Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

AKUMULASI LOGAM BERAT PADA BATANG Eichhornia crassipes SOLMS PADA VARIASI MEDIA PENYARING SELAMA REMEDIASI AIR LINDI Lian Anggraini; Marta Dinata
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v7i1.4013

Abstract

Air lindi dapat berdampak negatif terhadap lingkungan disekitar TPA karena air lindi mengandung bahan pencemar yang dapat mengganggu kesehatan manusia, mencemari lingkungan dan biota perairan. Air lindi mengandung senyawa kimia organik maupun anorganik serta sejumlah bakteri phatogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akumulasi logam berat pada batang eceng gondok pada variasi media penyaring selama remediasi air lindi. Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan kampus FKIP UNILAK dan laboratorium LL DIKTI wilayah X Padang, Sumatera Barat.Metode penelitian yang digunakan adalah metode True eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan. Parameter yang diamati adalah suhu, bau, pH. Data dianalisis menggunakan uji Analisis of Varians One –Way dengan taraf signifikan (α) = 0,01 dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test pada taraf signifikan (α)= 0.01. Hasil penelitian selama 30 hari menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan media penyaring dengan tumbuhan eceng gondok dalam penurunan logam berat yang efektif terdapat pada perlakuan P3( Podzolik merah kuning, ferolit, tumbuhan eceng gondok, air lindi) dan P1(Podzolik merah kuning, tumbuhan eceng gondok, air lindi) dengan nilai efektivitas P3 logam berat Cr pada batang 0,1214 %, P1 logam berat Fe pada batang 0,0944 %.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STANDING BANNER LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATAKULIAH BIOLOGI KONSERVASI Marta Dinata; Al Khudri Sembiring
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v7i2.5310

Abstract

Model pembelajaran ini merupakan pengembangan model pembelajaran kooperatif yang mana dalam kelas mahasiswa dibagi dalam kelompok yang terdiri dari 2 sampai 5 orang. Sebelum melakukan pembelajaran setiap kelompok diberi tugas sesuai sub materi untuk membuat banner sebagai media dan bahan diskusi. Untuk pertemuan berikutnya kelompok 1 akan mempresentasikan sub materi 1 dengan bantuan media standing bunner. Kemudian kelompok yang kurang paham dengan penjelasan diberi kesempatan bertanya. Setelah itu kelompok tersebut akan menyimpulkan pembelajaran tersebut. Kemudian dosen akan merefleksi pembelajaran yang telah dijelaskan. Model pembelajaran standing bunner learning diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk memahami pembelajran yang bersifat abstrak, memfokuskan perhatian mahasiswa pada pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang akan dilakukan di prodi pendidikan biologi pada matakuliah biologi konservasi. Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Februari 2020 sampai dengan Oktober 2020. Objek penelitian adalah mahasiswa yang terdiri 3 kelas. Parameter penelitian ini adalah hasil belajar, aktifitas mahasiswa dan aktifitas dosen. Analisis data menganalisa persentase daya serap, ketuntasan individu, ketuntasan klasikal dan aktifitas dosen dan mahasiswa. Disimpulkan bahwa penerapan standing banner dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar biologi, baik untuk aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik siswa pada pokok bahasan biokonservasi.
KEMELIMPAHAN FITOPLANKTON SEBAGAI BIOINDIKATOR DAN STATUS TROFIK DI ALIRAN SUNGAI SIAK PEKANBARU Rahmat Ramadansur; Marta Dinata
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v8i1.6568

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) struktur komunitas fitoplankton di Aliran Sungai Siak Pekanbaru; (2) pengaruh faktor fisiko-kimia perairan terhadap kemelimpahan fitoplankton; (3) status trofik Sungai Siak Pekanbaru. Ditemukan 99 spesies fitoplankton di Sungai Siak dengan kemelimpahan 51.714 ind/l, dimana kemelimpahan berkurang dengan bertambahnya kedalaman. Struktur komuntas fitoplanktonterdiri dari 6 kelas, yaitu Chlorophyta pada kelas Chlorophyceae sebesar 53%, Euglenophycea pada kelas Euglenophyceae sebesar 6%, Rhodophyta pada kelas Florideophyceae, sebesar 6% Chrysophyta diwakili oleh kelas Xantophyceae sebesar 4%, Bacillariophyta pada kelas Bacillariophyceae sebesar 18%, Coscinodiseophyceae sebesar 8%, Struktur komunitas fitoplankton di Sungai Siak memiliki keanekaragaman yang tinggi, kemerataan cukup dan dominansi yang rendah.Faktor fisiko-kimia yang berpengaruh positif terhadap kemelimpahan fitoplankton yaitu, pH, suhu, turbiditas, kandungan fosfat, kandungan nitrat dan kecerahan, sedangkan yang memiliki pengaruh negatif yaitu BOD, COD, dan DO.Status trofik di Sungai Siak berkisar antara eutrofik sampai hipereutrofik yang berpotensi terjadi bloom alga sangat tinggi pada musim panas.
KEMANDIRIAN DAN MOTIVASI BELAJAR BIOLOGI SISWA MENGGUNAKAN GOOGLE CLASSROOM PADA MASA PANDEMI COVID-19 Rikizaputra Rikizaputra; Al Khudri Sembiring; Marta Dinata; Minda Azhar; Yohandri Yohandri
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v8i2.7943

