Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Pena Jangkar

PENGARUH MANAJEMEN UPAH TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA KOPERASI TKBM SAMUDERA NUSANTARA BANJARMASIN Fathulliansyah, Noor; Rahmadana Putri; Saifuddin Amir
Pena Jangkar Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i1.138

Abstract

Manajemen merupakan seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajamen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efesien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Manajemen belum memiliki definisi yang luas dan secara universal. Upah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia uang dan sebagainya yang dibayarkan sebagai pembalas jasa atau sebagai pembayar tenaga yang sudah dikeluarkan untuk mengerjakan sesuatu, gaji, imbalan Penelitian dengan metode kualitatif, dengan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian, yang berlokasi atau obyek dalam penelitian ini berada dikantor Koperasi TKBM Samudera Nusantara Banjarmasin yang beralamatkan di Jl. Cempaka Raya, Telaga Biru, Banjarmasin, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70117. Koperasi TKBM Samudera Nusantara Banjarmasin ini telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai.Data penelitian dikumpulkan baik lewat instrumen pengumpulan data, observasi, wawancara maupun lewat data dokumentasi. Sistem pengupahan tenaga kerja pada koperasi TKBM Samudera Nusantara Banjarmasin dilakukan dengan sistem upah borongan. Sedangkan upah minimum TKBM dihitung sekurang-kurangnya sama dengan upah minimum provinsi (UMP) atau upah minimum kabupaten/kota yang ditetapkan gubernur, bupati atau walikota. Upah bongkar muat yang merupakan salah satu faktor produktivitas tenaga kerja itu sendiri, semakin baik manajemen upah maka produktivitas tenaga kerja semakin meningkat. Abstract Management is the art of getting work done through other people. Mary Parker Follet's definition means that a manager is tasked with organizing and directing other people to achieve organizational goals. Ricky W. Griffin defines management as a process of planning, organizing, coordinating and controlling resources to achieve goals effectively and efficiently. Effective means that goals can be achieved according to planning, while efficiency means that existing tasks are carried out correctly, organized and according to schedule. Management does not yet have a broad and universal definition. Wages according to the Big Indonesian Dictionary are money and so on that are paid as compensation for services or as payment for energy that has been expended to do something, salary, reward Research using qualitative methods, the approach used in this research is a qualitative approach. The source of research data, which is located or the object in this research, is at the TKBM Samudera Nusantara Banjarmasin Cooperative office which is located at Jl. Cempaka Raya, Telaga Biru, Banjarmasin, Banjarmasin City, South Kalimantan 70117. The Samudera Nusantara Banjarmasin TKBM Cooperative has been equipped with adequate facilities and infrastructure. Research data was collected either through data collection instruments, observation, interviews or through documentation data. The labor wage system at the TKBM Samudera Nusantara Banjarmasin cooperative is carried out using a piece rate system. Meanwhile, the TKBM minimum wage is calculated to be at least the same as the provincial minimum wage (UMP) or district/city minimum wage set by the governor, regent or mayor. Loading and unloading wages are one of the factors of labor productivity itself. The better the wage management, the more labor productivity will increase
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PT. PULAU SEROJA JAYA DALAM MENANGANI PENERIMAAN DAN PERGANTIAN CREW KAPAL Silam, Veby Senopati; Melson, Oktoberian; Juhrani, Juhrani; Fathulliansyah, Noor; Gifta, Marianus George
Pena Jangkar Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i2.169

