Suzanni
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tadris Ramadhan membangun Karakter Anak Bersama Al-Quran (Kolaborasi Pengabdian Masyarakat STAI Nusantara dan Badan Kemakmuran Mesjid Tibang Kota Banda Aceh) Zulkifli, Muhammad Yusuf; Muttaqin, Reza; Jamaluddin; Rahman, Mulia; Muslem; Suzanni; Sapparipin; Jamal, Zaini Indra; Barat, Nadi; Nurhasanah
ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/zona.v1i2.68

Abstract

Karakter merupakan, sifat, sikap atau kebiasaan yang mendarah daging. tidak dapat dibentuk dari kebiasaan. Pada saat yang sama, kebiasaan itu sendiri hanyalah buah dari pemikiran manusia. Dari semula, manusia mengembangkan kebiasaan-kebiasaan tertentu, namun dalam perkembangan selanjutnya, manusia dibentuk menurut kebiasaannya sendiri. Artikel ini berfokus pada pembentukan karakter pada anak melalui metode pembacaan  Al-Qur'an melalui tadris ramadhan. Metode ini dipilih karena cerita-cerita Al-Quran mengandung hikmah yang mudah diserap oleh anak-anak sehingga dapat mempengaruhi pola pikir yang berujung pada perubahan kebiasaan kemudian mengubah pola pikir dan kebiasaan sehingga anak menjadi generasi Al-Qur'an. Proses pengembangan karakter menurut Al-Qur'an meliputi identifikasi karakter, pemahaman, penerapan, pembiasaan, penanaman, penyerapan. Melalui pendidikan karakter ini diharapkan akan lahir manusia yang mempunyai kebebasan menentukan pilihannya sendiri tanpa paksaan dan penuh rasa tanggung jawab. Yakni manusia yang mandiri, dinamis, kreatif, inovatif dan bertanggung jawab terhadap Tuhan, diri sendiri, umat, masyarakat, bangsa dan negara.
POST DISASTRACE DAYAH MANAGEMENT: RECONSTRUCTION OF A LEADERSHIP MODEL IN RESILIENCE BASED ISLAMIC EDUCATION IN ACEH Suzanni
TADBIRUNA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): TADBIRUNA
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/jurnalmanajemenpendidikanislam.v5i2.2490

Abstract

This research is motivated by the existential challenges faced by Islamic boarding schools (dayah) in Aceh post-disaster, where the 2004 tsunami and subsequent disasters like flash floods and landslides not only destroyed physical infrastructure but also shook the foundations of traditional dayah leadership that has long relied solely on spiritual authority. Dayah are required to transform into emergency response institutions and community recovery centers, yet a contextual disaster management and leadership model aligned with Islamic educational values has not been systematically formulated. This study aims to reconstruct a resilience-based dayah leadership model through critical synthesis of current literature. The research methodology employed is a literature review using a qualitative approach, drawing from books, international and national scholarly journal articles, and research reports. Data validity was tested through source triangulation, meticulous observation, and audit trails. The research findings reveal four main points: first, the transformation of the role of dayah leaders from spiritual authorities to crisis agents that broaden the scope of leadership; second, adaptive strategies in physical reconstruction and curriculum through participatory models and the integration of disaster values into the traditional Islamic curriculum; third, the internalization of resilience values such as patience, reliance on God, and communal cooperation through a 24-hour dayah education system; fourth, an organic collaborative network model between dayah, the government, and civil society that balances self-reliance and partnership. The study concludes that dayah resilience is not merely about survival but growing into a stronger and more relevant version. Implementation of the research findings includes integrating disaster training in cleric development, developing yellow-book-based mitigation modules, institutionalizing regular collaboration forums, and mapping alumni networks as emergency response hubs