Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

The Effect Of Temperature And Humidity On Banana Sale Products In Various Types Of Packaging With Long Storage Time Aprilandani, Sinta; Tanggasari, Devi
Protech Biosystems Journal Vol 2, No 2 (2022): Protech Biosystems Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/protech.v2i2.12861

Abstract

The drying process carried out in making banana sale will cause the moisture content in banana sale with various types of banana packaging is very influential, the storage of banana sale has decreased quality in terms of temperature, humidity and moisture content. The purpose of this study was to determine the effect of packaging method using (opp plastic, vacuum and jar) and storage duration on temperature, humidity and moisture content of banana sale. This study consisted of one factor, namely packaging using opp plastic, packaging using vacuum and packaging using jars. Duration of storage with 15 observations for 1 month every 2 days 1 observation (2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, 22, 24, 26, 28, and 30) in a refrigerator temperature around 7˚C. Therefore, a method is needed to maintain the quality of banana sale during storage by applying packaging technology. Data were processed using a completely randomised design (CRD). Factorial with three repetitions, the parameters analysed were the effect of temperature, humidity and moisture content. The results showed that the storage of banana sale with various types of packaging for 1 month gave the best results on the use of packaging using vacuum type for the best storage for 1 month compared to the use of packaging types using opp plastic and jars.
Analysis of macronutrient content macro nutrient content in organic fertiliser using fermented betel leaf extract Amrullah, Shafwan; Ariskanopitasari, Ariskanopitasari; Tanggasari, Devi; Rizaldi, Lalu Heri; Mikhratunnisa, Mikhratunnisa; Radiansyah, Adi; Harjito, Harjito
Protech Biosystems Journal Vol 3, No 1 (2023): Protech Biosystems Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/protech.v3i1.15920

Abstract

The use of organic fertilizers in Indonesia is increasing, this is due to the scarcity of synthetic fertilizers. Organic fertilizers have their own challenges in terms of the concentration they contain. In addition, some organic materials that exist today are very abundant, so it needs to be used as organic fertilizer, one of which is betel leaf. However, betel leaf itself is an additional ingredient that can increase the existing nutrient content. In this study, analysis of the macro elements in organic fertilizers was carried out by adding variations in the amount of betel leaf raw material. The research was conducted using variations of betel leaf extract 2%, 4%, and 6%. The test analysis in this study was in the form of N, P, and K levels. The results showed that the highest N content was in the 4% betel leaf variation, which was 0.1%, the highest P content was in the 2% variation, which was 0.04%, and the highest K content was at 2% variation, namely 0.066%. From these results, it can be said that there was no significant effect of the addition of betel leaf extract on the macro-nutrient content of liquid organic fertilizer. 
Pengaruh Pengeringan Lapis Tipis Jagung (Zea mays L) sebagai Bahan Pakan dengan Suhu yang Berbeda Tanggasari, Devi; Jatnika, Ahmad Reza
Journal of Tropical Agricultural Engineering and Biosystems - Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2023.011.01.07

Abstract

Pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air sehingga dapat meningkatkan daya tahan dan kualitas bahan pakan terutama jagung. salah satu metode pengeringan yang dapat digunakan yaitu pengeringan lapis tipis. Metode ini dapat menghilangkan air atau pelarut dari lapisan tipis bahan yang diterapkan pada suatu permukaan, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengeringan lapis tipis pada jagung (kadar air, moisture ratio, dan laju pengeringan) sebagai bahan pakan dengan tingkat suhu pengeringan yang berbeda-beda yaitu pada suhu 50, 60 dan 70 °C. Kadar air konstan yang diperoleh pada pengeringan suhu 50 °C mencapai 22.92%, pada suhu 60 °C mencapai 21.58%, sedangkan pada suhu 70 °C mencapai 17.58%, namun kadar air yang dihasilkan pada penelitian ini belum memenuhi standar kadar air yang dibutuhkan dalam penyimpanan bahan pakan (14%). Semakin tinggi suhu pengeringan yang digunakan maka akan semakin singkat proses pengeringannya dan pengurangan air bahan akan semakin cepat, mengakibatkan nilai Ln MR semakin menurun. Pada suhu pengeringan 50 °C diperoleh nilai rata-rata Ln MR= -2.4796 (R2=0.969), suhu 60 °C diperoleh nilai Ln MR= -2.7369 (R2=0.951), sedangkan pada suhu 70 °C dengan rata-rata Ln MR= -4.2102 (R2=0.977). Pada laju pengeringan pada suhu 60 °C lebih rendah dibandingkan dengan suhu 70 °C yaitu berkisar 0.44 gram/jam, sedangkan laju pengeringan pada suhu 70 °C yaitu mencapai 0.73 gram/jam. Dari hasil uji statistik dari ketiga level suhu pengeringan menunjukkan bahwa estimasi intercept tidak signifikan secara statistik pada level signifikansi 0.05.
Variasi Suhu Pengeringan Menggunakan Oven terhadap Mutu Kerupuk Rumput Laut Mulita, Alya; Tanggasari, Devi
Nutriology : Jurnal Pangan,Gizi,Kesehatan Vol 5 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v5i1.3727