Abstract

Manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam menangani penerimaan dan pergantian awak kapal adalah proses yang mencakup berbagai kegiatan untuk memastikan bahwa perusahaan pelayaran memiliki awak kapal yang kompeten, terlatih, dan sesuai dengan kebutuhan operasional kapal. Proses ini dimulai dengan perencanaan kebutuhan awak kapal berdasarkan jenis kapal dan rute pelayaran. Selanjutnya, dilakukan perekrutan yang melibatkan seleksi kandidat melalui berbagai tes dan wawancara untuk menilai kualifikasi dan kemampuan calon awak kapal. Setelah perekrutan, manajemen SDM bertanggung jawab untuk menyediakan pelatihan yang diperlukan, baik yang bersifat dasar maupun spesifik sesuai dengan tuntutan tugas di kapal dan mengetahui permasalahan apa saja yang ditemui dalam melakukan kegiatan pengawakan kapal serta bagaimana cara mengatasi dari permasalahan tersebut. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif, metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Sumber data yang digunakan terbagi dua yaitu data primer berdasarkan observasi dan data sekunder dengan memanfaatkan segala informasi tersaji di PT. Pulau Seroja Jaya. Hasil pembahasan manajemen sumber daya manusia dalam menangani penerimaan dan pergantian crew kapal sebagai salah satu kegiatan dalam operasional perusahaan pencharteran kapal atau shipping company yang terfokuskan pada pengawakan kapal bagaimana optimalisasi pada kegiatan kegiiatan tersebut dan apa saja kendala serta solusi yang bisa digunakan untuk optimalisasi dalam pengawakan crew kapal sehingga dapan berjalan dengan lancar. Abstract Human resource management (HR) in handling the recruitment and change of crew members is a process that includes various activities to ensure that shipping companies have crew members who are competent, trained and in line with the ship's operational needs. This process begins with planning crew needs based on the type of ship and shipping route. Next, recruitment is carried out which involves selecting candidates through various tests and interviews to assess the qualifications and abilities of prospective crew members. After recruitment, HR management is responsible for providing the necessary training, both basic and specific in accordance with the demands of work on the ship and knowing what problems are encountered in carrying out ship manning activities and how to overcome these problems. This type of research uses qualitative methods, qualitative methods are research procedures that produce descriptive data in the form of written or spoken words from people and observed behavior. The data sources used are divided into two, namely primary data based on observations and secondary data by utilizing all the information presented at PT. Pulau Seroja Jaya The results of the discussion on human resource management in handling the recruitment and replacement of ship crew as one of the activities in the operations of a ship chartering company or shipping company which focuses on ship manning, how to optimize these activities and what are the obstacles and solutions that can be used to optimize crew manning ship so it can run smoothly
MANAJEMEN KEAGENAN DALAM MENANGANI KAPAL TANGKER BERMUATAN SOLAR (GASOIL 2500PPM) IMPOR PADA PT. ANUGRAH MAHADAYA NUSANTARA DI BANJARMASIN Fathulliansyah, Noor; Safitri , Riani; Noor, M. Irfan; Ariansyah, Wahyu Akbar
Pena Jangkar Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v5i1.186

Abstract

Dalam dunia pelayaran dan perdagangan internasional, keagenan kapal (shipping agency) memegang peranan yang sangat penting. Keagenan kapal bertugas sebagai perwakilan dari pemilik atau operator kapal dalam mengurus segala kebutuhan kapal selama berada di pelabuhan. Tugas-tugas tersebut mencakup pengurusan dokumen kedatangan dan keberangkatan kapal, pengaturan bongkar muat barang, koordinasi dengan otoritas pelabuhan, serta penyediaan kebutuhan logistik bagi kapal dan awaknya. Manajemen keagenan kapal merupakan suatu sistem pengelolaan yang terorganisir untuk memastikan seluruh proses layanan keagenan dapat berjalan dengan efisien, tepat waktu, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mengingat kompleksitas kegiatan yang terlibat, dibutuhkan pemahaman yang mendalam mengenai regulasi pelabuhan, logistik maritim, serta keterampilan koordinasi lintas sektor.Pada era globalisasi dan digitalisasi seperti saat ini, tantangan dalam manajemen keagenan kapal semakin meningkat. Persaingan yang ketat, kebutuhan akan pelayanan yang cepat dan akurat, serta tuntutan akan transparansi dan efisiensi menuntut agen kapal untuk terus berinovasi dan mengembangkan sistem manajemen yang andal. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, metode penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil dari penelitian yang berupa data-data yang diperoleh sesuai dengan kondisi perusahaan yang berupa data non statistik dengan metode pengumpulan data seperti wawancara dan dokumentasi, survey, observasi, dan studi Pustaka Hasil pembahasan keseluruhan keagenan PT. Anugrah Mahadaya Nusantara di Banjarmasin sudah menjalakan tugas peran sebagai manajemen keagenan kapal dengan baik, yaitu sebelum kapal tiba dan sampai kapal berlayar kembali. Dimulai dengan penanganan kedatangan kapal ke kantor Kesyahbandaran Otoritas pelabuhan, pemeriksaan dokumen-dokumen kapal.Agen atau Staf Operasional Dari PT. Anugrah Mahadaya Nusantara di Banjarmasin dalam melakukan tugasnya sudah sangat teliti saat proses kedatangan kapal sampai keberangkatan kapal, permohonan kedatangan dan keberangkatan itu di serahkan di kantor Kesyahbandaran otoritas pelabuhan untuk penerbitkan surat persetujuan berlayar.
FAKTOR SUMBER DAYA MANUSIA YANG MEMPENGARUHI WAKTU TUNGGU DALAM PENGURUSAN CLEARANCE DOKUMEN KAPAL DI PT. TRIELANG INDO MARITIM Andri Ali Wardhana; Fathulliansyah, Noor; Masnun, Masnun
Pena Jangkar Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/jpj.v1i2.22

