Siregar, Nadia Safira
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

THE INFLUENCE OF PEER RELATIONSHIPS ON SMOKING BEHAVIOR & DRUG ABUSE IN ADOLESCENTS Susanti, Nofi; Adawiyah, Azzahra Al; Pratiwi, Atikah; Siregar, Nadia Safira; Inayah, Fiqih
HEARTY Vol 12 No 3 (2024): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v12i3.16706

Abstract

Basically, teenage behavior is a time when they are looking for their identity and want the freedom to do things they like and want. Smoking behavior and drug abuse are still problems in the current era of globalization. The influence of peer relationships is the main factor in influencing a teenager's attitudes and behavior towards using cigarettes and drugs. The aim of this research is to determine the influence of peer relationships on smoking behavior and drug abuse in adolescents. This research method is a literature review, which involves collecting data by understanding and studying theories from various literature that is relevant to the research. The results of the research stated that based on the 3 factors identified, namely, invitations or persuasion from friends had a higher percentage compared to the behavior of wanting to try and stress due to the burden of studying/learning work/work. The conclusion of this research is that the influence of peer relationships is the main factor in influencing teenagers' attitudes and behavior regarding cigarette and drug use.
OVERVIEW OF THE IMPLEMENTATION OF OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH AT PT. PLN PERSERO UPDL TUNUNGAN MEDAN Lubis, Irwansyah; Balqis, Alya Alfiyanti; Dalimunthe, Isnaini Alya Amanda; Zahara, Asni; Siregar, Nadia Safira; Siregar, Nazwa Syafira Irwani; Asti, Rahma Dwi; Artila, Tita; Wahyuni, Sri
HEARTY Vol 13 No 3 (2025): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i3.20036

Abstract

Occupational Safety and Health (K3) is an effort to create a workplace that is safe, healthy and free from environmental pollution, so as to protect and prevent workers from work accidents. PLN (Persero) UPDL Tuntungan is a State-Owned Enterprise (BUMN) agency engaged in the distribution of electrical energy and electricity services. The method used in this research is qualitative by systematically interviewing workers, managers, and HSE at PT PLN UPDL Tuntungan. The results showed that the company has run a number of structured and scheduled programs. These programs include internal and external training, provision of OHS facilities, periodic inspections, and involving workers in discussion and evaluation forums. A healthy and risk-free work environment will create a conducive working atmosphere, which in turn supports the achievement of company targets.
Hubungan Antara Budaya K3 dengan Produktivitas Tenaga Kerja di Sektor Konstruksi Siregar, Nadia Safira; Siregar, Nazwa Syafira Irwani; Artila, Tita; Hasibuan, Abdurrozzaq
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): JPEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v3i2.1239

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan sebuah upaya yang dilakukan dengan tujuan untuk dapat meningkatkan serta melakukan pemeliharaan kesehatan secara fisik, mental, dan sosial. Budaya K3 dapat diartikan sebagai nilai-nilai, keyakinan, persepsi, sikap, dan perilaku yang dimiliki bersama oleh seluruh anggota organisasi terkait dengan K3. Produktivitas tenaga kerja bukan merupakan sesuatu yang stabil setiap saat, produktivitas tenaga kerja ini bisa berubah-ubah dari waktu ke waktu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan studi literatur review, sumber diambil dari Proquest, ovid, google scholar. Jurnal yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 10 jurnal penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa Menggolongkan tingkat kematang budaya K3 menjadi lima tingkatan: pathological, reactive, kalkulative, proactive dan generative. Model ini dapat membantu organisasi untuk organisasi untuk mengidentifikasi kelemahan serta kekuatan organisasi dalam menjalankan program keselamatan kerja. Produktivitas tenaga kerja merupakan salah satu unsur utama.Banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja yaitu, Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam kontrol tenaga kerja, seperti pengalaman, disiplin kerja, dan motivasi kerja, Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar kontrol tenaga kerja seperti cuaca, perubahan gambar, dan ketersediaan material.
Tugas, Wewenang, Tanggung Jawab, dan Kompetensi Administrator Kesehatan Siregar, Nadia Safira; Al-Anshary, Aisyah Sholeh; Pratiwi, Atikah; Hera, Salwa Radha; Wasiyem, Wasiyem
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Administrator Kesehatan memiliki peran penting dalam memastikan oprasional fasilitas pelayanan kesehatan berjalan secara efektif, efisien, dan sesuai regulasi untuk memberikan layanan berkualitas tinggi. penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tugas, wewenang, tanggung jawab, dan kompetensi administrator kesehatan dalam manajemen pelayanan kesehatan. Metode Penelitian yang di gunakan studi pustaka (library research), dengan data sekunder yang diperoleh dari literatur relavan, termasuk jurnal, buku, dan artikel ilmiah terkait administrator kesehatan. Administrator kesehatan memiliki tanggung jawab utama dalam perencanaan strategis, pengelolaan sumber daya manusia, manajemen keuangan, dan penerapan teknologi informasi kesehatan. Selain itu, mereka harus memastikan kepatuhan terhadap regulasi kesehatan, meningkatkan mutu layanan, dan mempersiapkan fasilitas kesehatan menghadapi situasi darurat. Dengan kolaborasi lintas sektor, pelatihan berkelanjutan, dan evaluasi yang efektif, administrator kesehatan dapat mengoptimalkan pelayanan kesehatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualifikasi profesional, keterampilan manajerial, dan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan sangat penting untuk mendukung keberhasilan administrator kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.