Abstract

Kemandirian dan motivasi belajar siswa melalui google classroom menjadi penting dalam situasi pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak google classroom terhadap kemandirian dan motivasi belajar siswa pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 52 siswa dengan sampel penelitian 52 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik total sempling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri dari 30 pernyataan dengan skala likert dan wawancara terhadap siswa. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dengan deskriptif perentase yang mengacu pada skala likert 1-4 maka diperoleh rata-rata kemandirian belajar 2,19 dan rerata motivasi belajar siswa diperoleh 2,46. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengunaan google classroom dalam pembelajaran pada masa pendemi covid 19 memberikan dampak yang sedang terhadap kemandirian dan berdampak kuat terhadap motivasi. Penggunaan google classroom pada masa pandemi covid-19 perlu ditingkatkan kualitas penggunannya dalam pembelajaran.
PENGGUNAAN ALAT PERAGA TORSO PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMAN 1 SUNGAI MANDAU Rahmat Ramadansur; Al Khudri Sembiring; Marta Dinata; Rahmat Kurniawan
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v9i1.9863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran mengunakan media alat peraga torso untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem pernapasan di kelas XI. Penelitian ini dilakukan di kelas XI SMAN 1 Sungai Mandau Siak Tahun Ajaran 2021/2022 pada semester genap bulan Januari 2022. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment, dengan menggunakan desain the matching only pretest posttest control design sample penelitian adalah siswa kelas XI dengan jumlah siswa masing-masing pada kelas eksperimen 31 dan kontrol 27 yang diambil dengan teknik Total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest, posttest dan lembar observasi. Teknik analisis data didalam penelitian ini berupa t-test. Rerata N-Gain pada kelas kontrol 0.25 (rendah), sedangkan pada kelas eksperimen 0.56 (sedang). Hasil uji-t N-Gain didapat perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan ekspermen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran mengunakan alat peraga torso pada materi sistem pernapasa sangat efektif dilakukan pada kelas XI SMAN 1 Sungai Mandau Tahun Ajaran 2021/2022
MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF UNTUK PROGRAM SEKOLAH ADIWIYATA Jumiati Jumiati; Marta Dinata; Al Khudri Sembiring
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5870.557 KB) | DOI: 10.31849/dinamisia.v1i1.416

Abstract

Pengabdian ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada guru untuk dapat melaksanakan pembelajaran dengan model dan metode pembelajaran yang tepat. Tujuan pengabdian ini untuk mengimplementasikan 1) Peningkatan pengetahuan tentang pentingnya pengelolaan sekolah menuju Adiwiyata, melalui kegiatan penyuluhan, 2) Memberikan pemahaman cara penilaian sekolah Adiwiyata, 3) Pendampingan selama proses persiapan menuju Adiwiyata di MTs Ummi Fatima Rumbai Pekanbaru. Metode pelaksanaan pengabdian dengan menggunakan kegiatan workshop dengan ceramah dan pendampingan simulasi melalui video dan demonstrasi. Subjek dalam kegiatan ini adalah semua guru dan kepala sekolah MTs Ummi Fatima Rumbai Pekanbaru. Pengumpulan data menggunakan angket tertutup. Data dianalisis dengan skala likert. Dari hasil pelatihan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa implementasi simulasi model pembelajaran kooperatif melalui media inovatif berbahan 3 R Guru MTS Ummi Fatima dapat meningkatkan dan menambah informasi pengetahuan dan pemahaman kepada guru tentang model pembelajaran kooperatif melalui media inovatif berbahan 3 R, , hal ini dibuktikan dari nilai angket pretest dan Postest mengalami peningkatan serta antusias peserta dalam pelatihan memperlihatkan bahwa pengabdian telah berhasil.
Pelatihan Cara Hemat, Nyaman, dan Praktis Pembuatan Hand Sanitizer Berbahan Herbal Al Khudri Sembiring; Rikizaputra; Marta Dinata
COMSEP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): COMSEP : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.079 KB) | DOI: 10.54951/comsep.v2i1.35

