Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RISK FACTORS OF NON-COMMUNICABLE DISEASES Al-Anshary, Aisyah Sholeh; Susanti, Nofi; S., Eva Mulyani; Sari, Kurnia Permata; Hera, Salwa Radah
HEARTY Vol 12 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v12i4.16855

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) continue to be the leading cause of death and disability worldwide. This study investigates the main risk factors for NCDs by systematically reviewing the latest literature and literature studies. The main focus is on the influence of genetic factors, life behavior, socio-economic conditions and environmental factors as the main determinants of this disease. Through critical analysis of multiple data sources, including medical textbooks and peer-reviewed journal articles, this study identified that poor diet, physical inactivity, tobacco use, and exposure to environmental pollutants significantly increase the risk of NCDs. This study also emphasizes the importance of interventions at the policy and individual levels to address these risk factors. It is hoped that the results of this study can become a basis for developing more effective preventive and health promotion strategies in the future.
Tugas, Wewenang, Tanggung Jawab, dan Kompetensi Administrator Kesehatan Siregar, Nadia Safira; Al-Anshary, Aisyah Sholeh; Pratiwi, Atikah; Hera, Salwa Radha; Wasiyem, Wasiyem
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Administrator Kesehatan memiliki peran penting dalam memastikan oprasional fasilitas pelayanan kesehatan berjalan secara efektif, efisien, dan sesuai regulasi untuk memberikan layanan berkualitas tinggi. penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tugas, wewenang, tanggung jawab, dan kompetensi administrator kesehatan dalam manajemen pelayanan kesehatan. Metode Penelitian yang di gunakan studi pustaka (library research), dengan data sekunder yang diperoleh dari literatur relavan, termasuk jurnal, buku, dan artikel ilmiah terkait administrator kesehatan. Administrator kesehatan memiliki tanggung jawab utama dalam perencanaan strategis, pengelolaan sumber daya manusia, manajemen keuangan, dan penerapan teknologi informasi kesehatan. Selain itu, mereka harus memastikan kepatuhan terhadap regulasi kesehatan, meningkatkan mutu layanan, dan mempersiapkan fasilitas kesehatan menghadapi situasi darurat. Dengan kolaborasi lintas sektor, pelatihan berkelanjutan, dan evaluasi yang efektif, administrator kesehatan dapat mengoptimalkan pelayanan kesehatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualifikasi profesional, keterampilan manajerial, dan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan sangat penting untuk mendukung keberhasilan administrator kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Analisis Hubungan Karakteristik Pasien Rawat Jalan Terhadap Kejadian Diabetes Melitus Di RSU Sundari Tahun 2024 Suraya, Rani; Al-Anshary, Aisyah Sholeh; Salsabila, Salsabila; Manurung, Jahrani; Nabilah, Nanda
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2067

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan karakteristik pasien dengan kejadian DM pada pasien rawat jalan di RSU Sundari Medan tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional), melibatkan 353 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling dari populasi 3.026 pasien rawat jalan. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan α=0,05. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara usia dengan kejadian DM (p=0,001), sementara jenis kelamin (p=0,263) dan tingkat pendidikan (p=0,350) tidak menunjukkan hubungan. Disimpulkan bahwa peningkatan usia berkontribusi terhadap meningkatnya risiko DM. Rekomendasi yang diberikan adalah perlunya kesadaran masyarakat untuk deteksi dini faktor risiko pada kelompok usia lanjut serta penguatan program edukasi pencegahan DM di fasilitas layanan kesehatan.