Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PROBISMA: Menumbuhkan Wirausaha Muda Melalui Sosialisasi dan Sinergi Akademik Menuju Ekosistem Bisnis Mahasiswa di Perguruan Tinggi Viktorianus Mahendra Da Lopez; I Nyoman Arya Wiguna; Darwin Zebua
Diakoneo : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada zaman modern dan keterbukaan seperti saat ini, membuat UMKM di Indonesia semakin bertumbuh dan bersaing, khususnya bagi usaha yang dilakukan oleh mahasiswa. Kegiatan sosialisasi PROBISMA (Prosedur Pengembangan Bisnis Mahasiswa) diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa Program Studi Manajemen UNDANA. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kemampuan, kepercayaan diri, serta kemauan mahasiswa dalam memulai dan mengembangkan bisnis skala kecil berbasis panduan PROBISMA. Kegiatan ini melibatkan 45 mahasiswa dan turut menghadirkan dosen kewirausahaan serta calon tim inkubator bisnis. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa lebih dari 85 persen peserta merasa kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberi dorongan nyata untuk memulai usaha. Di sisi lain, keterlibatan dosen dan tim pendukung memperkuat landasan terbentuknya ekosistem wirausaha kampus yang berkelanjutan. Modul PROBISMA dipandang tidak hanya sebagai alat pembelajaran, tetapi juga sebagai panduan praktis dalam merancang, menjalankan, dan mengelola bisnis mahasiswa. Rekomendasi dari kegiatan ini mencakup pelatihan lanjutan dan pembentukan struktur inkubator sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pengembangan ide bisnis mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.
Transformasi ekonomi kelompok tani perempuan “Iye Ape Satu Hati” melalui implementasi strategi pemasaran hasil tani berbasis digital Donal Anry Jaya Sinurat; Efandri Agustian; Chrispy Theresia Pratiwi Daud; Dyah Wahyu Nastiti; Darwin Zebua; Hardo Aprilio; Midian Immanuel Sihombing
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38870

