Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Asap Cair Tempurung Kelapa (Cocos nucifera L.) pada Proses Pengawetan Ikan Bage Savitri, Desy; Tanggasari, Devi
Nutriology : Jurnal Pangan,Gizi,Kesehatan Vol 5 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v5i2.3739

Abstract

Asap cair salah satu produk hasil pirolisis dari tempurung kelapa yang dapat digunakan sebagai sebagai bahan tambahan alami untuk pengawetan makanan. Pada saat ini asap cair banyak digunakan oleh para pelaku industri pangan sebagai pemberi aroma, tekstur dan cita rasa yang khas pada produk pangan seperti daging, ikan, dan keju. Selain itu, asap cair dinilai lebih praktis dan efisien karena pada proses pengawetan makanan lebih aman dibandingkan dengan pengasapan. Salah satu produk yang dapat diawetkan dengan penambahan asap cair adalah ikan bage khas sumbawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asap cair terhadap proses pengawetan ikan bage. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi asap cair yang terdiri dari 3 taraf yaitu 10 ml, 15 ml, dan 20 ml, serta faktor kedua yaitu lama penyimpanan terdiri dari 1 hari, 2 hari, dan 3 hari, data yang dihasilkan diolah menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asap cair dan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap uji organoleptik yaitu 0,000 (P ≤ 0,05). Rata-rata perlakuan asap cair 20 ml dan lama penyimpanan 1 hari merupakan perlakuan terbaik dengan menunjukkan sifat fisik warna 3,60 (ikan cenderung berwarna putih), aroma 3,52 (tidak beraroma amis) dan tekstur 3,08 (bertekstur sedikit lembek).
PELATIHAN PEMBUATAN YOGHURT DARI SUSU SAPI DI DESA BOAK, KABUPATEN SUMBAWA Ariskanopitasari, Ariskanopitasari; Tanggasari, Devi; Rizaldi, Lalu Heri; Ardiansyah, Adi; Amrullah, Shafwan; Afgani, Chairul Anam
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v6i1.31853

Abstract

Produksi susu sapi di Sumbawa sangat potensial meskipun belum dimanfaatkan nilai ekonominya secara optimal. Susu sapi dapat diolah menjadi yoghurt untuk memperpanjang umur simpan, menambah nilai ekonomi serta menambah nilai nutrisinya. Oleh karena itu kegiatan pengabdian masyarakat di desa Boak Kecamatan Unter Iwes ini dilakukan untuk memberikan tambahan informasi dan melatih keterampilan masyarakat dalam mengolah susu sapi menjadi yoghurt. Kegiatan ini dilaksanakan pada Januari 2025 di Gedung Serbaguna desa Boak yang diikuti oleh masyarakat setempat. Pelatihan diawali dengan pemaparan singkat mengenai yoghurt dan manfaatnya bagi kesehatan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan tutorial pembuatan yoghurt rumahan yang diselingi dengan sesi diskusi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap manfaat yoghurt semakin baik serta dapat memahami metode produksi yoghurt skala kecil. Yoghurt dapat dikonsumsi oleh setiap rumah tangga atau sebagai peluang usaha skala rumah tangga.
Kajian Penambahan Bubuk Kayu Manis dengan Berbagai Tingkat Penyangraian Terhadap Mutu Fisik dan Organoleptik Kopi Robusta Celup Desa Lenangguar, Sumbawa Afgani, Chairul Anam; Nurrahman, Aulia; Ariskanopitasari, Ariskanopitasari; Tanggasari, Devi
Pro Food Vol. 11 No. 1 (2025): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v11i1.521

Abstract

Sumbawa Island is one of the coffee-producing areas that is marketed in various forms, one of which is dipped coffee. This dipping coffee consists of ground coffee and spices as flavor enhancers and is packaged in small paper bags to facilitate brewing. This study was conducted to determine the effect of cinnamon powder concentration and roasting time on the physical and organoleptic quality and typical dipped coffee of Lenangguar Village, Sumbawa. This study used a Completely Randomized Design with 2 factors: (1) roasting degree (light roast 8 minutes, medium roast 9 minutes, and dark roast 10 minutes), and (2) cinnamon powder concentration (3%, 5%, and 7%). The results showed that cinnamon powder concentration had a significant effect on the juice content and the flavor and aroma likability of dipped coffee, but had no significant effect on the physical color and the color likability. Meanwhile, roasting time had a significant effect on the juice content, the brightness level of physical color, and the likability of aroma, flavor, and color of dipped coffee. The recommended treatment for dipped coffee is medium roasting (9 minutes) with the addition of 5% cinnamon powder, which produces a juice content value of 0.47%, color brightness of 33.2, oHue value of 46.9 (red), with the likeabilty of color of 3.2 (like), aroma of 2.4 (somewhat like), and flavor of 3.3 (like).
Karakteristik Mutu Kimia Masker Wajah Beras Putih (Oryza sativa)-Lo’i Monca Tradisional Dompu Kamagi, Tri Wahyudi N; Tanggasari, Devi
Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community Vol. 1 No. 1 (2022): Biocity: Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community
Publisher : Department of Pharmacy, Bumigora University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/biocity.v1i1.2458

