Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Metode SAS Berbasis Gambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Tunagrahita Ringan Di SLB Bhakti Luhur Malang Nini, Klemensia; Lika, Maria Oktaviana
Jurnal Pelayanan Pastoral Jurnal Pelayanan Pastoral (JPP) Vol. 5 No. 2 Oktober 2024
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), STP-IPI Malang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/jpp.v5i2.635

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the image-based Synthetic Analytical Structure Method (SAS) in improving early reading skills in children with mild intellectual disabilities at SLB Bhakti Luhur Malang. The application of the SAS method consists of three stages, namely the introduction of complete sentences accompanied by images, analysis of sentence elements into words, syllables, and letters, and re-synthesis of these elements into complete sentences. The method used is the single subject experiment method (Single Subject Research) with an A-B-A design. This method was chosen to evaluate the effectiveness of the image-based Synthetic Analytical Structure Method (SAS) in improving early reading skills in children with mild intellectual disabilities at SLB Bhakti Luhur Malang. At the baseline stage 1 (A1) reading ability is measured without intervention, while the intervention stage (B) the SAS method is applied which combines sentence recognition with images and synthetic analysis of sentence elements. The results showed an increase in the subject's reading ability from 29% from the baseline phase (A1) to 62% in the intervention phase (B), and reached 84% in baseline phase 2 (A2). These results indicate that this approach not only improves reading comprehension, but also encourages student involvement in more active and interesting learning activities. Despite significant improvements, children with intellectual disabilities still need additional guidance in combining letters and words from more complex sentence variations. The results and findings of this study provide opportunities for further research to continue to improve the quality of education for children with special needs and maximize their potential in reading. The results of this study make an important contribution to the development of more effective and creative teaching methods for children with special needs. This research opens up opportunities for further studies to address the challenges of reading instruction in the group of children with intellectual disabilities.
Meningkatkan Semangat Pengasuh Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Kelompok Kecil Evangelisasi di Bhakti Luhur Halimun Soko, Aldapiana; Nini, Klemensia
Amare Vol. 1 No. 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/ja.v1i2.106

Abstract

Pelayanan untuk anak berkebutuhan khusus di Bhakti Luhur merupakan panggilan hidup sebagai insan Kristiani yang meneladani Kristus yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Pola pembinaan sekolah-sekolah yang bernaung dibawah payung Yayasan Bhakti Luhur, mendidik kaum muda katolik untuk ikut serta dalam karya Kristus melalui pelayanan terhadap anak berkebutuhan khusus. Sebelum melayani, para pengasuh dibekali pengetahuan, keterampilan dan sikap terhadap anak berkebutuhan khusus. Selain itu ada program Live in bagi para pengasuh yang dilaksanakan dalam rangka pengembangan diri terlebih khusus pembentukan menjadi pribadi kristiani yang mampu hidup, berinteraksi dan melayani anak berkebutuhan khusus. Seiring berjalannya waktu, semangat pelayanan para pengasuh mulai mengalami pasang-surut. Terkadang tugas pelayanan dilakukan dengan enerjik, ceria dan gembira, namun terkadang sebaliknya. Hal ini ditunjukan dengan menurunnya kedisplinan dalam menggunakan waktu, kelesuan dalam melayani, bahkan kemalasan melakukan tugas-tugas pendampingan terhadap anak berkebuuhan khusus. Persoalan ini menuntut adanya pendampingan terutama secara rohani untuk mengarahkan, menyegarkan kembali dan mengingatkan kemabli akan penghayatan imannya akan Kristus. Metode yang digunakan adalah pendampingan rohani melalui kelompok kecil evangelisasi yang bertujuan agar pengasuh mampu memahami arti perutusan hidup sebagai orang terpilih oleh Allah dan menyadari makna hidup mengasihi sesama. Dari kegiatan evangelisasi kelompok yang diadakan di Bhakti LuhurHalimun selama 3 kali pertemuan dengan jarak waktu dua bulan, diperoleh hasil yakni pertemuan terlaksana dengan baik, pengasuh sangat berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Mereka sangat menghayati tema-tema yang didalami bersama, sehingga mereka cukup terbuka, untuk mensharingkan kelesuan yang mereka alami saat melayani anak berkebutuhan khusus di Bhakti Luhur Halimun. Para pengasuh menjadi lebih bersemangat dalam melayani dengan menunjukan wajah yang dulu lesu menjadi ceria dan gembira.
Fasilitasi Terapi bagi Orang Tua Penyandang Disabilitas di Kota Malang Wahyuni, Sri; Desa, Maria Vianti; Nini, Klemensia
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 3 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i3.18356

