Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Mental Health Bagi IPNU/IPPNU Desa Krasakageng Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan Sari, Vera Kartika; Pangestu, Haifan Tri Buwono Joyo; Sari, Sekar Ayu Maya; Prastika, Dinda; Salshabilla, Salwa; Dewi, Alfa Yuliana; Faradisi, Firman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 7 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i7.1336

Abstract

Masalah kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental pada remaja di wilayah Desa Krasakageng Kec. Sragi Kab. Pekalongan menjadi fokus utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Melalui metode sosialisasi dan pelatihan, program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan mental serta memberikan keterampilan coping yang efektif. Kegiatan ini melibatkan 15 peserta remaja dan dilaksanakan dalam kurun waktu 2 jam. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan peserta mengenai tanda-tanda gangguan mental dan cara mengelola stres. Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berkomunikasi mengenai masalah kesehatan mental. Program ini memberikan kontribusi penting dalam upaya mempromosikan kesehatan mental remaja dan menciptakan lingkungan yang lebih suportif.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PEMBINA PONDOK PADA PENGGUNAAN OBAT YANG BENAR TENTANG DAGUSIBU (DAPATKAN, GUNAKAN, SIMPAN DAN BUANG) OBAT DI PONDOK PESANTREN IMBS MIFTAHUL ULUM PEKAJANGAN KEL. AMBOKEMBANG KEC. KEDUNGWUNI KAB. PEKALONGAN Rahmatullah, St; Permadi, Yulian Wahyu; Muthoharoh, Ainun; Budiarto, Eka; Khusna, Nabilatul; Sari, Vera Kartika
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Batik-MU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v3i2.1693

Abstract

DAGUSIBU merupakan salah satu upaya peningkatan kesehatan bagi masyarakat yang diselenggarakan melalui kegiatan pelayanan kesehatan oleh tenaga kefarmasian. Kegiatan penyuluhan ini diberi nama DAGUSIBU (Dapatkan – Gunakan – Simpan – Buang). Apoteker sebagai profesi kesehatan yang concern terhadap pemakaian obat-obatan di masyarakat dihimbau untuk terus melakukan penyuluhan DAGUSIBU di manapun agar masyarakat paham mengenai penggunaan obat yang benar sehingga tujuan pengobatan dapat tercapai serta tidak menimbulkan kerusakan lingkungan karena pembuangan limbah obat yang salah. Pembina asrama pondok Pesantren IMBS Miftahul Ulum Pekajangan Kel. Ambokembang Kec. Kedungwuni Kab.Pekalongan sering menghadapi santri/santriawati apabila mengalami sakit. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan peningkatan pengetahuan pembina pondok pada penggunaan obat yang benar tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan Dan Buang) Obat Di Pondok Pesantren IMBS Miftahul Ulum Pekajangan dapat disimpulkan bahwa :pengetahuan pembina asrama tentang DAGUSIBU obat setelah mendapatkan penyuluhan dan tambahan informasi melalui booklet yang dibagikan dan pembina asrama merasa senang dan puas dengan kegiatan yang diberikan.
PENERAPAN PROGRAM SMART CITY PADA KONSEP SMART ENVIRONMENT: Studi di Kecamatan Bubutan Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur Sari, Vera Kartika; Rochim, Achluddin Ibnu; Radjikan
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 5 No. 06 (2025): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v5i06.2542

Abstract

Penerapan kerangka Smart City pada sektor lingkungan merupakan upaya strategis pemerintah daerah untuk mewujudkan tata kelola lingkungan yang lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan. Berangkat dari konteks kebijakan tersebut, penelitian ini menganalisis implementasi program Smart Environment di Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, dengan menggunakan teori implementasi kebijakan Mazmanian dan Sabatier sebagai landasan analitis. Teori ini memungkinkan pengkajian secara sistematis terhadap karakteristik kebijakan, termasuk kejelasan tujuan dan kemampuan operasionalisasi program variabel non peraturan yang mempengaruhi proses implementasi, seperti kondisi sosial, politik, dan kelembagaan; serta tahapan implementasi kebijakan pada level administrasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumen, dengan analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Smart Environment memiliki tujuan yang relatif jelas dan selaras dengan roadmap Smart City Surabaya. Namun, keterbatasan sumber daya, kesiapan teknologi, dan variasi kapasitas teknis pada tingkat kecamatan menghambat kejelasan operasionalnya. Faktor non-statutori, terutama ketimpangan literasi teknologi masyarakat, lemahnya integrasi kelembagaan, serta variabilitas komitmen pemangku kepentingan, turut memengaruhi efektivitas implementasi. Meskipun sejumlah inovasi digital seperti sistem informasi persampahan berbasis web, perangkat real-time monitoring kualitas lingkungan, dan platform pelaporan masyarakat telah diadopsi, proses implementasi masih berjalan secara terfragmentasi antar-tahapan administrasi. Kondisi ini menempatkan penerapan Smart Environment pada fase transisional yang memerlukan penguatan koordinasi antarinstansi, peningkatan kapasitas birokrasi, serta perluasan partisipasi publik agar sesuai dengan kriteria efektivitas implementasi menurut Mazmanian dan Sabatier.