Abstract

Transportasi laut mempunyai peranan yang sangat penting di negara indonesia. Armada angkutan laut yang mendukung dapat meningkatkan peraturan dan kesatuan bangsa. Dimana indonesia merupakan negara kepulaun terbesar di dunia. Jasa angkutan laut tersebut dapat mendorong terjadinya perpindahan barang dan manusia antar pulau sehingga membatu kelangsungan kehidupan dan meningkatkan perekonomian masyarkat indonesia. Seiring pertumbuhan dan perkembangan kegiatan kunjungan kapal yang memasuki wilayah perairan indonesia, hal tersebut mampu meningkatkan perkembangan yang cukup signifikan untuk perushaan-perusahaan penyedia jasa pelayanan kapal. Dalam situasi seperti ini, setiap perusahaan yang menyediakan jasa pelayanan harus mampu meningkatkan pelayanannya terhadap pengguna jasa.
PERAN DOSEN DALAM MEMBANGUN KESADARAN SALAT LIMA WAKTU TARUNA AKADEMI MARITIM NUSANTARA BANJARMASIN Syahbudin, Akhmad; Fathulliansyah, Noor; Wardhana, Andri Ali
Pena Jangkar Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/jpj.v2i1.28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dosen Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin dalam membangun kesadaran salat lima waktu meliputi: bimbingan, keteladanan dan motivasi, serta mengetahui Faktor pendukung dan penghambat dalam membangun kesadaran salat lima waktu. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deksriptif. Subjek penelitian adalah 2 orang dosen (latarbelakang Pendidikan S2 Pendidikan Agama Islam) dan 2 orang dosen penasehat akademik. Adapun objek dalam penelitian ini adalah peran dosen dalam membangun kesadaran salat lima waktu meliputi: bimbingan, keteladanan dan motivasi. serta faktor pendukung dan penghambatnya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran dosen sudah baik seperti yang diharapkan seperti halnya: (1) Dosen sebagai pembimbing. (2) Dosen sebagai teladan. (3) Dosen sebagai motivator. Faktor pendukung yaitu kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan kegiatan sudah tersedianya fasilitas kampus yang memadai untuk salat berjamaah. Adapun faktor penghambatnya yaitu kurangnya partisipasi dan pengawasan orang tua sehingga menyerahkan semuanya ke kampus.
ANALISIS PENGARUH KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN BONGKAR MUAT KAPAL PETIKEMAS PADA PT. PELINDO TERMINAL PETIKEMAS TPK PANTOLOAN Lutfillah, Muhammad; kamsariaty; Fathulliansyah, Noor
Pena Jangkar Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/penajangkar.v2i2.43

Abstract

Salah satu pelabuhan terminal petikemas di Indonesia bagian timur yaitu Terminal Peti Kemas (TPK) Pantoloan yang di operasikan oleh PT. Pelabuhan Indonesia (Persero), perusahaan ini adalah salah satu pelayanan jasa dibidang kepelabuhanan untuk melayani penangan peti kemas di Pelabuhan Pantoloan, dan berfungsi untuk melayani kegiatan bongkar muat peti kemas, penumpukan peti kemas, penerimaan atau pengiriman (receiving or delivery) peti kemas, dan kegiatan penunjang lainnya. Pada dasarnya, pelayanan TPK Pantoloan berorientasi kepada beberapa kebijakan dasar yaitu, efesiensi biaya, efektifitas waktu, dan juga kepuasan pengguna jasa. Metode penelitian yang digunakan Penelitian kualitatif deskriptif. Kesimpulan dalam penelitian ini meliputi berdasarkan hasil Importance Performance Analysis didapatkan hasil bahwa Atribut kualitas layanan yang masih dalam kuadran A sebanyak 5 atribut yaitu: respon pada saat kedatangan yaitu karyawan memberikan respon yang baik pada saat konsumen datang, kecepatan dalam merespon kebutuhan konsumen yaitu karyawan merespon dengan cepat kebutuhan konsumen, ketanggapan yaitu kemampuan karyawan dalam melakukan layanan (service), layanan yang ramah yaitu karyawan melayani konsumen dengan ramah, penataan ruang tunggu yaitu penataan ruang tunggu untuk konsumen dapat membuat nyaman dan tidak bosan. Atribut kualitas layanan yang masuk dalam kuadran B adalah pengetahuan tentang peti kemas yaitu karyawan memiliki pengetahuan peti kemas sehingga mampu melayani konsumen dengan baik, efisiensi waktu yaitu karyawan melayani sesuai dengan waktu yang dijanjikan dan kehandalan yaitu kemampuan karyawan dalam melayani konsumen dengan keahlian yang dimiliki dengan layanan tepat waktu.