Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Model Problem Based Learning (PBL) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Martin, Nurhidayat; Muntari; Nurhayati, Eris
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i2.7170

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeksripsikan efektivitas pembelajaran berbasis PBL pada kelas X dengan materi Kimia Hukum Lavoisier. Permasalahan penelitian berupa rendahnya pemahaman kognsi dibuktikan melalui data asesmen awal pembelajaran (48%), keterampilan proses (44%), dan pemahaman Profil Pelajar Pancasila (P3) (39%) siswa belum menunjukkan progress kognitif selama pembelajaran. Metode penelitian menggunakan paradigma quasi eksperimental dengan pendekatan purposif dalam menentukan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi dengan teknik terlibat langsung pada sumber data. Penganalisisan data menggunakan teknik penyajian, kategorisasi, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL dapat memberikan dampak efektif dalam pembelajaran. Progres peningkatan kompetensi kognitif berdasarkan asesmen dan evaluasi hasil belajar mencapai rata-rata 89.44 dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), yakni 80. Kemudian untuk nilai rata-rata keterampilan dan sikap pada saat proses pembelajaran berlangsung berturut-turut sebesar 87.95 dan 88.03. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi mengenai efektivitas PBL dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran kimia Hukum Lavoisier.
Pelatihan pengembangan pembelajaran dan asesmen berdiferensiasi pada guru bidang studi di SMPN 4 Kuripan Lombok Barat Setiawan, Irma; Sapiin, Sapiin; Sudika, I Nyoman; Chaer, Hasanuddin; Karoluslina, Karoluslina; Martin, Nurhidayat
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30759

Abstract

AbstrakPembelajaran dan asesmen berdiferensiasi pada konteks pendidikan kekinian sangatlah penting, khsususnya untuk mengakomodasi siswa yang memiliki keberagaman secara kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pembelajaran berdiferensiasi dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa dengan mempertimbangkan kesiapan, minat, dan gaya belajarnya. Dalam pembelajaran, tentu diperlukan instrumen penilaian yang adaptif, yakni asesmen berdiferensiasi.  Melalui asesmen diagnostik, kelebihan dan kelemahan belajar siswa dapat diketahui secara komprehensif, sehingga dapat memudahkan guru dalam merancang asesmen yang sesuai dengan potensi siswa. Untuk merancang pembelajaran dan asesmen berdiferensiasi ini, diperlukan pelatihan intensif yang berkelanjutan, khususnya bagi guru selaku fasilitator pembelajaran di era Kurikulum Merdeka. Seperti halnya yang akan dilakukan di SMPN 4 Kuripan, Desa Jagaraga Kecamatan Kuripan Lombok Barat, NTB. Permasalahan utama yang dihadapi komite pembelajaran (pengawas bina, kepala sekolah, dan guru) adalah formulasi pembelajaran kurang dapat mengakomodasi kesiapan, minat, dan gaya belajar siswa. Penyebab utama karena para guru bidang studi masih kurang memahami secara komprehensif mengenai implementasi pembelajaran dan asesmen berdiferensiasi. Tujuan pelatihan/kegiatan ini untuk menguatkan pemahaman dan mengaktualisasikan pengembangan pembelajaran dan asesmen berdiferensiasi, sehingga proses dan hasil belajar siswa meningkat. Hasil kegiatan pelatihan meliputi: 1) tahap persiapan, melalui asesmen diagnostik diperoleh potensi dan kelemahan guru mencapai cukup baik; 2) tahap masukan, melakukan pemolaan dan kategorisasi berdasarkan hasil diagnostik, termasuk menemukan strategi terbaik dalam meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran berdiferensiasi yang berkelanjutan mencapai baik; dan 3) tahap proses, melakukan pelatihan berkelanjutan terdiferensiasi mencapai sangat baik. Kata kunci: asesmen; berdiferensiasi; guru; pembelajaran; pengembangan Abstract Differentiated learning and assessment in the contemporary educational context are very important, especially to accommodate students with cognitive, affective, and psychomotor diversity.Differentiated learning is designed to meet students' learning needs by considering their readiness, interests, and learning styles.In learning, adaptive assessment instruments are certainly needed, namely differentiated assessments.Through diagnostic assessments, the strengths and weaknesses of students' learning can be comprehensively identified, making it easier for teachers to design assessments that align with students' potential.To design differentiated learning and assessment, continuous intensive training is required, especially for teachers as learning facilitators in the era of the Merdeka Curriculum.As will be done at SMPN 4 Kuripan, Jagaraga Village, Kuripan District, West Lombok, NTB.The main problem faced by the learning committee (supervisors, principals, and teachers) is that the learning formulation does not adequately accommodate students' readiness, interests, and learning styles.The main reason is that subject teachers still lack a comprehensive understanding of the implementation of differentiated learning and assessment.The purpose of this training/activity is to strengthen understanding and actualize the development of differentiated learning and assessment, so that the process and outcomes of student learning improve.The results of the training activities include: 1) preparation stage, through diagnostic assessment, the potential and weaknesses of teachers were identified, reaching 60% (satisfactory); 2) input stage, modeling and categorization based on diagnostic results, including finding the best strategies to improve teachers' abilities in sustainable differentiated learning, reaching 85% (good); and 3) process stage, conducting continuous differentiated training, reaching 90% (very good). Keywords: esmen; differentiation; teacher; learning; development
Pengembangan E-modul Ajar Terintegrasi Ekowisata Gerabah dengan Model Pembelajaran Etnopedagogi untuk Melatih Kemandirian Belajar dan Berpikir Kritis Peserta Didik Martin, Nurhidayat; Andayani, Yayuk; Hakim, Aliefman
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i4.13610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan e-modul kimia terintegrasi ekowisata gerabah Banyumulek melalui model pembelajaran etnopedagogi dalam melatih kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Subjek penelitian meliputi 34 siswa kelas XI IPA SMAN 3 Mataram pada uji coba terbatas dan 51 siswa kelas XI IPA SMAN 2 Mataram pada uji coba skala luas. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Instrumen pengumpulan data terdiri atas lembar validasi ahli, angket kemandirian belajar, angket respons guru dan peserta didik, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, serta tes berpikir kritis dengan format pretest–posttest. Hasil validasi menunjukkan bahwa e-modul memiliki tingkat validitas sangat baik (0,97) dan reliabilitas baik (0,81). Uji coba menunjukkan bahwa e-modul praktis digunakan dengan skor respons siswa sebesar 3,91. Analisis N-Gain menunjukkan peningkatan kemandirian belajar sebesar 63,65% dan peningkatan kemampuan berpikir kritis sebesar 72%. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi ekowisata dalam e-modul kimia tidak hanya memperkuat pemahaman konsep termokimia, tetapi juga mengembangkan kesadaran budaya lokal serta mendorong pembelajaran kontekstual yang lebih bermakna. Secara praktis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan perangkat ajar berbasis kearifan lokal yang dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran kimia di era Kurikulum Merdeka.