Abstract

Sumbawa besar merupakan daerah penghasil rumput laut jenis (Eucheuma cottonii) yang dibudidayakan olehpetani rumput laut setempat. Kerupuk rumput laut ini salah satu produk hasil olahan di Desa kaung, rumput laut ini diolah melalui proses perendaman, perebusan, pengukusan dan yang paling penting yaitu proses pengeringan karena dapat mempengaruhi kandungan kimia dari kerupuk rumput laut yang dihasilkan, sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi suhu pengeringan terhadap mutu kerupuk rumput laut (Eucheuma Cottonii)". Metode penelitian ini adalah metode eksperimental yang dilaksanakan di laboratorium dan dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor yaitu suhu (60oC, 65oC dan 70oC). Analisis data menggunakan uji Anova. Hasil penelitian pengeringan kerupuk rumput laut pada ketiga suhu pengeringan (60oC, 65oC dan 70oC) menunjukkan pada suhu pengeringan 70oC merupakan pengeringan terbaik karena mampu menurunkan kadar air lebih banyak yaitu 6.46%, kadar abu yang relatif rendah yaitu 2.03%, kadar lemak sebesar 0.32% dan karbohidratnya 89.38% lebih tinggi dibanding suhu pengeringan lainnya, p value = 0.000 < 0.05 yang artinya ada pengaruh variasi suhu pengeringan terhadap mutu kerupuk rumput laut.
Analisis Uji Fisik dan Uji Kimia Cabai Rawit yang Dikeringkan dengan Berbagai Variasi Suhu Menggunakan Mesin Dehydrator Adungka, Rasdi; Tanggasari, Devi
Nutriology : Jurnal Pangan,Gizi,Kesehatan Vol 5 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v5i1.3728

Abstract

Cabai salah satu tanaman hortikultura yang bernilai ekonomis tinggi dan berpotensi untuk terus dikembangkan namun cabai rawit merupakan jenis buah yang mudah rusak, oleh karena itu diperlukan penanganan pasca panen yang tepat, salah satunya dengan pengeringan mengunakan variasi suhu mengunakan mesin dehydrator dengan lama waktu pengeringan 8 jam. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan yang berbeda 60, 70, dan 80°C terhadap analisis fisik (susut bobot) dan analisis kimia (kadar air, kandungan vitamin C dan capsaicin) pada cabai rawit yang di keringkan menggunakan mesin dehydrator. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan tiga perlakuan dan tiga kali ulangan. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa suhu mempengaruhi penurunan susut bobot pengeringan dan penurunan kadar air cabai rawit. Hasil pelnellitian pelngelringan cabai rawit delngan alat pelngelringan dehydrator melnulnjulkkan adanya pelngarulh pelrlakulan sulhul pada pelngelringan telrhadap sulsult bobot, kadar air, kandulngan vitamin C, dan kandulngan capsaicin. Belrdasarkan hasil pelnellitian didapatkan pelnulrulnan sulsult bobot dan kadar air pelngelringan cabai rawit telrbaik telrdapat pada sulhul 80°C delngan pelnulrulnan sulsult bobot selbelsar 98.11 dan 12.28% dengan kandungan vitamin C selbelsar 18.36 gram dan kandulngan capsaicin selbelsar 0.96 gram. Penurunan kadar air pada suhu 80℃ hampir mencapai kadar air SNI (12%).
Pengaruh Penambahan Asap Cair Tempurung Kelapa (Cocos nucifera L.) pada Proses Pengawetan Ikan Bage Savitri, Desy; Tanggasari, Devi
Nutriology : Jurnal Pangan,Gizi,Kesehatan Vol 5 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v5i2.3739

