Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IDENTIFIKASI JASA EKOSISTEM PERKEBUNAN TEH MEDINI KABUPATEN KENDAL UNTUK MENDUKUNG PENGELOLAAN PARIWISATA BERKELANJUTAN Nurita, Oktavinda Jihan; Saoki, Rafi Nadhifa; Banowati, Chelsea; Sahariyah, Nafa Hatus; Pakarti, Rismala Airdia Indah; Heriyanti, Andhina Putri; Fariz, Trida Ridho
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan pariwisata berkelanjutan merupakan pendekatan yang memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pengembangan dan pemanfaatan sumber daya pariwisata. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa aktivitas pariwisata memberikan manfaat jangka panjang tanpa merusak lingkungan, budaya, atau ekonomi lokal yang telah tersedia. Penelitian ini berlokasi di Perkebunan Teh Medini, Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jasa ekosistem pada Perkebunan Teh Medini dan mengetahui kelompok jasa ekosistem apa saja yang unggul pada perkebunan teh tersebut. Jasa ekosistem merupakan keuntungan atau manfaat yang didapat oleh manusia ketika sedang berinteraksi dengan alam. Jasa ekosistem terbagi menjadi jasa penyediaan (Provisioning), jasa pengaturan (Regulating), jasa budaya (Culture) dan jasa pendukung (Supporting). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data primer melalui wawancara terhadap empat narasumber dan observasi langsung di Perkebunan Teh Medini., sedangkan data sekunder diperoleh melalui berbagai studi literatur. Pada penelitian ini terdapat interaksi antara masyarakat sekitar dengan jasa ekosistem Perkebunan Teh Medini. Inventaris jasa yang teridentifikasi diantaranya (1) Jasa penyediaan: pangan, air bersih, bahan bakar dan pakan ternak; (2) Jasa pengaturan: pengaturan iklim, tata aliran air, pencegahan dan perlindungan dari bencana, pemurnian air, pengolahan limbah, pemeliharaan kualitas udara, dan pengendalian hama; (3) Jasa budaya: tempat tinggal dan ruang hidup, rekreasi dan ecotourism, dan estetika; (4) Jasa pendukung: pembentuk lapisan tanah, siklus hara, dan biodiversitas. Dari keempat jenis jasa tersebut dapat dilihat bahwa jasa yang paling unggul dalam pemanfaatannya di masyarakat adalah jasa penyediaan dan jasa budaya.
PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH MENGGUNAKAN LARVA BLACK SOLDIER FLY SEBAGAI PENGEMBANGAN EKONOMI SIRKULAR DI DESA JETAK Heriyanti, Andhina Putri; Atunnisa, Rifa'; Haris, Amnan; Jabbar, Abdul; Naufal, Muhammad Ahganiya; Fariz, Trida Ridho; Nurita, Oktavinda Jihan
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v8i2.7692

Abstract

Sumber sampah organik dari kegiatan pertanian serta rumah tangga di Desa Jetak menjadikan perlunya pengelolaan yang tepat yang bisa memberikan manfaat ekonomi namun ramah lingkungan. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian adalah pelatihan pengolahan sampah organik menggunakan larva BSF (Black Soldier Fly). Kegiatan pengabdian dilakukan dengan tahap persiapan, tahap kegiatan sosialisasi dan pelatihan hingga evaluasi. Pada tahap evaluasi diketahui bahwa semua peserta merasa bahwa kegiatan ini menarik dan mengganggap bahwa pengolahan sampah organik menggunakan larva BSF itu efektif dan efisien, walaupun cukup banyak peserta yang merasa geli dengan larva BSF.
Analisis Risiko Proses Operasional Industri Tahu di Candisari, Kota Semarang Zulfani, Jihan; Yuniar, Azka Dwi; Novitasari, Diandra; Nurita, Oktavinda Jihan; Pratiwi, Evi Juliani Ayu; Haris, Amnan; Heriyanti, Andhina Putri
Jurnal Riptek Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35475/riptek.v19i2.324

Abstract

The food industry has various potential risks that can affect workplace safety, production smoothness, and product quality. Loso Tofu Factory in Semarang City is a medium-scale industry facing such risks. This study aims to analyze risks in the tofu production process using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method and Risk Priority Number (RPN). Among 13 identified risks, five main risks were prioritized for mitigation: slippery production area (R10), soybean spillage due to employee slips caused by slippery areas (R9), tofu crumbling during cutting (R11), mixing of waste with soybeans (R2), and incorrect tofu cutting (R12). Mitigation measures include improving Standard Operating Procedures (SOP), conducting work training, using Personal Protective Equipment (PPE), and maintaining production equipment. The results demonstrate that implementing mitigation strategies can enhance workplace safety, production efficiency, product quality, and ensure industrial sustainability. This research underscores the importance of proactive risk management in maintaining operational continuity and product standards in the food industry. By addressing these prioritized risks, Loso Tofu Factory can minimize disruptions, reduce hazards, and strengthen its position as a sustainable medium-scale enterprise. The integration of FMEA and RPN provides a systematic approach to identifying and managing critical risks, offering a model for similar industries to improve safety and production outcomes.