Abstract

People in Dompu Regency West Nusa Tenggara have always used traditional face mask products, namely masks lo'i monca which protect facial skin from the sun when they are active all day outdoors. Dompu traditional masks (lo'i monca) are made from rice, tamarind shoots, bangle, curcuma, temugiring, and galangal. The purpose of this study was to determine the chemical quality of facial masks in lo'i monca terms of pH, water content and antioxidants. This type of research is a type of laboratory experimental research. Based on the results of laboratory tests, the average pH value obtained by the face mask powder preparation lo'i monca is 7.08. In testing the water content, the average value of the powder mask preparation lo'i monca was 13.3%. The results of the IC50 antioxidant activity test for powder mask preparations lo'i monca were 14.47 ppm. The results of laboratory tests that meet the requirements are pH levels because the pH value is in the range of 4.5-8.0, while the results on the water content do not meet the SNI requirements because the water content value is more than 10%, and the results of the antioxidant activity test the IC50 value of mask preparations.powder is lo'i monca classified as a very strong antioxidant because it is at an IC50 value of less than 50 ppm.
Analisis Mutu Fisik dan Kimia Masker Wajah Tradisional Sumbawa (Seme Babak) dari Kulit Batang Pohon Mangga Golek (Mangifera indica Linn) Septianingsih, Rika Dwi; Tanggasari, Devi
Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community Vol. 1 No. 2 (2023): Biocity: Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community
Publisher : Department of Pharmacy, Bumigora University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/biocity.v1i2.2720

Abstract

The people in Sumbawa Regency, especially in Pungkit village, have been using traditional face mask products, namely the Seme Babak mask, which protects facial skin from the sun when doing activities all day outside the room. The traditional Seme Babak mask is made from the main ingredients, namely mango tree trunks and rice supporting ingredients, white glutinous rice and jackfruit seeds. The purpose of this study was to deterne the physical quality (spreadability, absorption, adhesion, particle size, homogeneity, moisture content) and to determine the chemical quality of the Seme Babak Typical Sumbawa masks with antioxidants and pH. This type of research is observational research and laboratory experiments. Based on the results of laboratory tests, the physical test results obtained an average particle size of 60 mesh or 0.25 mm, absorption power of 8 ml, adhesion of 6.43 seconds, spreadability of 5.1 cm, homogeneity, moisture content of 11% and chemical test results, the average value of the antioxidant test the IC50 value of the Seme Babak powder mask preparation is classified as a strong antioxidant at an IC50 value of more than 50 and less than 100, namely 68.2212 ppm and the pH level meets the requirements, namely the pH level because the pH value is in the range of 4.5-8.0.
Kualitas Fisik dan Organoleptik Sosis Daging Kambing dengan Konsentrasi Tepung Tapioka yang Berbeda Junita, Aida Norma; Jatnika, Ahmad Reza; Tanggasari, Devi
BIOMARAS : Journal of Life Science and Technology Vol 3 No 1: BIOMARAS : Vol 3, No 1 Februari 2025
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi tepung tapioka pada kualitas fisik dan organoleptik sosis daging kambing. Uji fisik dan organoleptik meliputi, pH, susut masak, randemen, aroma, rasa, warna, dan tekstur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan 3 ulangan yaitu P1= tanpa tepung tapioka, P2= 15% tepung tapioka, P3= 30% tepung tapioka dan P4= 45% tepung tapioka. Data yang diperoleh akan di anlisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian ini menunjukkan konsentrasi tepung tapioka yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH, aroma, rasa, warna dan tekstur. Sedangan pengaruh terhadap susut masak dan randemen tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Konsentrasi tepung tapioka sebesar 45% dari komponen bahan dapat menghasilkan nilai pH yang tinggi (7.50±0.00), Susut masak yang tinggi (1.63±0.39) dan randemen yang rendah (0.84±0.12). Perlakuan yang paling baik terdapat pada P1 yang dimana pH normal (7.02±016), susut masat rendah (1.32±0.35) dan randemen tinggi (1.04±0.00). Berdasarkan nilai organoleptik konsentrasi tepung tapioka sebesar 15% menghasilakan aroma yang sedap (4.16±047), rasa yang enak (4.52±0.50), warna putih keabuan (2.48±0.71) dan tekstur yang lembut (1.76±0.43).
Analysis of Briquette Characteristics with Variations in Raw Materials of Kapok Fruit Husk (Ceiba Pentandra) and Jatropha Fruit (Ceiba Pentandra) with Starch Adhesive Husdiana, Rani; Tanggasari, Devi; Nealma, Samuyus
Protech Biosystems Journal Vol 5, No 1 (2025): Protech Biosystem Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/protech.v5i1.30014

