Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENERAPAN METODE PRAKTIK BERPASANGAN (PRACTICE-REHEARSAL PAIRS) DAPAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL PADA SISWA KELAS V SD WIDIATMIKA Imamuddin
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i2.713

Abstract

Penelitian yang berjudul Upaya Meningkatkan Kemampuan Menghafal Surat Pendek Al- Maun Melalui Metode Praktik Berpasangan( PracticeRehearsalPairs) Pada Siswa Kelas V SD Widiatmika Tahun Pelajaran 2021-2022 adalah dalam bentuk hasil penelitian tindakan kelas, yang penulis lakukan di Sekolah SD Widiatmika Jimbaran dalam kurun waktu Satu bulan dengan dua siklus. Penelitian ini mengambil subjek penelitian anak kelas V Semester Genap tahun ajaran 2021-2022 yang berjumlah 16 siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan Standar Kompetensi Membaca Quran Surat Al Maun. Pada kegiatan hasil observasi Prasiklus, Siklus I dan Siklus II terjadi peningkatan Nilai rata – rata pada kegiatan Prasiklus adalah 71,7. Nilai rata – rata siklus II terhadap Prasiklus dan Siklus I adalah 84,1 Berdasarkan hasil yang diperoleh pada Siklus I dan Siklus II terlihat bahwa faktor masalah yang diperbaiki selalu meningkat dan berhasil dengan baik, dengan demikian metode praktik berpasangan (Practice-Rehearsal Pairs) yang diterapkan berhasil meningkatkan kemampuan siswa menguasai materi hafalan Q.S Al - Maun kelas V SD Widiatmika Jimbaran Bali.
PENERAPAN METODE PRAKTIK BERPASANGAN (PRACTICE-REHEARSAL PAIRS) DAPAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL PADA SISWA KELAS V SD WIDIATMIKA Imamuddin
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i2.713

Abstract

Penelitian yang berjudul Upaya Meningkatkan Kemampuan Menghafal Surat Pendek Al- Maun Melalui Metode Praktik Berpasangan( PracticeRehearsalPairs) Pada Siswa Kelas V SD Widiatmika Tahun Pelajaran 2021-2022 adalah dalam bentuk hasil penelitian tindakan kelas, yang penulis lakukan di Sekolah SD Widiatmika Jimbaran dalam kurun waktu Satu bulan dengan dua siklus. Penelitian ini mengambil subjek penelitian anak kelas V Semester Genap tahun ajaran 2021-2022 yang berjumlah 16 siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan Standar Kompetensi Membaca Quran Surat Al Maun. Pada kegiatan hasil observasi Prasiklus, Siklus I dan Siklus II terjadi peningkatan Nilai rata – rata pada kegiatan Prasiklus adalah 71,7. Nilai rata – rata siklus II terhadap Prasiklus dan Siklus I adalah 84,1 Berdasarkan hasil yang diperoleh pada Siklus I dan Siklus II terlihat bahwa faktor masalah yang diperbaiki selalu meningkat dan berhasil dengan baik, dengan demikian metode praktik berpasangan (Practice-Rehearsal Pairs) yang diterapkan berhasil meningkatkan kemampuan siswa menguasai materi hafalan Q.S Al - Maun kelas V SD Widiatmika Jimbaran Bali.
Niqab and Religious Identity: The Perspectives and Motives of Niqab Utilization among Female Students in UNKAFA, Gresik Yahya , Mokhammad; Rosi, Rois Imron; Imamuddin; Fadil
Religia: Jurnal Ilmu-Ilmu KeIslaman Vol 28 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v28i2.12420

Abstract

The use of niqab in educational realm consistently evokes controversy and leads to ongoing debates nationally and internationally. Furthermore, the use of niqab in educational settings can lead to the possible emergence of the negative stereotype and stigma. Several previous studies concluded that understanding the motives and perspective behind the niqab use is crucial for minimizing the appearance of such stigma. This study holds significant interest as it will involve in-depth exploration of the niqabi student’s perspectives, examining their motives and the formation of their religious identity within this specific institutional context. Using qualitative research method, this study explored 20 female students from UNKAFA, Gresik. The result of study revealed that among UNKAFA female students, there are two primary religious perspectives on niqab: permissible and Sunnah. Regarding the meaning of the niqab among these students, at least five primary interpretations emerged: submissive attitude toward the university, religious expression, manifestation of self-identity, tool for enhancing confidence, and fashion expression. Concerning the motives, there are at least two main types those are social and individual motives. This research also concludes that the majority of informants stated that the niqab is not a manifestation of their religious identity, but it is merely a submissive attitude toward campus policy. The finding also indicated that textual practices mediated by an appropriate authority are capable of vitalizing Qur’anic values and reinforcing the effort toward the living qur’an within student’s daily lives at pesantren-based university. This study academically contributes to enriching the specific practice of living qur’an inside pesantren-based university, individual religious perspectives, motives, and multifaceted meanings attributed to the niqab and highlights the complex interplay of social influences, personal beliefs, and construction of religious identity.
PENERAPAN METODE PRAKTIK BERPASANGAN (PRACTICE-REHEARSAL PAIRS) DAPAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL PADA SISWA KELAS V SD WIDIATMIKA Imamuddin
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i2.713

