Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Produktivitas Madu Lebah Kelulut Pada Kelompok Tani Hutan Tambak Mandiri (KTHTM) Desa Tambak Nasirly, Riri; Rahman, Arief Fazlul; Arsy, Fadly; Prendika, Wimpy; AR, Reiza Mutia; Nasution, Fachri Ibrahim; Rannando, Rannando
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 9 (2023): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i9.448

Abstract

Budidaya madu merupakan salah satu cara memperkuat mata pencaharian masyarakat pedesaan menengah ke bawah dan membekali kemampuan mereka mendapatkan pendapatan tambahan dan memenuhi kebutuhan hidup. Salah satu usaha budidaya yang kini mulai diminati oleh masyarakat terutama di Desa Tambak adalah Budidaya madu Kelulut oleh Kelompok Tani Hutan Tambak Mandiri (KTHTM). Harga jual madu Kelulut yang lebih tinggi dibanding madu lebah hutan lainnya. Pengabdian ini bertujuan untuk membantu peternak mad kelulut Kelompok Tani Hutan Tambak Mandiri meningkatkan produktivitasnya. Metode dalam pengabdian ini yaitu menganalisa peningkatan produksi madu kelulut, keberlanjutan program, dan problem solving. Program pengabdian kepada masyarakat ini secara umum dilakukan dalam bentuk sosialisasi informasi dan pelatihan. Pada tahap awal disampaikan informasi terkait dengan keragaman dan ketersediaan pakan lebah, pengendalian predator yang dapat mengancam keberadaan lebah kelult, proses panen yang memenuhi aspek mutu dan kebersihan, dan pengendalian mutu dan pemasaran produk. Sebagai sumber pakan lebah madu kelulut. Bunga kaliandra, lebih tahan lama dan banyak mengandung nektar. Bahkan, melimpah hampir menetes dari kelopak bunga yang mekar sepanjang tahun. Potensi pengembangan produtivitas madu kelulut di Desa Tambak sangatlah besar tetapi faktro informasi tentang penjaminan mutu dan pengendali predator yang membuat penurunan produktivitas madu KTHTM serta perlunya desain kemasan yang inovatif dan kretaif.
Inovasi Pengolahan Nanas untuk Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan Masyarakat Desa Pangkalan Panduk, Riau Adiba, Iffadhiya Fathin; Nasution, Fachri Ibrahim; Prendika, Wimpy; Rahman, Arief Fazlul; AR, Reiza Mutia; Yulianti, Hesti; Arrozi, Nursyam; Wahyudin, Cecep Ijang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JPMI - Juni 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3569

Abstract

Desa Pangkalan Panduk, Kabupaten Pelalawan, Riau memiliki potensi besar dalam produksi nanas, namun pemanfaatannya belum optimal sehingga menyebabkan surplus produksi dan pembusukan hasil panen. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan program pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan pengolahan nanas menjadi tepung dan sirup guna meningkatkan nilai tambah produk dan mendukung perekonomian lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat dalam identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan, serta evaluasi berkala. Dalam kegiatan ini juga diberikan edukasi kepada masyarakat agar produk lebih tahan lama dan bernilai jual tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengolah nanas menjadi produk bernilai tambah, serta berkontribusi pada pengurangan limbah pascapanen. Selain itu, kegiatan ini mendorong penguatan ketahanan pangan lokal dan membuka peluang usaha baru. Inovasi ini berpotensi direplikasi di daerah lain sebagai langkah strategis mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
PEMANFAATAN TEPUNG DAUN KELOR SEBAGAI PEMBUATAN DIMSUM Yulianti, Hesti; AR, Reiza Mutia; Prendika, Wimpy; Adiba, Iffadhiya Fathin; Nasution, Fachri Ibrahim; Rahman, Arief Fazlul; Arrozi, Nursyam; Silalahi, Cecilya
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), Mei 2025
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v8i1.1436

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) merupakan sejenis tumbuhan yang relatif mudah didapatkan dan bisa dimanfaatkan sebagai produk pangan fungsional. Kelor berfungsi sebagai pangan bergizi tinggi karena memiliki kandungan nutrisi yang lengkap. Namun kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai cara pengolahannya sebagai bahan pembuatan produk menyebabkan pemanfaatannya kurang optimal. Dimsum merupakan salah satu makanan ringan yang sedang terkenal saat ini di Indonesia. Dimsum substitusi tepung daun kelor merupakan produk pangan baru dimana daun kelor memiliki peran sebagai fortifikasi untuk mencukupi nutrisi pada makanan. Berdasarkan uraian tersebut maka sosialisasi kepada masyarakat dilakukan untuk memberikan wawasan kepada masyakarat mengenai manfaat daun kelor bagi kesehatan dan cara pengolahannya agar didapatkan produk yang memiliki nilai ekonomis. Teknis pelaksanaan terdiri dari penyajian materi, pelatihan dan sesi diskusi . Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan mengolah tepung daun kelor menjadi dimsum.
Pengaruh Substitusi Tepung Daun Kelor pada Pembuatan Dimsum sebagai Sumber Gizi Yulianti, Hesti; Nasution, Fachri Ibrahim; Rahman, Arief Fazlul; AR, Reiza Mutia; Prendika, Wimpy; Adiba, Iffadhiya Fathin
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 10 No 2 (2025): Jurnal JTPG (November)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v10i2.1503

Abstract

Moringa plants have high nutritional content, especially in the leaves, so they have benefits for human health. Various innovations in food processing technology utilize moringa not only as a vegetable but can be processed into various forms of processed food, one of which is dimsum. Dimsum based on moringa leaf flour is a new food product where moringa leaves have a role as fortification to fulfill nutrition in food. Based on the description, this study was conducted to determine the effect of moringa leaf flour substitution (5%, 10%, 15%) on the quality and sensory properties of dim sum. This study used a research design model used was an experimental with a completely randomized design (CRD) of one factor, namely the formulation of moringa leaf flour with 3 replications. The treatment in this study was the substitution of moringa leaf flour and tapioca flour with a formulation of 5%:95% (D132), 10%:90% (D231), and 15:85% (D213). The analysis included organoleptic testing with hedonic tests by 20 untrained panelists and proximate testing. The best sensory test results for 5% moringa leaf flour substitution had a significant effect on the sensory evaluation assessment of appearance 3,73 , flavor 3,45 , aroma 3,68 and texture 3,65. The proximate test results for 5% moringa leaf flour substitution obtained a protein value of 12.69%, fat 1.32%, ash content 1.2%, moisture content 66,11% and carbohydrate 18.68%