ABSTRACT Regional labor development plays a crucial role in promoting economic growth and enhancing the quality of human resources. In West Seram Regency, relatively favorable labor conditions continue to face challenges related to the limited availability of integrated and data-driven labor information systems and planning frameworks. This situation may hinder the sustainability of labor development if not addressed through systematic interventions. This community service initiative focuses on strengthening the regional labor system through assistance in the preparation and implementation of the Regional Labor Plan (RTKD) for the 2025–2029 period. The approach involved policy planning assistance conducted over a 90-day period, encompassing the collection and processing of labor data, the projection of labor supply and demand based on economic growth elasticity, and cross-sectoral coordination among local government institutions. The results indicate the establishment of a structured and integrated labor database, the formulation of medium-term labor projections, and the development of evidence-based labor policies, strategies, and programs. In addition, the activity enhanced the capacity of local government officials to utilize the RTKD as a reference for policy decision-making. Overall, this community service activity demonstrates that data-driven labor planning assistance is effective in strengthening more focused, measurable, and sustainable regional labor governance and has the potential to be replicated in regions with similar characteristics. ABSTRAK Pembangunan ketenagakerjaan di tingkat daerah merupakan elemen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di Kabupaten Seram Bagian Barat, capaian ketenagakerjaan yang relatif baik masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sistem informasi dan perencanaan ketenagakerjaan yang terintegrasi serta berbasis data. Kondisi tersebut berpotensi menghambat keberlanjutan pembangunan ketenagakerjaan apabila tidak ditangani secara sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada penguatan sistem ketenagakerjaan daerah melalui pendampingan penyusunan dan implementasi Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD) periode 2025–2029. Metode yang digunakan berupa pendampingan perencanaan kebijakan selama 90 hari kalender yang meliputi pengumpulan dan pengolahan data ketenagakerjaan, penyusunan proyeksi persediaan dan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan elastisitas pertumbuhan ekonomi, serta koordinasi lintas perangkat daerah. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya basis data ketenagakerjaan yang terstruktur dan terintegrasi, tersusunnya proyeksi tenaga kerja jangka menengah, serta dirumuskannya arah kebijakan, strategi, dan program ketenagakerjaan yang lebih berbasis bukti. Selain itu, kegiatan ini turut meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam memanfaatkan RTKD sebagai acuan pengambilan kebijakan. Secara keseluruhan, pengabdian ini menegaskan bahwa pendampingan perencanaan ketenagakerjaan berbasis data efektif dalam memperkuat tata kelola ketenagakerjaan daerah yang terarah, terukur, dan berkelanjutan, serta berpotensi direplikasi pada daerah dengan karakteristik serupa.