Abstract

Penelitian yang berjudul Upaya Meningkatkan Kemampuan Menghafal Surat Pendek Al- Maun Melalui Metode Praktik Berpasangan( PracticeRehearsalPairs) Pada Siswa Kelas V SD Widiatmika Tahun Pelajaran 2021-2022 adalah dalam bentuk hasil penelitian tindakan kelas, yang penulis lakukan di Sekolah SD Widiatmika Jimbaran dalam kurun waktu Satu bulan dengan dua siklus. Penelitian ini mengambil subjek penelitian anak kelas V Semester Genap tahun ajaran 2021-2022 yang berjumlah 16 siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan Standar Kompetensi Membaca Quran Surat Al Maun. Pada kegiatan hasil observasi Prasiklus, Siklus I dan Siklus II terjadi peningkatan Nilai rata – rata pada kegiatan Prasiklus adalah 71,7. Nilai rata – rata siklus II terhadap Prasiklus dan Siklus I adalah 84,1 Berdasarkan hasil yang diperoleh pada Siklus I dan Siklus II terlihat bahwa faktor masalah yang diperbaiki selalu meningkat dan berhasil dengan baik, dengan demikian metode praktik berpasangan (Practice-Rehearsal Pairs) yang diterapkan berhasil meningkatkan kemampuan siswa menguasai materi hafalan Q.S Al - Maun kelas V SD Widiatmika Jimbaran Bali.
Negotiating Islamic Inheritance and Legal Ethics in Interfaith Families: Evidence from North Sulawesi, Indonesia Bilalu, Naskur; Imamuddin
Antmind Review: Journal of Sharia and Legal Ethics Vol. 2 No. 2 (2025): Antmind Review: Journal of Sharia and Legal Ethics
Publisher : ANTMIND YOUTH EMPOWER FOUNDATION

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63077/ah13ku

Abstract

Inheritance distribution in interfaith families poses significant ethical and legal challenges within Islamic law, particularly in pluralistic societies. This study examines how interfaith families in North Sulawesi, Indonesia, negotiate Islamic inheritance norms amid religious diversity and social realities. Employing qualitative field research, data were collected through in-depth interviews with members of interfaith families across several districts and cities in North Sulawesi. The findings reveal two dominant patterns of inheritance practice: collective utilization of inherited property without formal division and equal distribution among heirs regardless of religious affiliation. Although these practices diverge from classical Islamic inheritance rules that prohibit mutual inheritance between Muslims and non-Muslims, they are ethically motivated by the pursuit of family harmony, social cohesion, and conflict prevention. This study argues that such practices represent a form of ethical negotiation within Islamic law, reflecting principles of legal ethics, maqāṣid al-sharī‘ah, and legal pluralism rather than legal deviation. By situating local inheritance practices within broader debates on Islamic legal ethics and tolerance, this article contributes to contemporary discussions on how Islamic law responds to interfaith family realities in multicultural societies.
Madurese Islam: Dissemination of ‎Multicultural Education in Islamic Religious ‎Streams Dannur, Moh; Cholily, Yus Mochamad; Khozin, Khozin; Hasan, Nor; Imamuddin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 2 (2023)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v18i2.9974

Abstract

Multicultural education is an alternative to build togetherness in the diversity of society, and multiculturalism requires the accommodation of minority rights, both cultural and social. This research focuses on constructing a multicultural understanding of religious sects disseminated through religious sects. The research aims to describe the multicultural education of religious understanding that aims to build social harmony amid the diversity of religious sects in Sana Daja village. This research approach uses qualitative ethnography type. The data sources in this research are leaders of religious organizations, heads of religious activities, kyai, lora, and people who know the changes in interaction between religious sects in the research location. The results showed that some religious groups in the village of Sana Daja disseminate multiculturalism through religious activities such as recitation, traditions, or community social activities; religious sects become instruments of social power to instill multicultural awareness. The construction of multicultural education between religious views begins with recategorization and desacralization, explaining the various interpretations of fiqh, emphasizing the substance and purpose of religious activities, and placing religious traditions as part of ijtihad products in the practical realm. This multicultural awareness construction can slowly open the isolation of minority religious groups, build communication between religious groups that have been constrained due to conflict, and foster an attitude of tolerance so that awareness is born to build ukhuwah Islamiyah in society.
Strengthening Religious Moderation through Religious Education Based on Local Wisdom of Pesantren in Madura and the Tapal Kuda Region Syarif, Zainuddin; Abdul Mukti Thabrani; Imamuddin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 19 No 2 (2024)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v19i2.14965