Abstract

Alcohol is widely used as an antiseptic / disinfectant for clean skin surface disinfection, but not for injured skin. In addition, alcohol also has properties that are irritating to the skin, it burns easily, and also increases viral infections that trigger inflammation of the digestive tract, so the idea emerged to use natural ingredients that can reduce the risk of developing digestive disorders. The methods used to achieve the goal are pretest, lecture, direct practice, extension media, and posttest. Based on the results and discussion, it can be concluded that this service activity gives positive results. This is because this activity can help with difficulties and meet the participants' needs in maintaining health protocols by skillfully making natural hand sanitizers from Piper sp. leaves. After this service activity is complete, participants should stay active and be even more active in understanding the use of herbal hand sanitizers.
Aplikasi Pemanfaatan Maggot (Larva) Sebagai Pengurai Sampah Rumah Tangga Rahmat Ramadansur; Marta Dinata; Rikizaputra Rikizaputra
COMSEP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): COMSEP : JUrnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.48 KB) | DOI: 10.54951/comsep.v2i2.97

Abstract

This community service activity is based on the problems and needs of residents to process several types of waste/organic waste that is often found wasted. To find alternative solutions to the problems above, training was held and made media for maggot decomposition in the form of a container for residents of RW 06, Padang Terubuk Village. With the aim of training the residents of RW 06 to make media for the decomposition of household waste using maggots (larvae) that can minimize organic waste. The methods used to achieve the objectives are: 1) Pretest: in the form of a questionnaire given before the counseling and training activities (submission of material and discussion) begin, 2) Submission of material: in the form of delivering media material where household waste is decomposed using maggot (larvae) that can minimize organic waste, 3) Direct practice of making media for household waste decomposition using maggot (larvae), 4) household waste decomposition using maggot (Larvae, 5) Posttest: in the form of a questionnaire given after the counseling and training activities are completed. From the results and discussions that have been described previously, it can be concluded that this service activity provides positive results because this activity can help difficulties and meet the needs of participants in decomposing household waste.  
Identifikasi Material Sisa dan Penanganan Pada Pekerjaan Kontruksi Jalan Lusi Dwi Putri; Fitridawati Soehardi; Marta Dinata
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan infrastuktur transportasi khususnya jalan raya memainkan peranan penting dalam menghasilkan material sisa baik itu material sisa kontruksi maupun akibat pembongkaran, terutama pada pekerjaan tanah, pondasi base, aspal dan rigid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya material sisa pada pekerjaan kontruksi jalan. Metode penelitian ini dilakukan melalui studi literature dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan faktor yang menyebabkan terjadinya material sisa antar lain Proses pengiriman material, adanya perubahan desain (redesign), adanya perubahan pekerjaan oleh owner (change order), adanya pekerjaan yang diulang (rework), kualitas material, keahlian/keterampilan SDM (skill), cara penyimpanan material di lokasi proyek, pengawasan, metode kerja, miskomunikasi (salah pengertian), informasi kurang jelas, kondisi lapangan. Pengelolaan Material sisa kontruksi dapat dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah reduce, reuse, recycle, maupun salvage terhadap material sisa itu sendiri.
STUDI ETNOBOTANI PADA MAKANAN KHAS SUKU BATAK TOBA DI DESA PANGKALAN LIBUT KECAMATAN PINGGIR KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI RIAU Sri Wahyuni; Al Khudri Sembiring; Ade Paldo Manullang; Marta Dinata; Mar'atul Afidah
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v9i2.11560

Abstract

Plants in typical food ethnobotany such as Arsik, Lappet, Itak, and Saksang are an assimilation process by the Toba Batak tribe in utilizing plants. This study reveals what types of plants, plant parts and how the processing of typical foods and their meanings are by the Toba Batak people in Pangkalan Libut Village. The sampling of the research was carried out using a Porposive Sampling technique, which involved 4 people in Pangkalan Libut Village, especially the Toba Batak Tribe. Data were collected using interview techniques and data were processed using formulas and made in the form of diagrams. The results showed that there were 23 plant species used by the Toba Batak people in Pangkalan Libut Village in making special foods, and the plant parts used were roots, stems, fruit, flowers, seeds, leaves, rhizomes, and tubers with Zingiberaceae family as the largest family. 18% used and the least used family, namely the Apiaceae family, 4%, and the plant parts used were roots, stems, fruit, flowers, seeds, leaves, rhizomes, and tubers with the meaning of expressing gratitude for each special food, namely as a thanksgiving made during the Literacy - literacy event, Wages - wages, horse - horse panaekkhon, Malua and Ulaon pasu - pasu. From the results of the study it can be found that the typical food of the Toba Batak Tribe has gone through a process of assimilation so that changes in ingredients and meanings occur, but the Toba Batak people still preserve Arsik, Lappet, Itak, and Saksang by using plants as typical food ingredients and are able to survive. to date.