Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN SIFAT FISIK, KIMIA, DAN BIOLOGI PADA TANAH BERPASIR DI BEBERAPA WILAYAH INDONESIA Aprilia, Rennanti Lunnadiyah; Sukur, Sukur
Jurnal Agroteknologi (Agronu) Vol 1 No 02 (2022): Jurnal Agroteknologi (Agronu)
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.585 KB) | DOI: 10.53863/agronu.v1i02.475

Abstract

The growth, development and yield of plant production are influenced by soil properties, both physical, chemical and biological properties of the soil. The physical properties of the soil include texture, structure, consistency, soil moisture (the ability of the soil to hold water) and soil permeability. Soil chemical properties include soil pH, cation exchange capacity and nutrient content. Nutrient content, consisting of mineral and organic content including nitrogen, phosphorus, potassium and other materials. Biological properties of soil are microorganisms that decompose organic matter that live in the soil. To get optimal yields on sandy soil, a solution is needed to solve the problem of physical, chemical and biological properties of sandy soil. This study uses secondary data aimed at knowing the physical, chemical and biological conditions that exist in several coastal areas in Indonesia. The results obtained treatment recommendations to improve the physical, chemical and biological conditions of sandy soil so as to produce optimal plant production. Based on the data obtained, to improve the condition of the sandy soil, several soil amendments can be used, including using compost, manure, biochar, and nitrogen fixing. The results showed that the addition of soil amendments improved soil quality, especially on the physical properties of the soil where in sandy soil the most important thing was the ability of the soil to hold water and maintain available nutrients in the soil. The most important soil chemical properties are the availability of nutrients in the soil. The responses obtained vary, especially in sandy soils and depend on the commodity of the plant. Keywords: biological, physical, chemical, sandy soil, soil
Socialization of Prevention of Child Marriage in Jenggala Village, Tanjung District, North Lombok Regency wati, Fahmi; Musafir, Musafir; Habiburrahman, Habiburrahman; Hidayati, Ismi; Ipadah, Ipadah; Hartini, Susi; Sukur, Sukur
Abdi Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v6i2.7466

Abstract

Child marriage is increasing in North Lombok Regency and has attracted a lot of government attention because it has a major impact on the progress of the nation. The many cases of child marriage, one of which occurred in Jenggala Village based on data obtained from the Jenggala Village government, there were 7 cases of child marriage originating from 5 Hamlets in Jenggala Village, with assistance that has been carried out by LPAI and the Village government, two of the 7 cases that occurred received compensation from the government. One of the efforts to reduce cases of child marriage is by collaborating with educational institutions, through community service activities or KKN. In this community service activity, the goal to be achieved is to raise awareness and reduce the number of child marriages in Jenggala Village, Tanjung District, North Lombok Regency. The subjects of the activity were teenagers from 9 Hamlets in Jenggala Village. The methods of observation, counseling and documentation. The results of this child marriage prevention socialization activity received a response and enthusiasm from the community who participated in the activity, originating from 9 Hamlets in Jenggala Village. This condition is expected to be able to foster concern, knowledge, and involvement of adolescents in voicing and avoiding child marriage.  
Penerapan Metode (Struktural Analitik Sintetik) Sas Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemula Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas 1 SDN 4 Selengen Tahun Pelajaran 2024/2025 Sukur, Sukur; Fitriana, Maulida Arum; Rahayu, Fitriani
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan membaca awal adalah salah satu keterampilan berbahasa yang perlu dikembangkan oleh setiap siswa. Penguasaan yang baik dalam membaca awal dapat mendukung peningkatan pemahaman siswa terhadap isi bacaan. Berdasarkan hasil observasi awal di kelas I SDN 4 Selengen, peneliti menemukan sejumlah permasalahan, salah satunya adalah rendahnya kemampuan membaca siswa. Siswa pada jenjang kelas awal memiliki tingkat konsentrasi yang rendah, sehingga dibutuhkan penggunaan alat dan media pendukung untuk meningkatkan minat serta mempermudah pemahaman dalam proses pembelajaran. Ketika membahas metode mengajar, hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan dalam proses pembelajaran. Metode SAS adalah salah satu pendekatan dalam pembelajaran membaca permulaan yang dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni: tahap struktur yang menyajikan kalimat secara utuh, tahap analitik yang menguraikan bagian-bagian dari kalimat tersebut, dan tahap sintetik yang menyusun kembali bagian-bagian itu menjadi bentuk kalimat semula. Tujuan penelitian merupakan gambaran-gambaran tentang arah yang akan dituju dalam melakukan penelitian. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah : Untuk mendedikasikan bagaimana metode (Struktural Analitik Sintetik) SAS dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 DN 4 Selengen. Berdasarkan hasil observasi awal di kelas I SDN 4 Selengen, peneliti menemukan sejumlah permasalahan, salah satunya adalah rendahnya kemampuan membaca siswa. Secara umum, masih banyak siswa yang belum lancar dalam membaca, sehingga nilai hasil belajar mereka belum mencapai standar ketuntasan minimal. Berdasarkan data hasil membaca siswa yang telah dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa sebanyak 20% siswa termasuk dalam kategori Tuntas, 20% berada pada kategori Tuntas, 50% tergolong Tidak Tuntas, dan 10% masuk dalam kategori tidak tuntas, ini berdasarkan dari kemampuan membaca jumlah huruf yang mampu dibaca oleh siswa. Berdasarkan data hasil membaca siswa yang telah diperoleh, dapat disimpulkan bahwa sebanyak 60% siswa berada pada kategori Tuntas, 30% berada dalam kategori tuntas, sehingga total ketuntasan siswa dalam membeca permulaan yaiyi 90%. sedangkan 10% termasuk kategori tidak tuntas, ini berdasarkan penilayan dari penungkatan kemampuan membaca siswa pada siklus II.