Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Application of Employee Competencies In The Use of GIS Website Digitalization Amaliyah, Amaliyah; Sinulingga, Rizky Amalia; Dimisqiyani, Erindah; Apsari, Citra Widhi
International Journal of Applied Business and International Management Vol 9, No 2 (2024): August 2024
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijabim.v9i2.3372

Abstract

The rapid advancement of technology has become integral to all aspects of modern life. This research examines the relationship between employee competency and the use of a digitalized GIS website for managing customer data, focusing on employees at PDAM Surabaya City. The study involved 100 participants and employed a quantitative descriptive approach, utilizing data collection techniques such as observation, interviews, and surveys through questionnaires. Findings reveal that while employees generally believe their education and technological skills are well-suited to their job roles and support their performance, there are notable issues with the GIS website's reliability and error management. The high consensus on the need for improvements highlights the importance of ongoing maintenance and user support. Statistical analysis confirms that employee competencies significantly impact the effective use of the GIS website, underscoring the importance of skill development in optimizing digital tool utilization and enhancing organizational efficiency. The research implies that improving employee competencies and addressing technical issues with the GIS website are essential for enhancing its utilization and overall organizational performance.
Implementasi Strategi Manajemen Talenta dalam Mempertahankan Pekerja Generasi Milenial Lailiyah, Risatul; Soifa, Zahrotus; Dimisqiyani, Erindah; Yuliawan, Rahmat; Amaliyah
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 1 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v8i1.4297

Abstract

Pada zaman sekarang, generasi milenial adalah generasi yang mendominasi di dunia kerja. Sehinggaorganisasi perlu memahami terkait bagaimana pengelolaan sumber daya manusia di era kekinian untukgenerasi milenial. Diperlukan manajemen talenta yang merupakan pendekatan strategis dalam mengelolasumber daya manusia yang bertujuan untuk menarik, mengembangkan, dan mempertahankan pekerja yangmemiliki bakat dan kualitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi manajementalenta perusahaan untuk mempertahankan pekerja generasi milenial. Metode yang digunakan adalahmetode kualitatif dengan teknik wawancara dan studi literatur. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerjagenerasi milenial dengan besaran sampel sebanyak 4 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwaterdapat strategi manajemen talenta yang telah diterapkan oleh perusahaan untuk mempertahankan pekerjagenerasi milenial. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa upaya perusahaan dalam mempertahankanpekerja generasi milenial yaitu dalam seleksi dan perekrutan, beberapa perusahaan menempatkan pekerjapada posisi yang tepat dan sesuai dengan kemampuan. Dalam pengembangan keterampilan pekerja,beberapa perusahaan memberikan pelatihan yang bermanfaat kepada pekerja. Selain itu pekerja jugamemiliki inisiatif secara mandiri untuk mencari informasi terkait pengembangan diri dalam menunjangkarir. Untuk memperoleh kepuasan pekerja, perusahaan telah memberikan lingkungan kerja yang baik, gajiyang sesuai, memberikan ekspektasi dan tujuan yang jelas dalam karir, job desc yang tidak overload, danmendorong pekerja untuk berpikiran inovatif serta mempromosikan ide-ide kreatifnya. Perusahaan jugamelibatkan pekerja dalam penyelesaian konflik dan pengambilan keputusan.
Persepsi Mahasiswa Manajemen Perkantoran Digital Universitas Airlangga Mengenai Risiko Penggunaan Skincare Berbahaya Yang Dijual Melalui E-Commerce Shopee Zahroh, Arina Saffanah; Dimisqiyani, Erindah; Aji, Gagas Gayuh; Sinulingga, Rizky Amalia; Amaliyah, Amaliyah
Journal Economy and Currency Study (JECS) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jecs.v7i2.2883