Abstract

Asap cair salah satu produk hasil pirolisis dari tempurung kelapa yang dapat digunakan sebagai sebagai bahan tambahan alami untuk pengawetan makanan. Pada saat ini asap cair banyak digunakan oleh para pelaku industri pangan sebagai pemberi aroma, tekstur dan cita rasa yang khas pada produk pangan seperti daging, ikan, dan keju. Selain itu, asap cair dinilai lebih praktis dan efisien karena pada proses pengawetan makanan lebih aman dibandingkan dengan pengasapan. Salah satu produk yang dapat diawetkan dengan penambahan asap cair adalah ikan bage khas sumbawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asap cair terhadap proses pengawetan ikan bage. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi asap cair yang terdiri dari 3 taraf yaitu 10 ml, 15 ml, dan 20 ml, serta faktor kedua yaitu lama penyimpanan terdiri dari 1 hari, 2 hari, dan 3 hari, data yang dihasilkan diolah menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asap cair dan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap uji organoleptik yaitu 0,000 (P ≤ 0,05). Rata-rata perlakuan asap cair 20 ml dan lama penyimpanan 1 hari merupakan perlakuan terbaik dengan menunjukkan sifat fisik warna 3,60 (ikan cenderung berwarna putih), aroma 3,52 (tidak beraroma amis) dan tekstur 3,08 (bertekstur sedikit lembek).
Kajian Penambahan Bubuk Kayu Manis dengan Berbagai Tingkat Penyangraian Terhadap Mutu Fisik dan Organoleptik Kopi Robusta Celup Desa Lenangguar, Sumbawa Afgani, Chairul Anam; Nurrahman, Aulia; Ariskanopitasari, Ariskanopitasari; Tanggasari, Devi
Pro Food Vol. 11 No. 1 (2025): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v11i1.521

Abstract

Sumbawa Island is one of the coffee-producing areas that is marketed in various forms, one of which is dipped coffee. This dipping coffee consists of ground coffee and spices as flavor enhancers and is packaged in small paper bags to facilitate brewing. This study was conducted to determine the effect of cinnamon powder concentration and roasting time on the physical and organoleptic quality and typical dipped coffee of Lenangguar Village, Sumbawa. This study used a Completely Randomized Design with 2 factors: (1) roasting degree (light roast 8 minutes, medium roast 9 minutes, and dark roast 10 minutes), and (2) cinnamon powder concentration (3%, 5%, and 7%). The results showed that cinnamon powder concentration had a significant effect on the juice content and the flavor and aroma likability of dipped coffee, but had no significant effect on the physical color and the color likability. Meanwhile, roasting time had a significant effect on the juice content, the brightness level of physical color, and the likability of aroma, flavor, and color of dipped coffee. The recommended treatment for dipped coffee is medium roasting (9 minutes) with the addition of 5% cinnamon powder, which produces a juice content value of 0.47%, color brightness of 33.2, oHue value of 46.9 (red), with the likeabilty of color of 3.2 (like), aroma of 2.4 (somewhat like), and flavor of 3.3 (like).
Karakteristik Mutu Kimia Masker Wajah Beras Putih (Oryza sativa)-Lo’i Monca Tradisional Dompu Kamagi, Tri Wahyudi N; Tanggasari, Devi
Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community Vol. 1 No. 1 (2022): Biocity: Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community
Publisher : Department of Pharmacy, Bumigora University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/biocity.v1i1.2458

