Optimalisasi fungsi bahasa memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), khususnya dalam proses pendampingan masyarakat. Bahasa berfungsi tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai media penyampaian informasi, pembentukan pemahaman, dan peningkatan partisipasi masyarakat. Akan tetapi, penggunaan bahasa yang kurang efektif dapat menghambat penerimaan dan pemahaman materi pendampingan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan efektivitas komunikasi dalam pendampingan program KDKMP di Kecamatan Larompong Selatan melalui optimalisasi fungsi bahasa. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan terarah, dan pendampingan langsung dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta setelah pelaksanaan intervensi. Sebelum kegiatan, sebanyak 8 dari 31 peserta berada dalam kategori pemahaman baik. Setelah sosialisasi, edukasi, dan pendampingan dilaksanakan, jumlah tersebut meningkat menjadi 21 peserta. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa yang informatif, persuasif, dan edukatif dapat mendukung efektivitas pendampingan. Oleh karena itu, strategi komunikasi yang adaptif terhadap kondisi sosial, budaya, dan tingkat literasi masyarakat perlu diterapkan secara berkelanjutan untuk memperkuat pemahaman serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program KDKMP