Abstract

Kesadaran konsumen terhadap keamanan produk merupakan faktor penting dalam membentuk perilaku belanja daring yang bijak dan bertanggung jawab. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengguna aktif e-commerce, tetapi juga sebagai agen perubahan yang diharapkan memiliki literasi digital serta kesadaran risiko yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Manajemen Perkantoran Digital Universitas Airlangga terhadap risiko penggunaan skincare berbahaya yang dijual melalui Shopee. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam untuk menggali secara lebih rinci pengalaman, pengetahuan, dan sikap mahasiswa terhadap keamanan produk skincare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden merupakan pengguna aktif skincare dan sebagian besar lebih memilih berbelanja melalui Shopee karena kemudahan akses, harga yang terjangkau, dan promosi yang menarik. Mereka menyadari adanya risiko serius dari penggunaan skincare berbahaya, seperti iritasi, jerawat parah, kemerahan, kulit mengelupas, bahkan bekas yang sulit dihilangkan. Sumber informasi utama mengenai bahaya skincare diperoleh dari media sosial, teman sebaya, dan pengalaman pribadi. Mahasiswa yang memiliki pemahaman lebih baik tentang risiko cenderung melakukan langkah pencegahan, seperti memeriksa izin edar produk, membaca komposisi bahan, dan membeli dari toko resmi atau terpercaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital dan edukasi berkelanjutan agar mahasiswa menjadi konsumen yang bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Temuan ini juga menunjukkan perlunya regulasi, pengawasan, serta edukasi publik yang lebih ketat untuk menciptakan lingkungan belanja daring yang lebih aman dan sehat bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Representasi Pengambilan Keputusan Oleh Tokoh Minke di Tengah Penindasan Kolonial pada Film Bumi Manusia Yuandina, Radhika; Amaliyah, Amaliyah; Dimisqiyani, Erindah; Amalia, Rizky
Journal of Educational Research and Humaniora (JERH) Volume 3 Nomor 3 September 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jerh.v3i3.2891

Abstract

Decision-making is crucial for both individuals and organizations because the quality of decisions made today will determine the direction and sustainability of the future. In educational and social contexts, sound decisions play a crucial role in realizing justice, equality, and progress at the institutional and societal levels. This article focuses on the analytical decision-making style demonstrated by Minke in the film Bumi Manusia (2019), examining the main character's thought processes and actions when facing complex situations. This research uses a qualitative descriptive method through film observation, by closely observing scenes, dialogues, and interactions between characters, then analyzing them based on analytical decision-making theory. The results reveal that Minke consistently demonstrates an analytical decision-making style in several key events, such as choosing an intellectual path through writing, supporting Nyai Ontosoroh's struggle, continuing his education despite facing discrimination, rejecting offers from colonial officials, and maintaining loyalty to Annelies. These decisions reflect a structured mindset, a long-term orientation, moral courage, and integrity grounded in humanitarian values. These findings suggest that an analytical style is an effective strategy in facing social and political challenges because it combines analytical acumen with a moral foundation. Thus, this research contributes to enriching insight into the dynamics of decision-making and opens up opportunities for further studies on other decision-making styles in the representation of film as a popular medium.
Representasi Kepemimpinan pada Karakter Alif (Film Menolak Diam!) Niza Unnavi, Ningrum; Bilqis Kinanti, Amara; Dimisqiyani, Erindah; Gayuh Aji, Gagas; Amaliyah, Amaliyah; Amalia Sinulingga , Rizky
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5323

Abstract

ABSTRAK Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang dalam mengarahkan dan mempengaruhi orang lain agar mau bekerja sama mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Seorang pemimpin idealnya tidak hanya memberi arahan, tetapi juga mampu menjadi inspirasi dan penggerak perubahan. Dalam prosesnya, nilai integritas, keberanian, dan rasa tanggung jawab memiliki peran penting dalam membentuk kepemimpinan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kepemimpinan transformasional dalam film Menolak Diam! yang menyoroti perjuangan melawan ketidakadilan di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan naratif, melalui pengamatan adegan serta kajian teori kepemimpinan dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama berhasil mempengaruhi lingkungan sekitarnya melalui semangat perubahan, kejujuran, dan kepedulian terhadap keadilan sosial. Namun, pendekatan tersebut juga memunculkan tantangan karena tidak semua pihak dapat menerima perubahan yang ditawarkan, seperti Alif yang akhirnya harus menghadapi tekanan dari pihak sekolah dan lingkungan sekitar saat memperjuangkan keadilan. ABSTRACT Leadership is the ability of a person to direct and influence others to work together to achieve predetermined goals. An ideal leader not only gives directions but is also able to inspire and drive change. In the process, the values of integrity, courage, and responsibility play an important role in shaping effective leadership. This study aims to analyze the representation of transformational leadership in the film Menolak Diam! (Refusing to Be Silent!), which highlights the struggle against injustice in schools. This study uses a descriptive qualitative method with a narrative approach, through observation of scenes and a review of leadership theory from various sources.The results of the study show that the main character successfully influences his surroundings through his spirit of change, honesty, and concern for social justice. However, this approach also presents challenges because not everyone can accept the changes offered, such as Alif, who ultimately has to face pressure from the school and his surroundings while fighting for justice.
Representasi Kepemimpinan Emergen: Perilaku dan Strategi Tokoh Thomas dalam Film Maze Runner (2014) Octavia Trisukma Ayu, Linda; Arlinda Dwi Ariyani, Diva; Dimisqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Gayuh Aji, Gagas; Amalia Sinulingga, Rizqy
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5506

