Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Mutu Baca Kitab Kuning Santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Putri Pamekasan Jufaini; Abdul Haq AS
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 1 No. 1 (2024): Desember: JURNAL ILMIAH MAHASISWA (NAAFI)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafijurnalilmiahmahasiswa.v1i6.91

Abstract

Islamic boarding schools are closely related to the study of the yellowIslamic classic book. and one of the problems that occur in pesantren is the weakness of santri in reading the yellowIslamic classic book. In an effort to develop the ability to read the yellowclassical books of the students, the Bata-bata Islamic boarding school formed an internal pesantren organization, namely M2KD (Majelis Musyawarah Kutubuddiniyah) which oversees several autonomous fields with a course system that specifically explores the yellowclassical books with educational management that has been arranged optimally to develop the ability of students in the field of kutubiyah (kutub as-Salaf). This study aims to determine the management process of Islamic boarding schools in developing the quality of reading the yellow book of students, as well as the supporting and inhibiting factors in the process of developing the quality of reading the yellow book of students at the Mambaul Ulum Bata-bata Putri Islamic Boarding School. This research uses a qualitative method with a case study approach. Data collection was carried out using in-depth interview techniques, observation and documentation. The data analysis used is an interactive analysis of the Miles and Huberman model with three stages, namely data collection, data condensation and conclusion drawing. Test the validity of the data using triangulation techniques. The results showed that the management of the boarding school in an effort to develop the quality of yellow book reading of students was carried out by forming an internal pesantren organization, namely the kutubuddiniyah deliberation assembly which oversees thirteen institutions that have different study focuses to accommodate the talents and interests of students in the field of yellow book with a fast method of group learning system to maximize the results that have been formulated. The supporting factor for this activity is the leeway from the pesantren for M2KD autonomous participants to participate in M2KD internal activities even though it conflicts with pesantren activities. The inhibiting factor is the double job of the supervisor who is felt to be less than optimal in carrying out KBM and guiding students outside KBM such as sorogan activities.
Strategi Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Mengembangkan Budaya Sekolah yang Inovatif: Studi Kasus di MTsS Nurul Khulus Tlogosari Bondowoso Anisah; Abdul Haq AS; Khoirul Ulum
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan budaya sekolah yang inovatif di MTsS Nurul Khulus Tlogosari Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan kepala madrasah sebagai informan kunci. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menerapkan strategi kepemimpinan yang bersifat partisipatif dan transformatif melalui pemberdayaan guru dan siswa, komunikasi terbuka, serta pemberian ruang bagi inovasi pembelajaran. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia dan belum optimalnya pelatihan profesional, kepala madrasah mampu mengembangkan budaya inovatif secara bertahap melalui pembelajaran kolektif dan refleksi berkelanjutan. Dampak dari strategi tersebut terlihat pada meningkatnya partisipasi guru dan siswa dalam pembelajaran serta munculnya praktik pembelajaran yang lebih variatif. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang kontekstual dan adaptif menjadi faktor kunci dalam pengembangan budaya sekolah yang inovatif di lingkungan madrasah.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Ana Daulah Hasaniyah; Abdul Haq AS; Khoirul Ulum
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah pada saat ini belum sepenuhnya dapat dikatakan berjalan secara optimal. Hal tersebut terlihat dari kinerja kepala sekolah yang belum maksimal dalam menjalankan fungsi manajerial, supervisi, dan kepemimpinan. Padahal, kepemimpinan kepala sekolah memegang peran strategis dalam menggerakkan seluruh aktivitas sekolah. Kondisi kepemimpinan yang kurang efektif tentunya akan berdampak langsung pada aktivitas sekolah dan berimplikasi pada mutu pendidikan, sebagaimana yang juga menjadi perhatian dalam konteks SD Alifya Bondowoso. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SD Alifya Bondowoso. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian literature review dengan menganalisis enam artikel yang relevan. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang berorientasi pada perubahan mampu meningkatkan mutu pendidikan. Upaya perubahan tersebut diwujudkan melalui pengembangan program-program inovatif, perbaikan manajemen peserta didik dalam bingkai budaya sekolah, serta penegakan disiplin secara konsisten. Kepemimpinan kepala sekolah juga terbentuk dari karakter dan pembawaan pribadi yang mampu menciptakan rasa nyaman bagi seluruh warga sekolah. Kepala sekolah yang efektif di SD Alifya Bondowoso mampu menumbuhkan budaya sekolah yang positif, membangun kedisiplinan, berperan sebagai mitra kerja bagi guru dan tenaga kependidikan, serta menciptakan kerja sama antar seluruh warga sekolah guna membangun lingkungan belajar yang kondusif, bersahabat, dan berorientasi pada tujuan bersama. Dengan demikian, kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran signifikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di SD Alifya Bondowoso.