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan mendorong transformasi ekonomi Kelompok Tani Perempuan “Iye Ape Satu Hati” melalui implementasi strategi pemasaran hasil tani berbasis digital. Permasalahan utama yang dihadapi kelompok adalah keterbatasan dalam pemasaran produk, khususnya rendahnya pemanfaatan media digital. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan pemasaran digital, implementasi strategi, pendampingan intensif, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Selain itu, terjadi perubahan perilaku anggota dalam melakukan promosi secara lebih aktif, peningkatan frekuensi pemasaran, serta adanya indikasi peningkatan penjualan hasil tani. Implementasi strategi pemasaran digital juga berkontribusi terhadap perluasan akses pasar dan peningkatan peluang ekonomi kelompok. Dengan demikian, integrasi teknologi digital dalam pemasaran hasil tani terbukti efektif dalam mendorong kemandirian ekonomi kelompok tani perempuan. Kata kunci: pemasaran digital; kelompok tani perempuan; pemberdayaan masyarakat; transformasi ekonomi; hasil tani. AbstractThis community service activity aims to enhance capacity and promote economic transformation of the Women Farmer Group “Iye Ape Satu Hati” through the implementation of digital-based agricultural marketing strategies. The main problem faced by the group is limited marketing capability, particularly the low utilization of digital media. The method used a participatory approach consisting of several stages, including needs assessment, digital marketing training, strategy implementation, intensive mentoring, as well as monitoring and evaluation. The results indicate an improvement in members’ knowledge and skills in utilizing social media as a marketing tool. In addition, there is a behavioral change in conducting more active promotion, increased marketing frequency, and indications of increased sales of agricultural products. The implementation of digital marketing strategies also contributes to expanding market access and enhancing economic opportunities for the group. Therefore, the integration of digital technology in agricultural marketing is proven to be effective in supporting the economic independence of women farmer groups. Keywords: digital marketing; women farmer group; community empowerment; economic transformation; agricultural products.
ANALISIS LITERASI KEUANGAN DAN INKLUSI KEUANGAN SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN EKONOMI IBU RUMAH TANGGA PRODUSEN JAGUNG TITI (STUDI KASUS DI DESA KOLIPADAN KABUPATEN LEMBATA) Sarima Kewa Binti Syafrudin; Petrus E de Rozari; Darwin Zebua; Christien C Foenay
GLORY Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 7 No 4 (2026): GLORY Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70581/glory.v7i4.27068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi keuangan, mengidentifikasi bentuk dan tingkat inklusi keuangan, serta menganalisis peran literasi dan inklusi keuangan dalam pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga produsen jagung titi di Desa Kolipadan, Kabupaten Lembata. Fenomena yang terjadi menunjukkan bahwa ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam kegiatan produksi jagung titi, namun masih menghadapi keterbatasan dalam literasi dan inklusi keuangan. Rendahnya tingkat pendidikan dan terbatasnya akses terhadap lembaga keuangan menyebabkan ibu rumah tangga kesulitan dalam mengelola pendapatan dan mengembangkan usahanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan ibu rumah tangga produsen jagung titi berada pada tingkat dasar, dengan kemampuan mengelola kebutuhan harian namun masih terbatas pada pencatatan dan perencanaan jangka panjang. Inklusi keuangan mereka juga masih sederhana dan didominasi layanan informal. Kata Kunci : Literasi Keuangan, Inklusi Keuangan, Pemberdayaan Ekonomi, Ibu Rumah Tangga, Jagung Titi
ANALISIS STRATEGI PENGELOLAAN KEUANGAN PEDAGANG SAYUR DI PASAR TRADISIONAL BOAWAE, KABUPATEN NAGEKEO DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN Maria Theresia Wea; Wehelmina M Ndoen; Darwin Zebua; Efandri Agustian
GLORY Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 7 No 4 (2026): GLORY Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70581/glory.v7i4.27109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penerapan strategi pengelolaan keuangan yang meliputi perencanaan, pencatatan, pelaporan, dan pengendalian oleh pedagang sayur di Pasar Tradisional Boawae, Kabupaten Nagekeo. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji dampak dari pengelolaan tersebut serta merumuskan rekomendasi strategi yang lebih efisien untuk meningkatkan pendapatan pedagang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan survei lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap 10 orang informan pedagang sayur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang sayur (7 dari 10 informan) telah menerapkan praktik pengelolaan keuangan meskipun dalam bentuk yang sangat sederhana dan manual. Pengelolaan keuangan yang dilakukan cenderung bersifat survival management (manajemen bertahan hidup) yang fokus pada pemenuhan kebutuhan harian dan keberlanjutan modal usaha jangka pendek. Temuan utama mengungkapkan bahwa pedagang yang melakukan perencanaan dan pemisahan keuangan usaha dengan pribadi cenderung memiliki pendapatan yang lebih stabil dan mampu mengembangkan usaha sampingan. Namun, hambatan utama yang ditemukan adalah kurangnya pengetahuan akuntansi formal dan anggapan bahwa pencatatan keuangan yang rinci terlalu rumit untuk skala usaha kecil. Penelitian ini merekomendasikan edukasi mengenai pencatatan transaksi sederhana dan pentingnya dana darurat usaha untuk memperkuat resiliensi pedagang terhadap fluktuasi harga pasar. Kata Kunci : Strategi Pengelolaan Keuangan, Pedagang Sayur, Pasar Tradisional, Pendapatan, Usaha Mikro Kecil (UMK)
PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN FEAR OF MISSING OUT TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN MAHASISWA FAKULTAS HUKUM DI UNIVERSITAS NUSA CENDANA DENGAN SELF-CONTROL SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Enjelika Selvia Purba; Yuri S Faah; Lia Nur Fadhilah; Darwin Zebua
GLORY Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 7 No 4 (2026): GLORY Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70581/glory.v7i4.27285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan fear of missing out (FOMO) terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana dengan self-control sebagai variabel mediasi. Di era digital, mahasiswa menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan akibat kemudahan akses teknologi finansial dan tekanan sosial media yang memicu FOMO. Self-control diduga menjadi mekanisme penting yang menghubungkan literasi keuangan dengan pengelolaan keuangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode stratified random sampling terhadap 91 mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2022-2024. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh langsung terhadap pengelolaan keuangan, FOMO tidak berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan, literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap self-control, FOMO tidak berpengaruh terhadap self-control, self-control berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan, literasi keuangan berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan melalui self-control dan FOMO tidak berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan melalui self-control. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya peningkatan literasi keuangan dan penguatan pengendalian diri dalam menghadapi FOMO demi terciptanya pengelolaan keuangan yang bijak dan terarah pada mahasiswa. Kata Kunci : Literasi Keuangan, Fear Of Missing Out, Pengelolaan Keuangan, Self-Control, Mahasiswa
PERAN LOCUS OF CONTROL DALAM MEMODERASI PENGARUH PERENCANAAN KEUANGAN, LITERASI KEUANGAN TERHADAP KINERJA UMKM KULINER DI KECAMATAN ALOK, KABUPATEN SIKKA Erlista Veronika Tao; Christien C Foenay; Darwin Zebua; Yuri S Faah
GLORY Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 7 No 4 (2026): GLORY Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70581/glory.v7i4.27425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perencanaan keuangan dan literasi keuangan terhadap kinerja UMKM kuliner di Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, serta menguji peran locus of control sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pelaku UMKM kuliner yang dijadikan responden penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan keuangan berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM kuliner, Dan literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM. Selain itu, locus of control tidak berperan sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara perencanaan keuangan terhadap kinerja UMKM maupun antara literasi keuangan terhadap kinerja UMKM kuliner. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja UMKM kuliner di Kecamatan Alok lebih dipengaruhi oleh kemampuan pelaku usaha dalam menerapkan perencanaan keuangan secara langsung dibandingkan dengan tingkat literasi keuangan dan faktor psikologis individu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan implikasi praktis bagi pelaku UMKM dan pemerintah daerah dalam merancang strategi peningkatan kinerja usaha melalui penguatan pengelolaan keuangan yang terencana. Kata Kunci : Perencanaan Keuangan, Literasi Keuangan, Locus of Control, Kinerja UMKM
ANALISIS DAMPAK KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) DAN MODAL SENDIRI TERHADAP PENDAPATAN UMK DENGAN LITERASI KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI DI KOTA LEWOLEBA, KABUPATEN LEMBATA Helena Densia Binti Yulius; Wehelmina M Ndoen; Darwin Zebua; Petrus E de Rozari
GLORY Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 7 No 4 (2026): GLORY Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70581/glory.v7i4.27802