Abstract

ABSTRAK Kepemimpinan memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas organisasi selama krisis penuh ketidakpastian, di mana pemimpin emergen sering muncul melalui pengakuan sosial daripada otoritas formal. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kepemimpinan emergen tokoh Thomas dalam film Maze Runner (2014), dengan fokus pada legitimasi melalui tindakan nyata, prinsip adaptif, kecerdasan emosional, dan pengelolaan konflik di situasi krisis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, melalui observasi berulang terhadap enam adegan kunci film dan studi pustaka literatur relevan. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan emergen Thomas terwujud dalam keberanian, pengambilan inisiatif penyelamatan, pengakuan dari kelompok, pengendalian emosi tim, strategi adaptif, serta kepemimpinan pelarian dari Maze.Legitimasi ini didasarkan pada kontribusi nyata terhadap keselamatan dan solidaritas tim. Temuan ini memperkuat teori kepemimpinan emergen dengan penekanan pada kecerdasan emosional dalam krisis. Penelitian ini memberikan relevansi praktis bagi pengembangan kepemimpinan partisipatif yang selaras dengan Tujuan 16 SDGs, khususnya keadilan, perdamaian, dan institusi tangguh. ABSTRACT Leadership plays a crucial role in maintaining organizational stability during crises filled with uncertainty, where emergent leaders often arise through social recognition rather than formal authority. This study aims to analyze the representation of emergent leadership by the character Thomas in the film Maze Runner (2014), focusing on legitimacy through concrete actions, adaptive principles, emotional intelligence, and conflict management in crisis situations. A qualitative descriptive method was employed, involving repeated observations of six key scenes from the film and a literature review of relevant sources. Data analysis followed the Miles and Huberman model,including data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that Thomas's emergentleadership manifests in courage, rescue initiatives, group recognition, team emotional control, adaptive strategies, and leading the escape from the Maze. This legitimacy is based on tangible contributions to team safety and solidarity. These elements reinforce emergent leadership theories with an emphasis onemotional intelligence in crises. This research provides practical relevance for developing participatory leadership aligned with SDG Goal 16, particularly peace, justice, and resilient institutions.
Eksplorasi Peran Kepemimpinan Transformasional dalam Mendukung Pengembangan Pendidikan: Studi Kasus AUG sebagai Konsultan Pendidikan Labibul Hilmi, Harun; Az Zahra Hasoloan, Hanifah; Gayuh Aji , Gagas; Ria Triwastuti, Amaliyah; Dimisqiyani, Erindah; Amalia Sinulingga , Rizky
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5518

