Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Urgency of Performance Tiering for Indonesia's Supreme Court: A Constitutional Law Perspective Nugroho, Agus Digdo; Meliala, Nikko Banta
Jurnal Hukum dan Peradilan Vol 13 No 3 (2024)
Publisher : Pusat Strategi Kebijakan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25216/jhp.13.3.2024.663-698

Abstract

The Supreme Court of Indonesia is pivotal as a representative of judicial power. However, evaluations and reports indicate suboptimal performance outcomes, necessitating the implementation of a structured performance tiering framework. This research employs an empirical juridical approach involving surveys, court visits, and focus group discussions, supplemented by a literature review. The study highlights the Supreme Court's need to operationalize its vision of "Realizing Indonesia's Supreme Judicial Body" through clear, measurable performance indicators. Adopting Logical Models, Logical Frameworks, and Critical Success Factors can streamline accountability, enhance judicial efficiency, and ensure alignment across organizational tiers. This paper outlines the steps and benefits of performance tiering in improving Indonesia's judicial system. Performance tiering will become a thinking summary of institutions' functions, use of authority, performance and organization achievements, organization direction, and even paradigm of every process in the Supreme Court and judicial entities under them. The performance tiering of the Supreme Court should ideally adopt the Logical Model, Logical Framework, and Critical Success Factors.
Urgency of Performance Tiering for Indonesia's Supreme Court: A Constitutional Law Perspective Nugroho, Agus Digdo; Meliala, Nikko Banta
Jurnal Hukum dan Peradilan Vol 13 No 3 (2024)
Publisher : Pusat Strategi Kebijakan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25216/jhp.13.3.2024.663-698

Abstract

The Supreme Court of Indonesia is pivotal as a representative of judicial power. However, evaluations and reports indicate suboptimal performance outcomes, necessitating the implementation of a structured performance tiering framework. This research employs an empirical juridical approach involving surveys, court visits, and focus group discussions, supplemented by a literature review. The study highlights the Supreme Court's need to operationalize its vision of "Realizing Indonesia's Supreme Judicial Body" through clear, measurable performance indicators. Adopting Logical Models, Logical Frameworks, and Critical Success Factors can streamline accountability, enhance judicial efficiency, and ensure alignment across organizational tiers. This paper outlines the steps and benefits of performance tiering in improving Indonesia's judicial system. Performance tiering will become a thinking summary of institutions' functions, use of authority, performance and organization achievements, organization direction, and even paradigm of every process in the Supreme Court and judicial entities under them. The performance tiering of the Supreme Court should ideally adopt the Logical Model, Logical Framework, and Critical Success Factors.
Urgensi Pembentukan Pengadilan Niaga Syariah di Lingkungan Peradilan Agama Sebagai Kebutuhan Dinamika Peradilan. Nugroho, Agus Digdo
IBLAM LAW REVIEW Vol. 4 No. 1 (2024): IBLAM LAW REVIEW
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM IBLAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52249/ilr.v4i1.359

Abstract

Pasca terbitnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama yang menegaskan kompetensi dan kewenangan Peradilan Agama dalam memeriksa, mengadili, dan menyelesaikan perkara ekonomi syariah. Namun adanya payung hukum tersebut belum diimbangi oleh keberadaan hakim yang tersertifikasi ekonomi syariah yang merata di pengadilan agama seluruh Indonesia. Muncul gagasan untuk membentuk pengadilan niaga syariah yang dikuatkan oleh tinjauan sosiologis-historis, tinjauan yuridis, dan tinjauan faktual mendukung dibentuknya Pengadilan Niaga Syariah. Terlebih lagi pembentukan pengadilan niaga syariah akan menyelesaikan sebagian permasalahan ekonomi syariah yang berupa kesenjangan kelembagaan peradilan umum dan peradilan agama, penguatan konsep one roof system antar peradilan, efisiensi penempatan hakim agama yang telah tersertifikasi, mewujudkan pengadilan di lingkungan peradilan agama yang memiliki kompetensi dan profesionalisme dalam penyelesaian perkara ekonomi syariah, serta juga menjalankan amanat Penjelasan Pasal I Angka 2 Pasal 3A Ayat (1) Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.