Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

SOSIALISASI PEMBELAJARAN MENDALAM DAN AKREDITASI SEKOLAH MENUJU PENDIDIKAN BERMUTU UNTUK SEMUA Tomi Hidayat; Adi Asmara; Pariyanto
Setawar Abdimas Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah BengkuluUniversitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/sa.v4i2.8033

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah satu tujuan utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui proses akreditasi, yang bertujuan untuk menilai kelayakan dan kinerja institusi pendidikan. Namun, masih banyak institusi pendidikan yang kurang memahami pentingnya akreditasi dan cara mempersiapkannya secara efektif. Di sisi lain, perkembangan teknologi, khususnya deep learning, menawarkan potensi besar untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pendidikan. Artikel ini membahas kegiatan pengabdian yang menggabungkan pendekatan deep learning dengan sosialisasi akreditasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui dua metode utama, yaitu sosialisasi akreditasi dan pelatihan deep learning, yang ditujukan kepada dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya akreditasi serta kemampuan dalam memanfaatkan teknologi deep learning untuk analisis data pendidikan. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesiapan institusi pendidikan menghadapi akreditasi dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pendidikan.
SOSIALISASI AKREDITASI SEKOLAH DAN PEMBELAJARAN MENDALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH BERMUTU DI KABUPATEN MUKOMUKO Adi Asmara; Tomi Hidayat; Santoso
Setawar Abdimas Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah BengkuluUniversitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/sa.v4i2.8051

Abstract

Pendidikan bermutu merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Artikel ini bertujuan untuk menyosialisasikan pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) dalam proses pembelajaran serta meningkatkan pemahaman tentang pentingnya akreditasi sekolah sebagai upaya menuju pendidikan yang berkualitas dan inklusif. Melalui kegiatan pengabdian ini, dilakukan sosialisasi kepada guru dan tenaga kependidikan di tingkat sekolah menengah. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, workshop, dan pendampingan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang penerapan deep learning dalam pembelajaran dan kesadaran akan pentingnya akreditasi sekolah. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
The Effectiveness of the Utilization of Epic Pen in Mathematics Education Course 2 Putri Milanda Bainamus; Asti Putri Kartiwi; Syaipul Amri; Edy Susanto; Pamela Mikaresti; Bogy Restu Ilahi; Meri Andaria; Mesterjon; Adi Asmara
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v13i2.16381

Abstract

This study aims to describe the effectiveness of the use of epic pens in mathematics education 2 courses. The method of this research is quantitative descriptive. The subjects of this study are 26 students of the Elementary Education Study Program (PGSD) Semester five of the Open University. The instrument used was 8 questions. The results of the study obtained an average score on a scale of five, which was 4.37. These results when consulted with the Weighted Means Score (WMS) table in the range of 4.01 - 5.00 indicate a very effective category. So it can be concluded that the epic pen is very effective in the mathematics education course 2 PGSD semester five of the Open University. Keywords: Effectiveness, Epic Pen, Mathematics, Education. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pemanfaatan epic pen pada mata kuliah pendidikan matematika 2. Metode penelitian ini adalah deskriftif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 26 mahasiswa Program Studi Pendidikan Dasar (PGSD) Semester lima Universitar Terbuka. Instrumen yang digunakan yaitu 8 pertanyaan. Hasil penelitian perolehan skor rata-rata pada skala lima yaitu 4,37. Hasil tersebut jika dikonsultasikan dengan tabel Weighted Means Score (WMS) pada rentang 4,01 - 5,00 menunjukkan kategori sangat efektif. Maka dapat disimpulkan bahwa epic pen sangat efektif digunakan pada mata kuliah pendidikan matematika 2 PGSD semester lima Universitas Terbuka. Kata Kunci: Efektivitas, Epic Pen, Matematika, Pendidikan.
Implementasi Alat Peraga Papan Perkalian Dalam Pembelajaran Matematika Untuk Siswa Kelas III di SD Negeri 13 Kota Bengkulu Rotma Wati; Adi Asmara; Rahmat Jumri
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Human And Education
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i3.1036