Abstract

ABSTRAK Kepemimpinan transformasional mendorong perubahan dalam organisasi pendidikan global melalui inspirasi, pemberdayaan, dan inovasi. Namun, sebagian besar penelitian hanya menyoroti penerapannya di sekolah atau universitas, sedangkan sektor konsultan pendidikan internasional masih jarang diteliti. Penelitian ini mengeksplorasi praktik kepemimpinan transformasional di AUG, konsultan pendidikaninternasional yang menyediakan layanan bimbingan studi luar negeri. Pendekatan kualitatif naratif digunakan melalui observasi dan dokumentasi untuk menggali praktik kepemimpinan secara mendalam. Hasil menunjukkan penerapan empat dimensi kepemimpinan transformasional idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration tercermin dalam visiglobal, komunikasi terbuka, pemberdayaan staf, dan pendampingan personal mahasiswa. Praktik ini memperkuat kepercayaan, meningkatkan kemampuan analitis mahasiswa, serta menciptakan iklim inovatif yang relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21. Dampaknya terlihat pada peningkatan kesiapan mahasiswa menghadapi kompetisi global dan keberhasilan AUG mempertahankan layanan berkualitas dipasar kompetitif. Studi ini memperluas literatur kepemimpinan dengan menerapkan teori transformasional pada sektor konsultan pendidikannonformal serta merekomendasikan penelitian lanjutan untuk menilai dampak jangka panjang pada karier alumni dan adaptasi model dalam konteks pendidikan digital serta multikultural. ABSTRACT Transformational leadership drives change in global education by inspiring, empowering, and fostering innovation. Most research highlights schools or universities, leaving international education consultancy underexplored. This study examines transformational leadership at AUG, an international consultancy offering overseas study guidance. A qualitative narrative approach with observation and documentation captured leadership practices. Findings show four dimensions idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration reflected in a global vision, open communication, staff empowerment, and personalized mentoring. These practices strengthen trust, enhance students’ analytical skills, and create an innovative climate suited to 21st century challenges. Impacts include greater student readiness for global competition and AUG’s success in sustaining high quality services within a competitive market. This research expands leadership literature by applying transformational theory to nonformal education consultancy and recommends future studies on long-term effects for alumni careers and adaptation of the model in digital and multicultural contexts.
Tantangan Guru dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas pada Film Guru-Guru Gokil Fajar Arrasyid, Mohammad; Arlinda Dwi Ariyani, Diva; Amaliyah, Amaliyah; Dimisqiyani, Erindah; Gayuh Aji, Gagas; Amalia Sinulingga, Rizky
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5524

Abstract

ABSTRAK Pendidikan merupakan upaya terencana untuk mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kepribadian yang baik dan keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan kesejahteraan guru dalam mewujudkan pendidikan berkualitas sebagaimana direpresentasikan dalam film Guru-Guru Gokil (2020). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis naratif terhadap film dan kondisi sosial nyata guru di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru, terutama guru honorer, menghadapi kesejahteraan yang rendah dengan gaji minim dan beban kerja tinggi, yang berdampak pada motivasi dan kualitas pengajaran. Film ini mengangkat solidaritas dan dedikasi guru yang tetap tinggi meskipun menghadapi kesulitan ekonomi serta perubahan pandangan negatif terhadap profesi guru menjadi penghargaan atas pengabdiannya. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesejahteraan guru sebagai faktor utama dalam pencapaian pendidikan berkualitas yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan SDGs 4. Implikasi temuan ini mendorong pemerintah dan pemangku kebijakan untuk memperhatikan kesejahteraan guru secara serius demi masa depan pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi akademis bagi studi pendidikan, media, dan pembangunan berkelanjutan, sekaligus sebagai refleksi sosial terhadap kondisi guru di Indonesia. ABSTRACT Education is a planned effort to develop students’ potential so they have good character, skills, and benefit society. This study aims to analyze the challenges of teacher welfare in realizing quality education as represented in the film Guru-Guru Gokil (2020). Using a descriptive qualitative method, the study examines the narrative of the film alongside the real social conditions faced by Indonesian teachers. Results show that many teachers, especially honorary ones, face low welfare marked by insufficient salaries and high workloads, impacting their motivation and teaching quality. The film highlights teachers' solidarity and dedication despite economic hardships and a shift in perception of the teaching profession towards greater appreciation. The study emphasizes the critical role of teacher welfare aligned with Sustainable Development Goals (SDGs) 4 in achieving equitable and quality education. The findings encourage policymakers to prioritize improving teacher welfare for a sustainable and better education future. This research contributes academically to education, media, and sustainability studies and serves as social reflection on teachers’ conditions in Indonesia.
Kepemimpinan Informal dalam Dinamika Pengambilan Keputusan Kelompok: Studi Kasus Film 12 Angry Men(1957) Wulandari, Catur; Arlinda Dwi Ariyani, Diva; Dimisqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Gayuh Aji, Gagas; Amalia Sinulingga, Rizky
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5528