Abstract

Usaha Mikro dan Kecil (UMK) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Namun, UMK di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan permodalan dan rendahnya literasi keuangan. Pemerintah menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai salah satu alternatif pembiayaan bagi pelaku usaha, selain modal sendiri yang berasal dari pemilik usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan modal sendiri terhadap pendapatan UMK dengan literasi keuangan sebagai variabel moderasi di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pelaku UMK di Kota Lewoleba dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMK. Modal sendiri juga berpengaruh positif terhadap pendapatan UMK. Secara simultan, KUR dan modal sendiri berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMK. Selain itu, literasi keuangan mampu memoderasi pengaruh Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap pendapatan UMK, namun tidak memoderasi pengaruh modal sendiri terhadap pendapatan UMK. Kata Kunci : Kredit Usaha Rakyat, Modal Sendiri, Literasi Keuangan, Pendapatan UMK
Sharpe vs Treynor: Strategies for evaluating stock portfolio performance on the Indonesian Stock Exchange Thersia M M Da Silva; Petrus E de Rozari; Darwin Zebua; Efandri Agustian
Journal of Management Small and Medium Enterprises (SMEs) Vol 19 No 2 (2026): JOURNAL OF MANAGEMENT Small and Medium Enterprises (SME's)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jom.v19i2.26171

Abstract

This study investigates whether the Sharpe Ratio and Treynor Ratio produce significantly different portfolio performance rankings in the Indonesian stock market. A quantitative research design was employed using a sample of 11 large-capitalization companies representing each IDX-IC sector listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2024 period. An optimal portfolio was constructed under a 0%–30% asset allocation constraint, and portfolio performance was assessed using the Sharpe Ratio and Treynor Ratio. Differences in portfolio rankings were examined through descriptive, comparative, and paired t-test analyses. The optimized portfolio generated an expected return of 74.60%, with a Sharpe Ratio of 5.60 and a Treynor Ratio of 0.0697. The paired t-test yielded a p-value of 0.331, indicating no statistically significant difference between the rankings produced by the two performance measures. These findings suggest that, for well-diversified portfolios in which unsystematic risk has been effectively diversified away, the Sharpe Ratio and Treynor Ratio provide comparable assessments of investment performance. This study extends the evidence on risk-adjusted portfolio evaluation in an emerging market context and provides practical implications for investors and portfolio managers in selecting appropriate performance measurement approaches. Keywords: Sharpe Ratio; Treynor Ratio; Portofolio Performance; Indonesian Stock Exchange
Penentuan Harga Pokok Kamar Hotel dengan Menggunakan Metode Activity-Based Costing: Studi Kasus pada Hotel Sotis Kupang Chrispy Theresia Pratiwi Daud; Darwin Zebua; Lia Nur Fadhilah
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/juilmu.v2i2.114-123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penentuan harga pokok kamar hotel menggunakan metode Activity-Based Costing (ABC) pada Hotel Sotis Kupang. Metode ABC diterapkan untuk mengalokasikan biaya berdasarkan aktivitas yang dikonsumsi oleh setiap jenis kamar, seperti layanan kamar, laundry, listrik, dan fasilitas lainnya. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif dengan mengidentifikasi empat aktivitas utama dan empat cost driver: jumlah kamar terjual, jumlah kamar tersedia, jumlah tamu menginap, dan luas lantai kamar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ABC menghasilkan harga pokok kamar yang lebih akurat dibandingkan dengan metode tradisional, dengan perbedaan signifikan (contoh: Rp.1.862.165 untuk kamar Penthouse). Temuan ini sejalan dengan studi sebelumnya (Kaplan dan Anderson, 2019) yang menggarisbawahi keunggulan ABC dalam mengurangi distorsi biaya. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode ABC untuk meningkatkan akurasi penetapan harga, efisiensi operasional, dan daya saing hotel. Implikasi manajerial dari penelitian ini mencakup pengoptimalan strategi harga, identifikasi aktivitas yang tidak bernilai tambah, dan peningkatan efisiensi operasional.