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di SD Negeri 13 Kota Bengkulu. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami dan menyelesaikan soal perkalian. Dalam pembelajaran matematika suatu konsep akan dipahami dan diingat oleh siswa apabila direncanakan dengan baik, dirancang dengan baik dan disajikan dengan cara yang menarik. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan media pembelajaran, yaitu alat peraga. Penulis percaya bahwa alat peraga dapat membuat pemahaman matematika menjadi mudah dan menyenangkan, sehingga pengalaman belajar tetap melekat. Guru dapat mendorong siswanya untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan alat peraga Papan Perkalian untuk melakukan perkalian semua bilangan. Alat peraga tersebut dapat digunakan dengan mudah hanya dengan mengubah atau menggeserkan posisi persegi panjang pada bagian samping dan bawah sesuai angka pada alat peraga. Di Papan Perkalian sudah terdapat alur untuk menentukan jawabannya. Metode yang digunakan adalah pelaksanaan, wawancara dan observasi. Dengan demikian diharapkan penggunaan alat peraga khususnya pada operasi Perkalian Bilangan Bulat dapat membantu siswa mengatasi kesulitan dalam belajar matematika. Dapat kita simpulkan bahwa Papan Perkalian dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan siswa. Kata Kunci: Penggunaan, Alat peraga, Papan Perkalian Abstract Community service activities are carried out at SD Negeri 13 Bengkulu City. The aim of this service is to help students who have difficulty understanding and solving multiplication problems. In learning mathematics, a concept will be understood and remembered by students if it is planned well, designed well and presented in an interesting way. One way is to use learning media, namely teaching aids. Researchers believe that teaching aids can make understanding mathematics easy and fun, so that the learning experience sticks. Teachers can encourage their students to actively participate in mathematics learning by using the Multiplication Board props to multiply all numbers. These props can be used easily by simply changing or moving the position of the rectangles on the sides and bottom according to the numbers on the props. On the Multiplication Board there is a flow to determine the answer. The methods used are implementation, interviews and observation. Thus, it is hoped that the use of teaching aids, especially in the Multiplication of Whole Numbers operation, can help students overcome difficulties in learning mathematics. We can conclude that the Multiplication Board can be used as a way to increase students’ knowledge. Keywords: Use, Props, Multiplication Board
Konstelasi Budaya dalam Pembentukan Sistem Pendidikan: Studi Perbandingan Indonesia, Jepang, Finlandia, dan Singapura Adi Asmara; Kashardi; Asmi Astuti; Dharmawati Ambarita; M. Thoha; Atik Maryanti
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 3 (2025): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (November)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v5i3.467

Abstract

Culture plays an important role in shaping thinking patterns, values, and educational practices across countries. This article aims to analyze the influence of culture on Indonesia's education system and compare it with several other countries, such as Japan, Finland, and Singapore. Through a literature-based approach, the study identifies that cultural differences result in variations in teaching methods, teacher-student relationships, disciplinary approaches, and educational objectives. In Indonesia, a collectivist culture and respect for authority tend to emphasize structured, teacher centered learning. In contrast, Finland highlights an egalitarian culture that supports independence and student-centered learning. Japan exhibits a culture of hard work and high discipline, while Singapore emphasizes strong competitiveness in line with its work-oriented culture. The findings indicate that culture significantly contributes to the characteristics of a country's education system. Understanding these cultural influences is essential for designing relevant and contextual educational innovations in Indonesia.
Peningkatan Produktivitas dan Kemandirian Masyarakat Desa Sri Kuncoro melalui Transformasi Literasi Adi Asmara; Winda Ramadianti; Rahmat Jumri; Surya Ade Saputera; Zakiah Khairunisa
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v5i2.8155

Abstract

Tingkat produktivitas dan kemandirian masyarakat desa merupakan faktor penting dalam pembangunan berkelanjutan. Namun, keterbatasan literasi dasar, literasi digital, dan kewirausahaan masih menjadi kendala di Desa Sri Kuncoro. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui transformasi literasi yang terintegrasi. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan berbasis partisipatif, pendampingan teknis, serta workshop kewirausahaan berbasis potensi lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan baca-tulis masyarakat, keterampilan penggunaan teknologi digital untuk mendukung kegiatan ekonomi, serta terbentuknya beberapa unit usaha kecil berbasis komunitas. Transformasi literasi ini terbukti efektif dalam mendorong perubahan pola pikir menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Kegiatan ini merekomendasikan perlunya program pendampingan lanjutan dan kolaborasi multipihak guna memperkuat dampak yang telah dihasilkan.
EDUKASI ENERGI PANEL SURYA SEBAGAI ENERGI TERBARUKAN BAGI SISWA SMP NEGERI 1 KOTA BENGKULU Adi Asmara; Surya Ade Saputera; Rahmat Jumri; Putri Okta Yesika; Zakiah Khairunisa; Aisyah Natalia Salim
Setawar Abdimas Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah BengkuluUniversitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/sa.v5i1.9625

