Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Improving Vocabulary Reading Skills with Word Card and Picture Card for Moderate Intellectual Disabilities Subasno, Yohanes; Densi, Consita; Nini, Klemensia
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 8, No 2 (2021): December
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um029v8i22021p17-23

Abstract

Teaching reading functional vocabulary to students with intellectual disability (ID’s) is a challenge for teachers in special schools. They face many obstacles in teaching vocabulary which are caused by various factors, especially student characteristics and learning structures that are less practical and tend to be academic. This study aims to measure the effectiveness of using word cards and picture cards to improve vocabulary reading skills in moderate ID’s students. The type of research applied is single subject research, with multiple baseline across subject designs. The research subjects were two moderately ID’s students in grade 5 and grade 2 SLB-C1 Bhakti Luhur Malang. An instructor and an observer played an important role in this study. The experimental instrument used is Lesson Plan which consists of three units, each teaching two vocabularies. Data analysis is carried out by performing graphical inspections that focus on trend, latency, and level changes. The effectiveness was confirmed by Percentage of All Non-overlapping Data (PAND) in the intervention condition against the baseline-1 condition. The results showed that with the intervention, the target behavior in the form of vocabulary understanding had a trend of grades rising gradually touching a high level of score, and settling at a high level in the baseline-2 condition. The average PAND for subject-1 reached 80.55% (effective), and subject-2 reached 96.67% (very effective)
Konsep Spiritualitas Pastoral Paul Janssen dalam Pengalaman Alumni Institut Pastoral Indonesia dalam Tugas Gereja Wiwin, Wiwin; Nini, Klemensia; Fua, Maria Bintang Ahista
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2024): Volume 9, Nomor 2 - Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i2.10876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan memahami konsep spiritualitas pastoral Paul Janssen serta implementasinya dalam karya pastoral oleh alumni Institut Pastoral Indonesia (IPI) Malang. Paul Janssen dikenal sebagai tokoh yang mengedepankan pendekatan pastoral yang relasional, inkulturatif, dan transformatif. Konsep spiritualitas pastoral yang diusungnya telah memengaruhi pembentukan paradigma pastoral di IPI dan praktik pastoral para alumninya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana alumni IPI menerapkan prinsip-prinsip spiritualitas pastoral Janssen dalam pelayanan pastoral mereka, khususnya dalam konteks sosial, budaya, dan gerejawi yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan alumni yang terlibat dalam karya pastoral di berbagai wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas pastoral Janssen memberikan dasar yang kuat bagi alumni IPI dalam mengembangkan relasi yang bermakna dengan umat, beradaptasi dengan konteks lokal, dan menghadirkan pembaruan dalam karya pastoral. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa alumni IPI mengadopsi nilai-nilai kasih, harapan, dan iman yang terintegrasi dalam karya pelayanan, sejalan dengan semangat pastoral Paul Janssen yang inklusif dan berpusat pada umat.
Meningkatkan Kemampuan Decoding dan Memahami Makna Kata pada Anak Tunarungu Melalui Metode Struktural Analitik Sintetik Berbasis Multimodalitas Nini, Klemensia; Junaidi, Ahsan Romadlon
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12025p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan decoding dan pemahaman kata anak tunarungu melalui pengajaran pemahaman tulisan dan pengolahan kosa kata. Penelitian dilakukan pada tiga subyek tunarungu di SLB Bhakti Luhur Malang dengan desain eksperimen kuantitatif A-B-A-B. Penelitian dilakukan selama 21 sesi, termasuk fase baseline dan intervensi. Data dikumpulkan melalui tes dan observasi, kemudian dianalisis dengan analisis kondisi dan antar kondisi serta pendekatan multiple baseline cross variables. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode SAS berbasis multimodalitas secara konsisten meningkatkan kemampuan decoding dan pemahaman makna kata pada ketiga subyek tunarungu. Selanjutnya analisis multiple baseline cross variables mengungkapkan bahwa meskipun kedua kemampuan tersebut meningkat selama intervensi, hubungan antara peningkatan kemampuan decoding dan pemahaman makna kata tidak selalu linear pada setiap subyek dan fase. Ini menandakan bahwa kemajuan dalam decoding belum tentu diikuti oleh kemajuan yang proporsional dalam pemahaman makna kata, dan sebaliknya. Oleh karena itu, intervensi perlu mempertimbangkan dinamika kedua variabel secara terpisah sekaligus untuk mencapai hasil yang optimal.
Meningkatkan Semangat Pengasuh Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Kelompok Kecil Evangelisasi di Bhakti Luhur Halimun Soko, Aldapiana; Nini, Klemensia
Amare Vol. 1 No. 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/ja.v1i2.106