Abstract

ABSTRAK Kepemimpinan informal yang tidak bergantung pada struktur formal organisasi menjadi semakin penting dalam konteks organisasi kontemporer yang mengadopsi struktur lebih datar dan kolaboratif. Dinamika kepemimpinan ini berperan krusial dalam pengambilan keputusan kelompok, namun penelitian tentang kepemimpinan informal dalam konteks representasi film masih jarang dilakukan, padahal film dapat memberikan gambaran kaya mengenai dinamika diskusi kelompok dan pengaruh non-formal yang relevan untuk merefleksikan praktik kepemimpinan dalam kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana figur informal memengaruhi dinamika diskusi kelompok, membangun kepercayaan antar anggota, dan mengarahkan kelompok menuju konsensus melalui studi kasus film 12 Angry Men(1957). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data primer berupa adegan dandialog dalam film 12 Angry Men, serta data sekunder dari literatur akademik tentang kepemimpinan dan pengambilan keputusan kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Juri 8, meskipun tidak memiliki posisi formal, mampu memimpin kelompok melalui lima karakteristik utama pengaruh interpersonal, kemampuan komunikasi persuasif, membangun konsensus, kepercayaan dan keteguhan moral, serta kemampuan menghadapi perbedaan pendapat. Temuan ini memperkuat bahwa kepemimpinan informal bergantung pada keterampilan interaksi sosial, kredibilitas personal, dan pengaruh sosial daripada otoritas formal. Penelitian ini berkontribusi pada literatur kepemimpinan dengan menawarkan implikasi praktis bagi organisasi dalam memanfaatkan potensi kepemimpinan informal untuk menghasilkan keputusan yang inklusif, adil, dan efektif, selaras dengan SDG 16 dan SDG 4.
Interpretasi Perilaku Organisasi dalam Budaya dan Etika Kerja pada Film Human Resources (2023) Imam Mubaligh Gaffar, Muhammad; Arlinda Dwi Ariyani, Diva; Dimisqiyani, Erindah; Gayuh Aji, Gagas; Amalia Sinulingga, Rizky; Amaliyah, Amaliyah
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5543

Abstract

ABSTRAK Dinamika lingkungan kerja kontemporer di hadapkan pada tantangan kompleks yang menuntut pemahaman mendalam mengenai aspek manusiawi dalam organisasi. Studi mengenai perilaku, budaya, dan etika organisasi menjadi relevan untuk dibedah melalui berbagai perspektif, termasuk media populer yang merefleksikan wacana sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan representasi perilaku organisasi, budaya, dan etika kerja dalam serial animasi satir Netflix "Human Resources" (2023). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif dan metode analisis semiotika Roland Barthes pada adegan-adegan kunci, penelitian ini membongkar makna denotatif dan konotatif dari narasi visual dan verbal serial tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa serial ini secara alegoris menggambarkan konsep-konsep teoretis seperti fungsi manajemen (POAC), level budaya organisasi Schein, dan dilema etika kerja melalui interaksi para makhluk fantasi di lingkungan kantor. Konflik antar departemen, gaya kepemimpinan, dan proses evaluasi kinerja disajikan secara satiris untuk mengkritik disfungsi di tempat kerja modern. Penelitian ini memberikan dampak pada pemahaman bahwa media populer dapat menjadialat analisis yang kuat untuk merefleksikan realitas organisasi dan menekankan pentingnya kemitraan internal yang solid sebagai fondasi untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Penelitian di masa depan disarankan untuk dapat melakukan analisis komparatif dengan media lain atau mengukur persepsi audiens secara kuantitatif terhadap isu-isu kerja yang direpresentasikan. ABSTRACT The dynamics of the contemporary work environment face complex challenges that demand a deepunderstanding of the human aspects of organizations. The study of organizational behavior, culture,and ethics is relevant to examine through various perspectives, including popular media that reflectssocial discourse. This study aims to interpret the representation of organizational behavior, culture,and work ethics in the Netflix satirical animated series "Human Resources" (2023). Using aqualitative descriptive-interpretive approach and Roland Barthes's semiotic analysis method in keyscenes, this study uncovers the denotative and connotative meanings of the series' visual and verbalnarratives. The analysis shows that the series allegorically depicts theoretical concepts such asmanagement functions (POAC), Schein's levels of organizational culture, and work ethics dilemmasthrough the interactions of fantasy creatures in the office environment. Interdepartmental conflicts,leadership styles, and performance evaluation processes are presented satirically to critiquedysfunction in the modern workplace. This research impacts the understanding that popular mediacan be a powerful analytical tool to reflect organizational realities and emphasizes the importanceof solid internal partnerships as a foundation for achieving the Sustainable Development Goals.Future research is suggested to conduct comparative analysis with other media or quantitativelymeasure audience perceptions of the work issues represented.