Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Performansi Load Balancing Weighted Least Connection dengan HAProxy Algazali, Muhammad; La Surimi; La Ode Muhammad Bahtiar Aksara; Jumadil Nangi; Rizal Adi Saputra; Asa Hari Wibowo
Jurnal Informatika Polinema Vol. 11 No. 3 (2025): Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : UPT P2M State Polytechnic of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jip.v11i3.7198

Abstract

Aplikasi web telah menjadi bagian esensial dalam kehidupan digital masyarakat modern. Berdasarkan survei APJII 2023–2024, sebanyak 79,5% penduduk Indonesia atau sekitar 221,6 juta jiwa merupakan pengguna internet, sehingga menuntut layanan web yang cepat dan andal. Permasalahan yang muncul adalah beban server yang tidak merata, terutama saat terjadi lonjakan trafik, yang berdampak pada penurunan performa layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja server web dengan menerapkan algoritma Weighted Least Connection (WLC) pada HAProxy, menggunakan skema bobot server 1:2, 1:3, 2:3, serta skema single server. Pengujian dilakukan pada dua instance virtual dengan spesifikasi berbeda di VirtualBox, menggunakan Apache JMeter untuk simulasi beban. Parameter yang diukur meliputi throughput, waktu respons, penggunaan CPU, tingkat kesalahan, dan ketersediaan sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa skema WLC 1:2 menghasilkan performa terbaik dengan waktu respons 32,602 ms, throughput 122.080 request/s, dan tingkat kesalahan 30,51%, lebih efisien dibandingkan skema WLC 1:3. Tanpa load balancer, performa server menurun drastis dengan tingkat kesalahan mencapai 40%. Dengan demikian, skema WLC 1:2 terbukti lebih andal dan efisien dalam mendistribusikan beban, terutama pada kondisi trafik tinggi.
Pengaruh Harga, Lokasi Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Minat Beli Ulang/Repurchase Intention: (Studi Kasus Toko Sembako Albaros Solok) Algazali, Muhammad; Dharmayanti, Diah; Setyadi, Yusuf
Journal of Economics and Business UBS Vol. 13 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v13i2.1540

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan dunia bisnis ritel (retailing) maupun grosir di Solok yang mengakibatkan adanya persaingan bisnis yang semakin kompetitif sehingga setiap toko berusaha melakukan berbagai cara untuk meningkatkan dan mempertahankan minat beli para konsumennya. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi minat membeli ulang diantaranya yaitu kualitas pelyanan, persepsi harga, dan juga kepercayaan. Kesenjangan hasil penelitian sebelumnya pada faktor minat beli ulang mendorong peneliti melakukan penelitian ini. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh harga, lokasi dan kualitas pelayanan terhadap minat beli ulang konsumen toko sembako Albaros yang berada di jalan Lintas Sumatera No 70 Saok Laweh, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif melalui pengumpulan data responden dengan penyebaran kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang datang berbelanja di toko sembako Albaros Solok. Skala pengukuran pada penelitian ini menggunakan skala likert. Teknik pengambilan sample menggunakan Non Probability Sampling dengan metode Incidental Sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 112 responden. Data yang digunakan adalah data primer dari kuesioner yang disebarkan pada seluruh pengunjung yang datang melakukan pembelian di toko sembako Albaros Solok. Hasil kuesioner dianalisis menggunakan uji instrumen data yaitu Uji Validitas dan Reliabilitas, Uji Asumsi Klasik dan uji analisis data untuk menjawab rumusan masalah dengan menggunakan Uji Regresi Linier Berganda dengan menggunakan program SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) secara parsial harga (X1), lokasi (X2) dan kualitas pelayanan (X3) memberikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang/repurchase intention (Y) konsumen toko sembako Albaros yang ditunjukkan dengan hasil uji t untuk setiap variabel independen (X1, X2, X3) dengan nilai thitung > nilai ttabel dan nilai sig. 0,000 < 0,05, (2) dan secara simultan lokasi, harga dan kualitas pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli ulang konsumen/repurchase intention toko sembako Albaros.
TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PRAKTIK WAKALAH BIL UJRAH ANTAR PEDAGANG PAKAIAN DI PASAR SENTRAL PANGKEP Algazali, Muhammad; Raehana, Syarifa; Syahid, Akhmad; Lawang, Hasanna; Alwi, Auliah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47361

Abstract

This study aims to analyze the practice of wakalah bil ujrah among clothing traders at Pasar Sentral Pangkep and to examine its compliance from the perspective of Islamic economic law. This research employs a qualitative method with a descriptive and normative-empirical approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation, involving clothing traders and the market head as key informants. Data analysis uses the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the practice of wakalah bil ujrah occurs when a trader who does not have the requested goods seeks them from another trader with the buyer’s approval. In this practice, the intermediary trader acts as an agent (wakil), while the owner of the goods acts as the principal (muwakkil), and the profit is obtained from the price margin. This practice is influenced by the desire to retain customers, limited stock availability, and strong social relationships among traders. It also provides positive impacts such as increasing transaction opportunities and improving distribution efficiency. From the perspective of Islamic economic law, this practice fulfills most of the essential elements of wakalah, including the presence of a principal, an agent, and a clearly defined object, and reflects principles such as mutual assistance, consent, honesty, and fairness. However, it does not fully comply with the requirements of wakalah bil ujrah due to the absence of clear contractual agreement and predetermined compensation, which may lead to elements of uncertainty (gharar). Furthermore, the practice resembles other contracts such as samsarah (brokerage) and ju’alah, thus it can be categorized as a hybrid contract in contemporary Islamic transactions. Therefore, improvements in transparency and clarity of agreement are necessary to align with Islamic economic law principles.