Abstract

Pelayanan untuk anak berkebutuhan khusus di Bhakti Luhur merupakan panggilan hidup sebagai insan Kristiani yang meneladani Kristus yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Pola pembinaan sekolah-sekolah yang bernaung dibawah payung Yayasan Bhakti Luhur, mendidik kaum muda katolik untuk ikut serta dalam karya Kristus melalui pelayanan terhadap anak berkebutuhan khusus. Sebelum melayani, para pengasuh dibekali pengetahuan, keterampilan dan sikap terhadap anak berkebutuhan khusus. Selain itu ada program Live in bagi para pengasuh yang dilaksanakan dalam rangka pengembangan diri terlebih khusus pembentukan menjadi pribadi kristiani yang mampu hidup, berinteraksi dan melayani anak berkebutuhan khusus. Seiring berjalannya waktu, semangat pelayanan para pengasuh mulai mengalami pasang-surut. Terkadang tugas pelayanan dilakukan dengan enerjik, ceria dan gembira, namun terkadang sebaliknya. Hal ini ditunjukan dengan menurunnya kedisplinan dalam menggunakan waktu, kelesuan dalam melayani, bahkan kemalasan melakukan tugas-tugas pendampingan terhadap anak berkebuuhan khusus. Persoalan ini menuntut adanya pendampingan terutama secara rohani untuk mengarahkan, menyegarkan kembali dan mengingatkan kemabli akan penghayatan imannya akan Kristus. Metode yang digunakan adalah pendampingan rohani melalui kelompok kecil evangelisasi yang bertujuan agar pengasuh mampu memahami arti perutusan hidup sebagai orang terpilih oleh Allah dan menyadari makna hidup mengasihi sesama. Dari kegiatan evangelisasi kelompok yang diadakan di Bhakti LuhurHalimun selama 3 kali pertemuan dengan jarak waktu dua bulan, diperoleh hasil yakni pertemuan terlaksana dengan baik, pengasuh sangat berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Mereka sangat menghayati tema-tema yang didalami bersama, sehingga mereka cukup terbuka, untuk mensharingkan kelesuan yang mereka alami saat melayani anak berkebutuhan khusus di Bhakti Luhur Halimun. Para pengasuh menjadi lebih bersemangat dalam melayani dengan menunjukan wajah yang dulu lesu menjadi ceria dan gembira.
Fasilitasi Terapi bagi Orang Tua Penyandang Disabilitas di Kota Malang Wahyuni, Sri; Desa, Maria Vianti; Nini, Klemensia
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 3 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i3.18356

Abstract

Memiliki anak yang menyandang disabilitas bukanlah perkara mudah untuk menjalaninya. Berbagai tantangan akan dihadapi oleh orang tua dalam pengasuhan dikarenakan orang tua adalah pengasuh utama dari anak mereka. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melatih orang tua agar bisa menangani anaknya sendiri di rumah juga bisa menjadi tenaga sukarela di posko terapi yang mereka miliki di setiap kecamatan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan metode pelatihan selama 4 hari dengan 4 materi yaitu penanganan disabilitas tunarungu wicara, tunanetra, autis dan cerebral palsy. Keempat materi ini sengaja dipilih karena sesuai kebutuhan yaitu dari penyandang disabilitas yang ada keempat kasus ini yang paling banyak .Adapun hasil yang didapat adalah dari hasil pre-test dan post-test yang diberikan baik itu dari materi tunarungu wicara dari pretest dengan rata-rata sebesar 57% ke post-test dengan rata-rata sebesar 86,3%, materi tunanetra dari rata-rata pretest sebesar 42% ke post-test dengan rata-rata sebesar 87,6% materi autis rata-rata pre-test sebesar 58,7% dan rata-rata post-test sebesar 87,6%, materi cerebral palsy rata-rata pretest sebesar 22% ke post-test dengan rata-rata sebesar 88%. Dari hasil ini menunjukkan bahwa orang tua mengikuti dengan baik dan dalam evaluasi akhir semua peserta menginginkan untuk dimonitoring setelah pelatihan.
PELATIHAN PENGASUHAN UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS BAGI PARA PENGASUH DI YAYASAN BHAKTI LUHUR Nini, Klemensia; Wahyuni, Sri; Desa, Maria Vianti
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.59270

