Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Scoping Review Sex Education untuk Mencegah Kekerasan Seksual pada Anak Usia Dini Listriyati, Linda; Adnani, Qorinah Estiningtyas Sakilah; Susiarno, Hadi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 2 (2024): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.95236

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan seksual pada anak usia dini menjadi hal yang penting dilakukan pada saat ini, mengingat banyak terjadinya kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi pada anak usia dini.Tujuan: Review Article ini mencoba untuk mengeksplorasi metode-metode ataupun media yang efektif dalam memberikan pendidikan seksual pada anak usia dini sebagai langkah preventif untuk mencegah kekerasan seksual.Metode: Metode Scoping Review digunakan untuk mengidentifikasi literatur yang relevan dari berbagai sumber terkait topik penelitian ini. Langkah-langkah yang dilakukan mencakup identifikasi pertanyaan penelitian, pencarian artikel, seleksi, pemetaan data, dan penyusunan informasi. Dipilih 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi.Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa beberapa metode efektif dalam memberikan pendidikan seksual pada anak usia dini meliputi penggunaan media aplikasi game, lembar kerja anak, lagu tradisional, buku bergambar, dan program pendidikan kesehatan seksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan seks pada usia dini dapat meningkatkan pemahaman anak tentang tubuh, perbedaan gender, keselamatan, dan perlindungan diri dari kekerasan seksual. Peran orang tua dan pendidik sangat penting dalam memberikan pendidikan seksual kepada anak usia dini.Kesimpulan: Pendidikan seks pada anak usia dini merupakan langkah penting dalam mencegah kekerasan seksual dan perlu diterapkan dengan berbagai metode yang sesuai dengan perkembangan anak.
Flash Card sebagai Media Pendidikan Kesehatan pada Remaja: Kajian Scoping Review Listriyati, Linda; Arya, Insi Farisa Desy; Dodi Suardi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 5 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i5.6977

Abstract

Remaja mengalami fase transisi yang melibatkan perubahan fisik, kognitif, emosional, dan sosial, sehingga pendidikan kesehatan menjadi penting untuk mendukung kesehatan mereka. Salah satu media yang efektif untuk pendidikan kesehatan adalah flash card, yang dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku sehat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh flash card terhadap pendidikan kesehatan pada remaja. Metode yang digunakan adalah scoping review, dengan mengumpulkan artikel dari platform Google Scholar, PubMed, dan Science Direct dan didapatkan enam artikel dari lima negara yang berhasil dianalisis dengan tiga tema utama yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flash card efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai isu kesehatan, menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan fleksibilitas, serta mendorong remaja untuk berpikir kritis, meningkatkan peranan remaja dalam pendidikan kesehatan dan mudah diakses. Dapat disimpulkan bahwa flash card efektif meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pendidikan kesehatan melalui pembelajaran yang interaktif, mudah dipahami, dan fleksibel. Studi ini mendukung pengembangan media partisipatif dan merekomendasikan inovasi digital salah satunya flash card sebagai media pendidikan kesehatan.
Breastfeeding Problems In Teenage Mothers: A Scoping Review Wijaya, Wulan; Sugiharti, Ina; Listriyati, Linda
JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN) Vol 9, No 1 (2026): Journal Educational of Nursing (JEN)
Publisher : STIKes RSPAD RSPAD Gatot Soebroto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37430/jen.v9i1.328

Abstract

Background: Breastfeeding practices among teenage mothers are among the lowest globally, despite the increasing proportion of breastfeeding teenage mothers. The impact of breastfeeding teenage mothers who do not breastfeed will cause growth and development delays in infants, lack of bonding (relationship) between mother and infant, and malnutrition in infants. Objective: To examine breastfeeding issues among teenage mothers. Method: This scoping review method consists of several steps, namely identifying scoping review questions, identifying relevant literature sources, selecting literature, compiling, summarizing, and reporting the results. Results: Based on a critical review, 19 articles were obtained. The results of the study found 3 themes, namely low education levels, lack of maternal knowledge about breastfeeding, and lack of support for breastfeeding mothers. Conclusion: Breastfeeding issues among teenage mothers are an important note that must be considered because when a teenager has to become a mother at a young age and they are required to be able to become a mother at a young age. The problems faced by teenage mothers are very diverse. The findings of this study can be used as a basis or input for further researchers to examine more deeply other problems related to breastfeeding among teenage mothers.
UPAYA PENCEGAHAN BABY BLUES SYNDROME DAN DEPRESI PASCA MELAHIRKAN PADA IBU NIFAS DAN MENYUSUI Wijaya, Wulan; Sugiharti, Ina; Fitriani, Dyah Ayu; Yuliani, Meda; Listriyati, Linda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37375