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa SMP Negeri 1 Kota Bengkulu mengenai pentingnya energi terbarukan, khususnya energi surya sebagai alternatif sumber energi ramah lingkungan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya literasi energi terbarukan di kalangan siswa, keterbatasan fasilitas praktik, serta kurangnya media pembelajaran yang kontekstual. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim PKM menerapkan metode edukasi interaktif melalui ceramah, diskusi, dan tayangan video, dilanjutkan dengan praktik langsung perakitan kit panel surya mini secara berkelompok. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan, penyusunan modul, sosialisasi, pelatihan dan praktik, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa terhadap konsep energi surya, terlihat dari perbedaan skor rata-rata pre-test yang relatif rendah dibandingkan dengan hasil post-test yang lebih tinggi. Selain itu, siswa mampu merakit panel surya mini hingga berhasil menghidupkan lampu LED dan kipas kecil, sedangkan guru mendapatkan tambahan wawasan untuk mengintegrasikan materi energi terbarukan dalam pembelajaran IPA. Luaran kegiatan berupa modul pembelajaran, dokumentasi kegiatan, poster edukasi, serta rencana publikasi artikel ilmiah. Kesimpulannya, kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan literasi energi terbarukan di sekolah mitra, memperkuat keterampilan praktik siswa, dan memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pendidikan energi bersih yang berkelanjutan.
PENGGUNAAN MEDIA CANVA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PROSEDUR DI KELAS X ASISTEN KEPERAWATAN SMKS 3 IDHATA CURUP Risti Yuni; Adi Asmara; Eli Rustinar; Tomi Hidayat; Elyusra
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jurip.v4i2.1468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media canva dalam pembelajaran menulis teks prosedur di kelas X Asisten Keperawatan SMKS 3 Idhata Curup. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Data dikumpulkan melalui instrumen tes menulis teks prosedur dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui kecenderungan umum serta tingkat kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur setelah pembelajaran berlangsung. Teknik analisis data dilakukan melalui deskriptif kuantitatif dan kemudian diinterpretasikan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas X Asisten Keperawatan SMKS 3 Idhata Curup berada pada kategori Baik Sekali. Hal ini ditunjukkan oleh perolehan persentase sebesar 96,16%, yang jika dikonsultasikan pada kriteria skala empat termasuk dalam interval 86%–100%, sehingga mencerminkan tingkat penguasaan yang sangat baik. Selain itu, penerapan media digital Canva dalam pembelajaran menulis teks prosedur juga memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan siswa. Persentase capaian sebesar 90,63% menempatkan hasil tersebut pada kategori Baik Sekali dalam kriteria skala empat. Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa penggunaan media digital Canva merupakan salah satu alternatif yang efektif dan relevan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur siswa2kelas X2 Asisten Keperawatan di SMKS 3 Idhata Curup. Saran sebagai bahan pertimbangan, meskipun kemampuan menulis teks prosedur siswa telah berada pada2 kategori baik sekali, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia diharapkan tetap terus mengasah kemampuan tersebut melalui pemberian berbagai latihan2 menulis secara berkesinambungan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS 1A DI MIN 7 SELUMA MENGUNAKAN KARTU KATA HURUF Eti Marda Yanti; Reni Kusmiarti; Adi Asmara
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jurip.v4i2.1756

Abstract

This study aims to improve the early reading ability of Grade 1A students at MIN 7 Seluma through the use of word/letter card media. The research employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The subjects were 25 students of Grade 1A in the current academic year. Data were collected through observation sheets, learning outcome tests, and documentation. The pre-action test results showed that only 8 students (32%) achieved the Minimum Mastery Criteria (score ≥70), while 17 students (68%) had not yet reached the standard. After the implementation of word/letter card media in Cycle I, the number of students who achieved mastery increased to 15 students (60%). However, since the success indicator (≥75% of students achieving mastery) had not been met, the research proceeded to Cycle II with an improved strategy by incorporating small group games. The results of Cycle II revealed a significant improvement, with 21 students (84%) reaching the Minimum Mastery Criteria, while 4 students (16%) remained below the standard. These findings indicate that the use of word/letter card media is effective in improving students’ early reading skills, enhancing active participation, increasing motivation, and creating a more enjoyable learning atmosphere
MATHEMATICAL PROBLEM-SOLVING SKILLS AND STUDENTS' LEARNING INDEPENDENCE THROUGH PMRI BASED ON ENGINEERING DESIGN THINKING: Bengkulu, Indonesia Leni Pitriyani; Risnanosanti; Ristontowi; Rahmat Jumri; Adi Asmara
Jurnal Math-UMB.EDU Vol. 13 No. 2 (2026): MARCH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/math-umb.edu.v13i2.10135

Abstract

This study aims to observe the differences in students' mathematical problem-solving abilities and learning independence in learning with the Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) approach based on Engineering Design Thinking (EDT), the Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) approach, and conventional learning. This study is a quasi-experimental study with a pretest–posttest control group design. The study population was all seventh-grade students of SMP Negeri 7 Bengkulu City in the 2025/2026 academic year. Data analysis was carried out using one-way ANOVA. The results showed that there were significant differences in students' mathematical problem-solving abilities taught with the PMRI approach based on EDT, PMRI, and conventional learning (F = 3.629; p = 0.031 < 0.05). The average posttest of students' mathematical problem-solving abilities in the PMRI class based on Engineering Design Thinking was 28.75, the PMRI class was 26.84, and the conventional learning class was 24.42. In addition, there was a significant difference in student learning independence between the three learning groups (F = 3.734; p = 0.029 < 0.05). The average student learning independence in the EDT-based PMRI class was 73.94, higher than the PMRI class (68.95) and the conventional learning class (68.13). Based on these results, EDT-based PMRI learning is more effective in improving students' mathematical problem-solving abilities and learning independence. Keywords: PMRI, Engineering Design Thinking (EDT), Mathematical Problem Solving Ability, Learning Independence.