Abstract

Memiliki anak yang menyandang disabilitas bukanlah perkara mudah untuk menjalaninya. Berbagai tantangan akan dihadapi oleh orang tua dalam pengasuhan dikarenakan orang tua adalah pengasuh utama dari anak mereka. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melatih orang tua agar bisa menangani anaknya sendiri di rumah juga bisa menjadi tenaga sukarela di posko terapi yang mereka miliki di setiap kecamatan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan metode pelatihan selama 4 hari dengan 4 materi yaitu penanganan disabilitas tunarungu wicara, tunanetra, autis dan cerebral palsy. Keempat materi ini sengaja dipilih karena sesuai kebutuhan yaitu dari penyandang disabilitas yang ada keempat kasus ini yang paling banyak .Adapun hasil yang didapat adalah dari hasil pre-test dan post-test yang diberikan baik itu dari materi tunarungu wicara dari pretest dengan rata-rata sebesar 57% ke post-test dengan rata-rata sebesar 86,3%, materi tunanetra dari rata-rata pretest sebesar 42% ke post-test dengan rata-rata sebesar 87,6% materi autis rata-rata pre-test sebesar 58,7% dan rata-rata post-test sebesar 87,6%, materi cerebral palsy rata-rata pretest sebesar 22% ke post-test dengan rata-rata sebesar 88%. Dari hasil ini menunjukkan bahwa orang tua mengikuti dengan baik dan dalam evaluasi akhir semua peserta menginginkan untuk dimonitoring setelah pelatihan.
PELATIHAN PENGASUHAN UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS BAGI PARA PENGASUH DI YAYASAN BHAKTI LUHUR Nini, Klemensia; Wahyuni, Sri; Desa, Maria Vianti
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.59270

Abstract

Bhakti Luhur Foundation is a foundation engaged in handling children with special needs, including children with intellectual disabilities, physical disabilities, deaf-mute, and blind children. In this foundation, children with special needs are cared for, served, and educated so that their abilities develop under the guidance of caregivers. In the monthly evaluation, it was found that the development of children with special needs was not satisfactory, and upon further observation, it turned out that some caregivers lacked the competence to handle these children with special needs. This can be seen from their difficulties in accompanying children with intellectual disabilities while studying, caring for children with cerebral palsy, not mastering sign language, and not being fluent in reading and writing Braille. These problems certainly affect the quality of services provided to the children with special needs under their care. To prevent the service from deteriorating further, training needs to be held with the aim of improving the skills of caregivers, with the target of mastering both theory and practice. The training program provided includes training in handling children with special needs with intellectual disabilities, cerebral palsy, and deaf-mute and blind children. The material is delivered using lecture, discussion, question-and-answer methods, and hands-on practice. Participants consisted of 20 caregivers from 20 guesthouses, and the training was carried out over four days. The effectiveness of the training was measured using a pre-test and post-test with a target score above 70 (scale 0–100). The cumulative results showed that the theory score reached 86.97 and the practice score reached 85.90. These scores are categorized as very good. These results indicate that the training is effective in improving the caregivers’ understanding in both theory and practice so that they will be better prepared to handle children with special needs under their care, enabling the children’s development to be achieved optimally. Yayasan Bhakti Luhur adalah sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang penanganan anak berkebutuhan khusus antara lain anak tunagrahita, tunadaksa, tunarungu-wicara dan tunanetra.  Di Yayasan ini anak-anak berkebutuhan khusus di rawat, dilayani dan didik agar berkembang kemampuannya oleh para pengasuh. Dalam evaluasi bulanan ditemukan perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus kurang baik dan ketika diobservasi ternyata beberapa pengasuh kurang memiliki kompetensi untuk menangani anak-anak berkebutuhan khusus tersebut. Hal ini bisa dilihat dari kesulitan mereka dalam mendampingi anak tunagrahita saat belajar, merawat anak cerebral palsy, kurang menguasai bahasa isyarat dan tidak lancar dalam membaca serta menulis huruf braille. Masalah-masalah ini tentu akan memengaruhi layanan mereka terhadap anak berkebutuhan khusus yang diasuhnya. Untuk mencegah agar pelayanan tidak semakin buruk, maka perlu diadakan pelatihan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan pengasuh dengan target bisa menguasai teori dan praktik. Program pelatihan yang diberikan adalah pelatihan penanganan untuk anak berkebutuhan khusus tunagrahita, cerebral palsy, tunarungu-wicara dan tunanetra.  Materi disampaikan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik penanganan.  Peserta yang mengikuti sebanyak 20 pengasuh dari 20 wisma dan pelatihan dilaksanakan selama empat hari. Efektivitas pelatihan diukur dengan menggunakan pre-test dan post-test dengan target skor di atas 70 (skala 0-100). Adapun hasil yang dicapai secara akumulatif untuk skor teori mencapai skor 86,97 dan untuk skor praktik mencapai skor 85,90. Skor ini masuk kategori sangat baik. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif untuk meningkatkan pemahaman pengasuh dalam hal teori dan praktik sehingga akan lebih siap untuk menangani anak-anak berkebutuhan khusus yang diasuhnya dengan demikian perkembangan anak-anak berkebutuhan bisa dicapai secara lebih optimal.