Abstract

Abstrak: Puskesmas Puding Besar merupakan salah satu Puskesmas yang mendukung kesehatan mental Ibu, baik pada Ibu hamil, Nifas dan menyusui. Permasalahan utama yang diidentifikasi meliputi rendahnya pengetahuan ibu mengenai perubahan psikologis normal dan patologis setelah melahirkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah baby blues syndrom dan depresi pasca melahirkan melalui peningkatan pemahaman Ibu. Kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan dan sharing pengalaman yang diikuti oleh 30 Ibu nifas dan menyusui di wilayah Kerja Puskesmas Puding Besar. Evaluasi dilakukan melalui pre-test & post-test interakti dan tanya jawab dari peserta. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan Ibu tentang baby blues syndrom dan depresi pasca melahirkan meningkat dari 8,20 menjadi 12,85 dan peningkatan pengetahuan tentang ASI dari 9,10 menjadi 13,40. Ibu nifas untuk dapat mengeksplorasikan pengalaman-pengalaman tersebut dengan didampingi oleh anggota keluarag terutama suami serta didukung oleh tenaga kesehatan (bidan) guna menimalisir kejadian depresi atau tekanan saat melakukan perawatan pada bayi sehingga Ibu menjadi lebih tenang dan nyaman saat memberikan ASI.Abstract: Puding Besar Health Center is one of the Health Centers that supports maternal mental health, both for pregnant women, postpartum women, and breastfeeding women. The main problem identified includes mothers' low knowledge regarding normal and pathological psychological changes after childbirth. This community service activity aims to prevent baby blues syndrome and postpartum depression by increasing mothers' understanding. Activities include socialization, counseling, and sharing experiences attended by 30 postpartum and breastfeeding mothers in the Puding Besar Community Health Center's work area. Evaluation was carried out through pre-test & post-test interactions and questions and answers from participants. The results of the community service activity showed an increase in mothers' knowledge about baby blues syndrome and postpartum depression from 8.20 to 12.85 and an increase in knowledge about breastfeeding from 9.10 to 13.40. Postpartum mothers can explore these experiences accompanied by family members, especially husbands, and supported by health workers (midwives) to minimize the incidence of depression or stress when caring for babies so that mothers can be calmer and more comfortable when breastfeeding. 
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PASANGAN USIA SUBUR TENTANG KB MKJP MELALUI METODE PENYULUHAN INTERAKTIF Wijaya, Wulan; Listriyati, Linda; Sugiharti, Ina ,; Winengsih, Ecih; Fitriani, Dyah Ayu; Lubis, Tika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38112

Abstract

Abstrak: Rendahnya pengetahuan dan kuatnya stigma terhadap metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) menjadi hambatan dalam peningkatan penggunaan kontrasepsi efektif pada pasangan usia subur (PUS). Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap PUS terhadap MKJP melalui penyuluhan interaktif yang terstruktur. Kegiatan melibatkan 36 responden dengan desain pre-experimental one group pre-test–post-test. Intervensi meliputi ceramah partisipatif, diskusi dua arah, klarifikasi mitos, dan konseling singkat. Evaluasi menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap, dengan analisis deskriptif serta uji Paired t-test dan effect size (Cohen’s d). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan dari 61,8±9,8 menjadi 83,9±8,1 (p<0,05; d=1,60) dan sikap dari 28,4±4,0 menjadi 35,1±3,5 (p<0,05; d=1,55). Pengetahuan kategori baik meningkat dari 19,4% menjadi 77,8%, dan sikap positif dari 38,9% menjadi 80,6%. Temuan ini menunjukkan penyuluhan interaktif efektif meningkatkan pemahaman dan penerimaan MKJP serta berpotensi mendukung program keluarga berencana di tingkat komunitas.Abstract: Low levels of knowledge and strong stigma surrounding long-acting contraceptive methods (LACMs) pose barriers to increasing the use of effective contraception among couples of reproductive age (CRAs). This community service project aims to improve CRAs’ knowledge and attitudes toward LACMs through structured interactive education. The study involved 36 participants using a one-group pre-test–post-test pre-experimental design. The intervention included participatory lectures, two-way discussions, myth clarification, and brief counseling. Evaluation utilized knowledge and attitude questionnaires, with descriptive analysis as well as Paired t-tests and effect size (Cohen’s d). Results showed a significant increase in knowledge scores from 61.8 ± 9.8 to 83.9 ± 8.1 (p < 0.05; d = 1.60) and in attitudes from 28.4 ± 4.0 to 35.1 ± 3.5 (p < 0.05; d = 1.55). The proportion of participants with “good” knowledge increased from 19.4% to 77.8%, and those with positive attitudes increased from 38.9% to 80.6%. These findings indicate that interactive health education effectively improves understanding and acceptance of MKJP and has the potential to support family planning programs at the community level.