Abstract

Natural resources in Indonesia are abundant, but some are not utilized properly, resulting in environmental pollution waste, such as kapok fruit husk and jatropha fruit. This waste can be innovatively processed into briquettes. This study aims to analyze the characteristics of briquettes made from kapok fruit husk and jatropha fruit using starch adhesive. An experimental method was used with variations in raw material composition: P1=(KK 45:BJ 45:PR 10), P2=(KK 60:BJ 30:PR 10), and P3=(KK 90:PR 10). The research design applied a Completely Randomized Design (CRD) to analyze significant data at a 0.05% level. The results showed that the lowest average moisture content was at P2 with a value of 1.69%, the lowest ash content was at P2 with a value of 9.10%, the lowest volatile matter content was at P3 with a value of 84.46%, the highest fixed carbon content was at P2 with a value of 4.80%, and the highest calorific value was at P3 with a value of 9,478%. The characteristics that meet the Indonesian National Standard (SNI No.1683-2021) are only moisture content and calorific value, with the standard requiring moisture content <8-10% and calorific value >6,000. These results indicate that briquettes can serve as an environmentally friendly alternative fuel with potential for further development.
Uji karakteristik briket serbuk gergaji kayu jati dengan pencampuran ampas tebu berdasarkan jumlah variasi perekat (tepung beras ketan) Wayudi, Wahyudi; Tanggasari, Devi
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol. 2 No. 1 (2023): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Briket arang adalah bahan bakar padat yang terbuat dari arang kayu dengan bahan perekat alami, seperti tepung ketan. Kualitas briket sangat ditentukan dengan jumlah persentase perekat yang ditambahkan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah perekat terhadap kadar air, indeks kehancuran, kadar abu, dan nilai kalor terhadap briket serbuk gergaji kayu jati dengan pencampuran ampas tebu. Penggunaan konsentrasi perekat tepung beras ketan sebesar 2%, 3%, dan 4%. Penelitian ini menggunakan RAL satu faktor dengan analisis anova untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi perekat terhadap briket serbuk gergaji kayu jati dengan pencampuran ampas tebu. Perlakuan terbaik yang diperoleh pada penelitian ini yaitu penggunaan konsentrasi perekat 2% dengan nilai kadar air sebesar 0.015%, kadar abu sebesar 0.12%, indeks kehancuran sebesar 0.94% dan nilai kalor sebesar 5.856 Kal/g.
Uji karakteristik briket dari bahan baku kulit biji jarak pagar (jatropha curcas l) dan batok kelapa (cocos nucifera) dengan perekat tepung kanji Rasul, Rasul; Tanggasari, Devi
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol. 3 No. 1 (2024): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya alam di Indonesia sangat melimpah, tapi masih ada sebagian yang tidak termanfaatkan dengan baik sehingga hanya menjadi limbah pencemar lingkungan, salah satunya seperti kulit biji jarak pagar dan batok kelapa. Limbah ini bisa di inovasikan menjadi biomassa, seperti briket. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik briket yang di buat dari bahan baku kulit biji jarak pagar dan batok kelapa dengan perekat tepung kanji. Penelitian ini mengunakan rancangan acak lengkap (RAL) sebagai alat untuk menganalisis data signifikan dengan taraf 0,05%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kadar air yang paling rendah adalah pada konsentrasi P2 dengan nilai 2,08%. Nilai paling rendah pada kadar abu adalah pada konsentrasi P1 dengan nilai 26,66%, kadar zat mudah menguap paling rendah pada konsentrasi P2 dengan nilai 18,28%, karbon terikat paling tinggi berada pada konsentrasi P2 dengan nilai 41,57% dan nilai kalor tertinggi adalah pada konsentrasi P2 dengan nilai 5629%, sehingga perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah konsentrasi P2.
Pengaruh Penambahan Daun Gamal, Kelor, Dan Karbit Dalam Proses Pemeraman Pisang Kepok: The Effect Of Gamal, Moringa, And Carbide In The Process Of Souring Kepok Bananas Tanggasari, Devi; Wardani, Lusi Lukita
Jurnal Teknologi dan Mutu Pangan Vol. 1 No. 2 (2023): JTMP: Jurnal Teknologi dan Mutu Pangan
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/jtmp.v1i2.2578

Abstract

The fruit ripening process is followed by a high respiration rate and an increase in ethylene production. Carbide is used to help the ripening process but it is a chemical compound and not good for health. This study aims to study the ripening characteristics of bananas using natural ingredients that trigger ethylene in various variations in ripening time. The method used is an experimental method with a Randomized Block Design (RAK) model in the treatment using gamal leaves, moringa leaves and carbide as well as variations in curing time of 1,2 and 3 days. The results showed that there was a significant change in bananas during ripening for 1, 2 and 3 days as indicated by the parameters measured in each treatment. The ANOVA results showed a significant effect on the type of trigger and the duration of curing for each treatment. The curing temperature for 1, 2 and 3 days averaged 28.33–29.66°C in each treatment. There was an increase in each curing agent. Measurement of the treatment of gamal leaves with L values 28.96, 45.16 and 69.53, respectively. showed curing 1, 2 and 3 days on average 94-97%. The final color is indicated by the calculation of °Hue of 80.46 yellow gradient and the level of sweetness of all types of kepok banana ripening ingredients which is the best and safe for consumption using ripening Gamal leaves which from the first day to the last day has increased.