Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERBANDINGAN KARAKTERISTIK DAN KUALITAS JAHITAN BENANG MEREK X DAN Y PADA CELANA BERBAHAN KAIN TENUN Pradifta, Reski Alya; Hanafi, Andhi Sukma; Novianto, Wawan Dwi; Tuwarno, Tuti Purwanti; Kevasoka, Contardo Alfabian
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5409

Abstract

The textile industry requires high-kualitasnce sewing threads to ensure product quality, particularly in terms of seam tensile strength, which is a critical factor in garment applications. Standards such as SNI 8213:2016 and SNI ISO 13935-1:2012 serve as benchmarks for evaluating the quality of threads and seams. However, comprehensive comparative studies on the kualitasnce of specific thread brands remain limited. This study aims to evaluate the single thread and seam tensile strength of two brands of polyester 40/2 sewing threads, Brand X and Brand Y, using controlled standard parameters. The methods applied include thread count testing, elongation, single thread tensile strength (tenacity), and seam tensile strength in accordance with SNI 8213:2016 and SNI ISO 13935-1:2012. Seams were constructed on woven fabric using a lockstitch machine, Dbx1 85/13 needle, and 12 SPI. Data were analyzed using multiple linear regression to determine significant differences and correlations between thread brands. Results show that Brand X has a single thread tensile strength of 35.27 cN/tex, and Brand Y has 33.00 cN/tex, both meeting the minimum standard of 33 cN/tex. The seam tensile strength was 369.62 N for Brand X and 301.11 N for Brand Y, with a statistically significant difference based on regression analysis (? = 0.5049x - 178.77). This study confirms that Brand X outperforms Brand Y, particularly in seam tensile strength. The contribution of this research lies in its multidimensional approach to thread quality evaluation, offering valuable references for the textile industry in selecting appropriate sewing threads for specific applications. Further research is recommended to explore the effects of stitch parameter variations and environmental conditions on seam quality. ABSTRAKIndustri tekstil memerlukan benang jahit dengan kualitas tinggi untuk mendukung kualitas produk, khususnya dalam aspek kekuatan tarik jahitan yang menjadi faktor penting pada aplikasi pakaian. Standar SNI 8213:2016 dan SNI ISO 13935-1:2012 telah menjadi acuan dalam mengevaluasi mutu benang dan jahitan, namun penelitian terhadap kualitas merek benang tertentu dengan metode analisis komprehensif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan tarik helai dan jahitan dua merek benang poliester 40/2, yakni merek X dan Y, menggunakan parameter standar yang terkontrol. Metode yang digunakan mencakup pengujian nomor benang, elongasi, kekuatan tarik helai (tenacity), dan kekuatan tarik jahitan sesuai SNI 8213:2016 dan SNI ISO 13935-1:2012. Jahitan dibuat pada kain tenun menggunakan jenis mesin lockstitch, jarum Dbx1 85/13, dan SPI 12. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengidentifikasi hubungan dan perbedaan signifikan antara merek benang. Hasil menunjukkan bahwa benang X memiliki kekuatan tarik helai sebesar 35,27 cN/tex dan benang Y sebesar 33,00 cN/tex, yang keduanya memenuhi standar minimal 33 cN/tex. Kekuatan tarik jahitan menunjukkan nilai 369,62 N untuk benang X dan 301,11 N untuk benang Y, dengan perbedaan signifikan berdasarkan analisis regresi (? = 0,5049x - 178,77). Penelitian ini mengonfirmasi bahwa benang X memiliki kualitas unggul dibandingkan benang Y, khususnya dalam kekuatan tarik jahitan. Kontribusi penelitian ini terletak pada penilaian mutu benang berdasarkan pendekatan multidimensi, memberikan referensi bagi industri tekstil dalam pemilihan benang yang sesuai untuk aplikasi spesifik. Penelitian lanjutan diusulkan untuk mengeksplorasi pengaruh variasi parameter jahitan dan kondisi lingkungan terhadap kualitas jahitan.
OPTIMASI SUHU PADA PROSES SEAM SEALING UNTUK MENINGKATKAN KINERJA TAHAN AIR PADA JAKET WATERPROOF Murti, Wilda; Hanafi, Andhi Sukma; Noviana, Kamelia Yogi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8865