Abstract

People in Dompu Regency West Nusa Tenggara have always used traditional face mask products, namely masks lo'i monca which protect facial skin from the sun when they are active all day outdoors. Dompu traditional masks (lo'i monca) are made from rice, tamarind shoots, bangle, curcuma, temugiring, and galangal. The purpose of this study was to determine the chemical quality of facial masks in lo'i monca terms of pH, water content and antioxidants. This type of research is a type of laboratory experimental research. Based on the results of laboratory tests, the average pH value obtained by the face mask powder preparation lo'i monca is 7.08. In testing the water content, the average value of the powder mask preparation lo'i monca was 13.3%. The results of the IC50 antioxidant activity test for powder mask preparations lo'i monca were 14.47 ppm. The results of laboratory tests that meet the requirements are pH levels because the pH value is in the range of 4.5-8.0, while the results on the water content do not meet the SNI requirements because the water content value is more than 10%, and the results of the antioxidant activity test the IC50 value of mask preparations.powder is lo'i monca classified as a very strong antioxidant because it is at an IC50 value of less than 50 ppm.
Analisis Mutu Fisik dan Kimia Masker Wajah Tradisional Sumbawa (Seme Babak) dari Kulit Batang Pohon Mangga Golek (Mangifera indica Linn) Septianingsih, Rika Dwi; Tanggasari, Devi
Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community Vol. 1 No. 2 (2023): Biocity: Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community
Publisher : Department of Pharmacy, Bumigora University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/biocity.v1i2.2720

Abstract

The people in Sumbawa Regency, especially in Pungkit village, have been using traditional face mask products, namely the Seme Babak mask, which protects facial skin from the sun when doing activities all day outside the room. The traditional Seme Babak mask is made from the main ingredients, namely mango tree trunks and rice supporting ingredients, white glutinous rice and jackfruit seeds. The purpose of this study was to deterne the physical quality (spreadability, absorption, adhesion, particle size, homogeneity, moisture content) and to determine the chemical quality of the Seme Babak Typical Sumbawa masks with antioxidants and pH. This type of research is observational research and laboratory experiments. Based on the results of laboratory tests, the physical test results obtained an average particle size of 60 mesh or 0.25 mm, absorption power of 8 ml, adhesion of 6.43 seconds, spreadability of 5.1 cm, homogeneity, moisture content of 11% and chemical test results, the average value of the antioxidant test the IC50 value of the Seme Babak powder mask preparation is classified as a strong antioxidant at an IC50 value of more than 50 and less than 100, namely 68.2212 ppm and the pH level meets the requirements, namely the pH level because the pH value is in the range of 4.5-8.0.
Kualitas Fisik dan Organoleptik Sosis Daging Kambing dengan Konsentrasi Tepung Tapioka yang Berbeda Junita, Aida Norma; Jatnika, Ahmad Reza; Tanggasari, Devi
BIOMARAS : Journal of Life Science and Technology Vol 3 No 1: BIOMARAS : Vol 3, No 1 Februari 2025
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi tepung tapioka pada kualitas fisik dan organoleptik sosis daging kambing. Uji fisik dan organoleptik meliputi, pH, susut masak, randemen, aroma, rasa, warna, dan tekstur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan 3 ulangan yaitu P1= tanpa tepung tapioka, P2= 15% tepung tapioka, P3= 30% tepung tapioka dan P4= 45% tepung tapioka. Data yang diperoleh akan di anlisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian ini menunjukkan konsentrasi tepung tapioka yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH, aroma, rasa, warna dan tekstur. Sedangan pengaruh terhadap susut masak dan randemen tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Konsentrasi tepung tapioka sebesar 45% dari komponen bahan dapat menghasilkan nilai pH yang tinggi (7.50±0.00), Susut masak yang tinggi (1.63±0.39) dan randemen yang rendah (0.84±0.12). Perlakuan yang paling baik terdapat pada P1 yang dimana pH normal (7.02±016), susut masat rendah (1.32±0.35) dan randemen tinggi (1.04±0.00). Berdasarkan nilai organoleptik konsentrasi tepung tapioka sebesar 15% menghasilakan aroma yang sedap (4.16±047), rasa yang enak (4.52±0.50), warna putih keabuan (2.48±0.71) dan tekstur yang lembut (1.76±0.43).