Abstract

Studi ini fokus mengkaji penguatan moderasi beragama melalui pendidikan keagamaan berbasis kearifan lokal pada kalangan pesantren di wilayah Madura dan Tapal Kuda. Penelitian ini merupakan studi lapangan yang dilakukan berdasarkan jenis penelitian kualitatif. Berdasarkan analisa data lapangan studi ini mendapati temuan bahwasanya penguatan moderasi beragama melalui nilai kearifan lokal pesantren di Madura dan wilayah Tapal Kuda meniscayakan pada tiga unsur, yaitu keberadaan kiai, santri, dan para-alumni beserta jejaring sosial mereka. Ketiga unsur tersebut merupakan elemen tak terpisahkan dari kehidupan pesantren, baik pada aktivitas pendidikan maupun dakwahnya. Dalam hal penguatan moderasi beragama, ketiganya memainkan peran dan fungsi yang tidak saja sentral namun juga strategis. Secara umum, peran dan fungsi tersebut mereka jalankan dalam dua pendekatan sekaligus. Pertama, pendekatan struktural, peran ini mereka jalankan melalui penguatan moderasi di level kelembagaan, yang dalam hal ini adalah pendidikan beserta penyelenggaraan kegiatan pengajaran di dalamnya. Kedua, pendekatan kultural, bahwasanya penguatan moderasi beragama di kalangan pesantren Tapal Kuda dilakukan melalui cara-cara kultural. Cara kultural dimaksud mencakup dua hal, yakni paham dan ritus keagamaan di pesantren, di mana mayoritas paradigma beragama kalangan pesantren di Madura wilayah Tapal Kuda menganut paham ahlu sunah wal jamaah an-Nahdliyyah.
Penggunaan Metode Bahtsul Masail dalam Maningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Santri Imam Tabroni; Fuadi; Dahlan Haryadi; Gufron; Imamuddin
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 4 No. 4 (2024): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED)
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v4i4.1268

Abstract

Penelitian ini marupakan salah satu upaya peningkatan kemampuan berpikir kritis santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan. Fokus yang menjadi kajian utama pada penelitian ini ada dua, yaitu (1) Apakah penggunaan metode Bahtsul Masail dapat meningkatkan kemampuan berpikir Kritis santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan? (2) Apa saja faktor penghambat dan pendukung dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis santri melalui metode Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan? Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui sejauh mana keefektifan penggunaan metode Bahtsul Masail dalam membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis santri dan juga untuk mengatahui faktor- faktor penghambat dan pedukungnya. Dalam penelitian ini ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yang mana hasil penelitian yang di peroleh berupa data deskriptif, sumber data dari penelitian ini adalah ketua biro bahtsul masail, Pembina lajnah bahtsul masail, dan juga santri, prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, adapun analisis data di lakukan dengan cara deskriptif kualitatif dengan mereduksi data, penyajian data, dan memverifikasi data yang di peroleh sedangkan untuk memvalidkan data hasil penelitian yang di peroleh peneliti melakakan pengecekan keabsahan data melalui perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, trianggulasi dan Uraian yang terperinci. Dari hasil penelitian yang di peroleh menunjukkan bahwa: 1) kemampuan berpikir Kritis santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan, berjalan dengan baik dan efektif, terbukti langkah yang diambil oleh ustadz untuk menerapkan metode Bahtsul Masail mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis santri di pondok pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan. 2) peningkatan kemampuan berpikir kritis santri juga di dukung dengan adanya sarana media pembelajaran yang cukup memadai di pondok pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan dan adanya minat belajar santri yang relatif tinggi dalam menempuh pelajaran demi meningkatkan kemampuan berpikir kritis dari yang sebelumnya. Implikasi dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berpikir kritis santri di pondok pesantren miftahul ulum bettet pamekasan dengan menggunakan metode bahtsul masail, walaupun dalam penerapan metode bahtsul masail ini ada factor pendukung dan penghambatnya namun metode ini sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis santri di pondok pesantren miftahul ulum bettet pamekasan.