Abstract

Bhakti Luhur Foundation is a foundation engaged in handling children with special needs, including children with intellectual disabilities, physical disabilities, deaf-mute, and blind children. In this foundation, children with special needs are cared for, served, and educated so that their abilities develop under the guidance of caregivers. In the monthly evaluation, it was found that the development of children with special needs was not satisfactory, and upon further observation, it turned out that some caregivers lacked the competence to handle these children with special needs. This can be seen from their difficulties in accompanying children with intellectual disabilities while studying, caring for children with cerebral palsy, not mastering sign language, and not being fluent in reading and writing Braille. These problems certainly affect the quality of services provided to the children with special needs under their care. To prevent the service from deteriorating further, training needs to be held with the aim of improving the skills of caregivers, with the target of mastering both theory and practice. The training program provided includes training in handling children with special needs with intellectual disabilities, cerebral palsy, and deaf-mute and blind children. The material is delivered using lecture, discussion, question-and-answer methods, and hands-on practice. Participants consisted of 20 caregivers from 20 guesthouses, and the training was carried out over four days. The effectiveness of the training was measured using a pre-test and post-test with a target score above 70 (scale 0–100). The cumulative results showed that the theory score reached 86.97 and the practice score reached 85.90. These scores are categorized as very good. These results indicate that the training is effective in improving the caregivers’ understanding in both theory and practice so that they will be better prepared to handle children with special needs under their care, enabling the children’s development to be achieved optimally. Yayasan Bhakti Luhur adalah sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang penanganan anak berkebutuhan khusus antara lain anak tunagrahita, tunadaksa, tunarungu-wicara dan tunanetra.  Di Yayasan ini anak-anak berkebutuhan khusus di rawat, dilayani dan didik agar berkembang kemampuannya oleh para pengasuh. Dalam evaluasi bulanan ditemukan perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus kurang baik dan ketika diobservasi ternyata beberapa pengasuh kurang memiliki kompetensi untuk menangani anak-anak berkebutuhan khusus tersebut. Hal ini bisa dilihat dari kesulitan mereka dalam mendampingi anak tunagrahita saat belajar, merawat anak cerebral palsy, kurang menguasai bahasa isyarat dan tidak lancar dalam membaca serta menulis huruf braille. Masalah-masalah ini tentu akan memengaruhi layanan mereka terhadap anak berkebutuhan khusus yang diasuhnya. Untuk mencegah agar pelayanan tidak semakin buruk, maka perlu diadakan pelatihan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan pengasuh dengan target bisa menguasai teori dan praktik. Program pelatihan yang diberikan adalah pelatihan penanganan untuk anak berkebutuhan khusus tunagrahita, cerebral palsy, tunarungu-wicara dan tunanetra.  Materi disampaikan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik penanganan.  Peserta yang mengikuti sebanyak 20 pengasuh dari 20 wisma dan pelatihan dilaksanakan selama empat hari. Efektivitas pelatihan diukur dengan menggunakan pre-test dan post-test dengan target skor di atas 70 (skala 0-100). Adapun hasil yang dicapai secara akumulatif untuk skor teori mencapai skor 86,97 dan untuk skor praktik mencapai skor 85,90. Skor ini masuk kategori sangat baik. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif untuk meningkatkan pemahaman pengasuh dalam hal teori dan praktik sehingga akan lebih siap untuk menangani anak-anak berkebutuhan khusus yang diasuhnya dengan demikian perkembangan anak-anak berkebutuhan bisa dicapai secara lebih optimal.