Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan perubahan emosional dan sosial yang signifikan, sehingga menuntut kemampuan regulasi emosi yang baik. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam pembentukan regulasi emosi remaja adalah komunikasi antara orang tua dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi komunikasi orang tua dan anak dengan regulasi emosi pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian berjumlah 100 remaja di Yogyakarta yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbentuk skala Likert yang mengukur komunikasi orang tua–anak dan regulasi emosi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis korelasi Pearson dengan bantuan program IBM SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara komunikasi orang tua dan anak dengan regulasi emosi remaja (r = 0,477; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak, semakin baik pula kemampuan regulasi emosi pada remaja. Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi yang terbuka, empatik, dan suportif dalam keluarga sebagai fondasi utama untuk mendukung perkembangan emosional dan kesehatan mental remaja.