Abstract

The seam sealing process is a crucial stage in the production of waterproof garments, serving to close stitch holes and prevent water penetration. However, the quality of the seam seal highly depends on process parameters such as temperature, pressure, and machine speed. This study investigates the effect of sealing temperature variation on the waterproof performance of seam seals using two different adhesive tapes. Two fabric samples were tested: Sample A (polyurethane–polyester blended tape) and Sample B (pure polyester tape). The tests were conducted following the AATCC 127:2022 standard using a Hydrostatic Pressure Tester with water at 21 ± 2°C and a pressure increase rate of 60 mbar/min; the hydrostatic head value (mmH?O) was recorded when the first three water droplets appeared on the dry side of the fabric. In addition to the supplier’s recommended temperature (480°C), sealing temperatures ranging from 230°C to 500°C were applied to determine the optimal temperature. The results showed that Sample A maintained stable waterproof performance across a wider temperature range (260–470°C), achieving the highest value of 9812.71 mmH?O at 470°C. In contrast, Sample B reached its peak value of 5710.41 mmH?O at 410°C and exhibited greater sensitivity to temperature changes. These findings indicate that the tape composition (presence of polyurethane) and the precise selection of sealing temperature are key factors in achieving optimal waterproof seam quality. Further research is recommended to optimize process parameters (temperature, pressure, and contact time) and to evaluate long-term durability for waterproof garment manufacturing applications. ABSTRAK Proses seam sealing merupakan tahap penting dalam pembuatan pakaian tahan air (waterproof jacket) yang berfungsi menutup celah jahitan agar tidak tembus air. Namun, kualitas hasil seam seal sangat bergantung pada pengaturan parameter proses seperti suhu, tekanan, dan kecepatan mesin. Penelitian ini menelaah pengaruh variasi suhu penyegelan terhadap kekedapan air sambungan jahitan (seam seal) pada dua jenis sampel kain menggunakan pita perekat tape berbeda. Dua sampel yang diuji adalah: Sampel A (tape campuran poliuretan–poliester) dan Sampel B (tape poliester murni). Pengujian dilakukan berdasarkan standar AATCC 127:2022 dengan Hydrostatic Pressure Test pada kondisi air 21 ± 2°C dan laju peningkatan tekanan 60 mbar/menit; nilai hydrostatic head (mmH?O) dicatat ketika muncul tiga tetes pertama pada sisi kering kain. Selain pengujian pada suhu rekomendasi supplier (480°C), dilakukan variasi suhu dari 230°C sampai 500°C untuk menentukan suhu optimal. Hasil menunjukkan bahwa Sampel A mempertahankan kekedapan air yang stabil pada rentang luas (260–470°C) dengan nilai tertinggi 9812,71 mmH?O pada 470°C, sedangkan Sampel B menunjukkan nilai puncak 5710,41 mmH?O pada 410°C dan performa yang lebih sensitif terhadap perubahan suhu. Temuan ini mengindikasikan bahwa komposisi tape (keberadaan poliuretan) dan penentuan suhu penyegelan yang tepat merupakan faktor kunci dalam menghasilkan seam seal yang kedap air. Rekomendasi pengembangan meliputi optimasi parameter proses (suhu, tekanan, waktu kontak) dan uji ketahanan jangka panjang untuk aplikasi manufaktur pakaian tahan air.  
Analisis Optimalisasi Manajemen Keuangan dalam Meningkatkan Kinerja Bisnis Visa Cotton Batik Kota Surakarta Hanafi, Andhi Sukma; Pradifta, Reski Alya; Novianto, Wawan Dwi
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/btvx6h97

Abstract

Visa Cottonbatik adalah sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang didirikan oleh Zulfa Rahma Wati dan Angger pada tahun 2015. Permasalahan yang dihadapi oleh Visa Cottonbatik sebagai PT. Perorangan saat ini adalah pengelolaan manajemen keuangan. Masalah keuangan yang sering dihadapi oleh PT Perseorangan diantaranya adalah: Arus kas tidak konsisten, kurangnya perencanaan keuangan, pengeluaran berlebihan, kurangnya pemisahan keuangan pribadi dan bisnis, dan kurangnya pengawasan terhadap inventaris dan persediaan. Tujuan dari kegiatan PkM pada Visa Cottonbatik, adalah untuk (1) Meningkatkan kapasitas manajemen keuangan, (2) Implementasi teknologi Keuangan digital, (3) Meningkatkan tertib administrasi keuangan, (4) Meningkatkan daya saing usaha, (5) Menyediakan dasar untuk akses modal. Metode pelaksanaan PkM yang digunakan adalah Analisa kebutuhan, seleksi aplikasi, diskusi, pelatihan penggunaan dan pendampingan. Setelah kegiatan diskusi antara Tim Pengabdian dan Pemilik Visa Cottonbatik maka disepakati ntuk menggunakan Aplikasi KasirPintar yang diunduh melalui Playstore. Kegiatan pendampingan berkelanjutan dan pelatihan tambahan tentang manajemen keuangan lanjutan, dipandang perlu untuk dilaksanakan pada kegiatan PkM tahun berikutnya.