that affects thermal comfort and energy efficiency. This study aims to analyze the influence of various building orientations on solar exposure in buildings located in Palu, Indonesia, which is situated near the equator. The methods used include data collection through physical measurements of buildings, the creation of 3D models, and analysis using the Forma application to measure the duration and intensity of sunlight across different orientations. The research findings indicate that the east-west orientation has the highest potential for optimal sunlight exposure, with 18-22% of the area receiving more than nine hours of sunlight per day, while 57-66% of the other areas only receive 0-1 hour of solar exposure. This study also recommends further research that integrates solar radiation measurements to gain a deeper understanding of the impacts that building orientation can create. It is hoped that these findings will provide significant contributions to planners, developers, and stakeholders, particularly for the city of Palu and areas with similar characteristics.
Kampung Segitiga Sompilan: Dinamika Ruang dan Kearifan Lokal Munandar, Munarsi; Suhardi, Cahyani; Mustakima, Dui Buana
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 2 (2025): JJoA : Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i2.34450

Abstract

Urbanisasi yang pesat di Yogyakarta telah mendorong transformasi kampung kota, termasuk Blok Sompilan di Kampung Pogung Kidul, yang kini menghadapi tekanan akibat komersialisasi lahan dan pembangunan infrastruktur kota. Permasalahan penelitian ini adalah menelaah bagaimana konfigurasi spasial Blok Sompilan terbentuk melalui praktik sosial warga serta nilai-nilai lokal yang memengaruhi pola spasialnya. Penelitian ini menganalisis produksi ruang di Blok Sompilan, Yogyakarta, dengan pendekatan teori produksi ruang Henri Lefebvre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Blok Sompilan dibentuk oleh jaringan jalan berbentuk segitiga yang mengurung pola hunian organik dimana bagian tengah stabil sedangkan bagian tepi lebih dinamis dengan bangunan  multifungsi Temuan ini menunjukkan bahwa Blok Sompilan tidak tumbuh karena “kekurangan” sistem formal, melainkan merupakan hasil produksi ruang yang kompleks dan adaptif: morfologi organik terbentuk dari pewarisan lahan, pembagian kapling dan pembangunan jalan; adanya ikatan emosional terhadap kampung  mendorong  warga untuk tetap bertahan di tengah urbanisasi. Sehingga mengembangkan praktik sosial seperti ngindung serta sistem kepemilikan lahan bangunan yang tumpang-tindih (hibrid). Sehingga ruang di Sompilan adalah ruang negosiasi terus‑menerus antara kebutuhan ekonomi, nilai kultural, dan intervensi infrastruktur formal, sehingga menghasilkan konfigurasi spasial kampung kota yang dinamis.