Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Profesionalitas Perawat yang Bekerja secara Sukarela di RSUD Kefamenanu: Deskriptif Kualitatif Usfinit, Paskalis Malafu; Margawati, Ani; Dwiantoro, Luky
Holistic Nursing and Health Science Vol. 5, No. 1 (2022): June
Publisher : Master of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hnhs.5.1.2022.74-83

Abstract

Introduction: The role of nurses who work voluntarily in hospitals has contributed to hospital services. In this study, it is still limited to obtain research results that discuss the phenomenon of nurses who work voluntarily.Objective: This study was to describe the professional role of nurses who work voluntarily at the Kefamenanu General Hospital.Methods: This research was a qualitative method with a qualitative descriptive approach. The sampling technique was a purpose sampling technique. The instrument in this study used an interview guide. The samples in this study was the stake holder who has the authority in TTU district. This research was conducted at the Kefamenanu Hospital. The data was collected by in-depth interviews with semi-structured interviews and analysed by using content analysis.Results: Nurses who work voluntarily and salaries are paid below the regional minimum wage standard have a very important role in the Kefamenanu Hospital. The role is to have multiple skills, contribute to the improvement of services in hospitals and have a positive impact on services in hospitals.Conclusion: The nurses always have a high commitment when they are working in kefamenanu hospital. They work professionally and do not care attentionally with the salary they will receive.
GAMBARAN EVALUASI PELAKSANAAN PERAN KADER POSYANDU BALITA DI DESA KABUNA WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS HALIWEN Bere, Maria Fatima Fetok; Mau, Djulianus Tes; Usfinit, Paskalis Malafu
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 6 No. 01 (2024): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2024
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v6i01.6428

Abstract

Latar Belakang: Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan pusat pelayanan kesehatan masyarakat di mana masyarakat dapat melakukan konsultasi kesehatan dan memperoleh pelayanan kesehatan di tingkat desa. Kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan terpadu.Di dalam kegiatan posyandu terdapat beberapa petugas yang memiliki peran penting salah satunya adalah kader. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran evaluasi pelaksanaan peran kader posyandu balita di Desa Kabuna wilayah kerja UPTD Puskesmas Haliwen. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan evaluasi pelaksanaan peran kader posyandu balita di Desa Kabuna Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Haliwen. Dilaksanakan di 10 posyandu di Desa Kabuna Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Haliwen pada bulan Maret 2023 sampai dengan bulan Agustus 2023. Populasi adalah semua kader yang ada di Desa Kabuna, di Wilayah kerja UPTD Puskesmas Haliwen yang berjumlah 50 orang. Hasil: didapatkan sebagian besar kader telah menjalankan perannya dalam pelaksanaan sistem lima meja dengan kategori baik (46 %) dan kategori cukup (54%). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kader dalam pelaksanaan sistem lima meja berada pada kategori baik (46%) dan kategori cukup (54%).
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN ABORTUS POST KURETASE DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT DI RSUD MGR. GABRIEL MANEK, SVD, ATAMBUA Koi, Elma Yanti Ningsi; Nahak, Maria Paula Marla; Usfinit, Paskalis Malafu
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 7 No. 01 (2025): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v7i01.9104

Abstract

Latar Belakang: Kebutuhan fisik dan psikologis yang tidak terpenuhi selama kehamilan akan menyebabkan terjadinya abortus inkomplit yang memerlukan kuretase. Tindakan kuretase pada pasien abortus inkomplit dapat menyebabkan nyeri perut dan rasa tidak nyaman. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami abortus post kuretase dengan masalah nyeri akut di Ruang Cempaka RSUD MGR. Gabriel Manek SVD, Atambua. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan pada 2 orang pasien (Ny. Y.M dan Ny. Y.P) yang mengalami abortus post kuretase dengan masalah nyeri akut di ruang Cempaka RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD, Atambua. Studi kasus ini dilakukan pada 6-14 Februari 2024. Penelitian ini menggunakan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian; perumusan diagnosis keperawatan; rencana tindakan; implementasi; dan evaluasi. Hasil: Hasil evaluasi akhir pada kedua pasien menunjukkan bahwa setelah diberikan tindakan keperawatan manajamen nyeri, masalah nyeri akut teratasi. Kesimpulan: Setelah dilakukan asuhan keperawatan pada Ny. Y.M dan Ny. Y.P selama 3 hari dengan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi, masalah nyeri akut teratasi.
Pelatihan dan Pendampingan Kepada Pengawas Menelan Obat (PMO) dalam Upaya Meningkatkan Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Haliwen Usfinit, Paskalis Malafu; Olo, Annita; Akoit, Handrianus
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v8i1.21330

Abstract

Pulmonary tuberculosis can cause serious problems and even death in people who have been infected with the mycobacterium tuberculosis bacteria. Tuberculosis patients will usually undergo treatment for a long time. Patients will get a treatment period of approximately 6 to 9 months. As a result of this long period of treatment, there are many cases reported that TB patients do not take medicine regularly, drop out of taking medicine, patients who have received medicine but are lazy to complete treatment for up to 6 months, already feel healthy finally drop out of treatment and family lacks support in completing treatment. Tuberculosis patients who are on medication need someone to always supervise and educate them. This person is usually called a Medication Swallowing Supervisor. Drug swallowing supervisors can come from family members, neighbors or the general public who have volunteered to help TB patients. PMO who come from the general public must be given training so that they have basic knowledge and skills in communication and negotiation so that they can convince TB patients and their families to take the correct treatment and complete treatment. This service method is in the form of training and mentoring which is carried out in several stages, namely preparation, implementation and sustainability of the program. The results of the pre and post tests on all trainees showed an increase in the ability of the trainees.