Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) RAMAH LINGKUNGAN (BAHAN BEKAS) UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS GURU Firda, Tuti Firdayani; Novianti, Rahmah; Padillah; Andriani, Dessi; Jaya, Melinda Puspita Sari; Intan, Fatma Rizki; Idayana, Santa
Kreasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Kreasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Perkumpulan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Wilayah Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51529/kjpm.v3i2.460

Abstract

Educational Game Tools (APE) can be said to be used as a means or playing device with educational (teaching) value and can develop the abilities of all children. Utilization of APE using eco-friendly materials (used materials) has benefits in supporting the teaching and learning process, namely as a means or equipment for playing that contains educational value, develops the concept of cause and effect, has the potential to stimulate brain growth, and develops all aspects of children's abilities, more over it invites Early Childhood Education teachers to be more creative and innovative in developing APE by utilizing eco-friendly materials (used materials).
Meningkatkan Kemampuan Menulis Huruf pada Anak Melalui Media Kotak Kartu Kata pada Kelompok B di TK Golden Kids Palembang Wulandari, Novita Ines; Lian, Bukman; Intan, Fatma Rizki
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.2946

Abstract

Kemampuan menulis anak adalah kemampuan mengungkapkan ide atau gagasannya melalui tulisan. Kemampuan menulis sendiri penting bagi anak didik karena dapat membantu mengembangkan berbagai aspek seperti kecerdasan, kreativitas, dan daya ingat. Masalah dalam penenelitian ini untuk mengertahui peningktan kemampuan menulis huruf melalui media kotak kartu pada kelompok B. Penelitian PTK yang paling dikenal dan bisa digunakan dalam model Kemmis and Taggart. Jumlah sampel 24 anak. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun peningkatan rata-rata tingkat capaian perkembangan kemampuan menyimak anak kelompok A dari pra siklus ke siklus I dan ke siklus II yaitu bahwa pada pra siklus skor sebesar 21,84 pada kategori belum berkembang, lalu pada siklus I dengan skor sebesar 33,96 dengan kategori mulai berkembang sedangkan pada siklus II dengan skor sebesar 50,34 dengan kategori berkembang sesuai harapan hal ini menunjukkan bahwa dari hasil prasiklus meningkat pada siklus I sebesar 12,12 lalu meningkat kembali pada siklus II dimana mengalami peningkatannya sebesar 16,38. Sehingga disimpulkan pada akhir siklus II, penelitian dikatakan berhasil karena kriteria keberhasilan sudah tercapai sesuai kesepakatan peneliti bersama kolabolator.
Pengaruh Permainan Puzzle Gambar terhadap Perkembangan Motorik Halus pada Anak Usia 5-6 Tahun Anggraini, Nopa; Effendi, Darwin; Intan, Fatma Rizki
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh permainan puzzle gambar terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 5-6 tahun di TK Mutiara Bunda Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental Design (non-Design), yaitu One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi yang terlibat dalam penelitian ini adalah 20 anak, dengan sampel berjumlah 10 anak yang dipilih menggunakan teknik sampling purposive. Instrumen pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil analisis menggunakan Paired Samples Test menunjukkan bahwa nilai t hitung untuk perkembangan motorik halus anak di TK Mutiara Bunda Palembang adalah sebesar 0.009. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan uji-t (2-tailed) dengan nilai signifikansi < 0,05, hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara data Pretest dan Posttest. Oleh karena itu, hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, mengindikasikan bahwa permainan puzzle gambar memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 5-6 tahun di TK Mutiara Bunda Palembang.
AKTIVITAS PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN SALT PAINTING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK Natasya, Destri; Darmawani, Evia; Intan, Fatma Rizki
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.103453

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, memengaruhi kesiapan mereka dalam berbagai aktivitas, termasuk menulis dan menggambar. Karena banyak anak masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan ini, diperlukan metode pembelajaran kreatif seperti salt painting yang menggabungkan aktivitas sensori dan motorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh aktivitas pembelajaran menggunakan media salt painting terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak kelompok B di salah satu taman kanak-kanak di Palembang. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 23 anak yang diberikan perlakuan selama enam kali pertemuan. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test adalah 20,65 dan rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 38,82. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000, yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari penggunaan media salt painting terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas pembelajaran menggunakan media salt painting efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini.