Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH VIRAL MARKETING DAN CELEBRITY ENDORSER TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DENGAN KEPUASAN KONSUMEN SEBAGAI VARIABEL MODERASI DALAM PERSPEKTIF BISNIS ISLAM: (Studi Pada Konsumen Kuliner Maliosewu Kota Pringsewu) Dona Suhada; Madnasir; Nurhayati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/xyzzyx13

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi dan internet menjadi tantangan bagi wirausaha untuk tetap kompetitif dan berkembang, gebrakan inovasi yang dilakukan oleh berbagai pelaku usaha kuliner untuk meningkatkan minat beli terutamanya di bidang jajanan seperti makanan dan minuman, dan maliosewu memberikan wadah untuk pedagang kuliner pringsewu untuk berdagang dan berinovasi tentang jajanan kuliner mereka. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah vira marketing dan celebrity endorser berpengaruh terhadap keputusan pembelian dan apakah kepuasan konsumen memoderasi hubungan antara viral marketing dan celebrity endorser terhadap keputusan pembelian, serta dalam perspektif bisnis Islam pada konsumen maliosewu kota pringsewu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada konsumen Maliosewu kota Pringsewu. Metode pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah 96 responden. Alat yang digunakan untuk mengelola data adalah SmartPLS versi 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Viral Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, Dan Celebrity Endorser berpengaruh berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, Serta kepuasan konsumen berpengaruh negatif dalam memoderasi hubungan antara variabel viral marketing dan celebrity endorser terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan perspektif bisnis Islam, Viral marketing dan celebrity endorser yang berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian dapat dijalankan dengan memperhatikan aspek etika dan nilai-nilai Islam seperti, kejujuran dan kebenaran informasi, manfaat, kehalalan produk. Demikian pula, kepuasan konsumen dalam Islam perlu dibangun kuat untuk menciptakan persepsi positif melalui praktik bisnis yang etis dan transparan.
Determinan Kecepatan Peredaran Uang (Velocity Of Money) Di Indonesia: Perspektif Ekonomi Islam (2014-2024) Chantika Rinjani, Ajeng; Madnasir; Nuraziza, Sania
Al-Mizan Vol 12 No 2 (2025): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jiam.v12i2.1128

Abstract

Kecepatan peredaran uang mencerminkan seberapa cepat uang beredar dalam suatu perekonomian dan berfungsi sebagai indikator efisiensi moneter. Fluktuasi kecepatan peredaran uang (VOM) di Indonesia selama periode 2014–2024 menunjukkan dinamika ekonomi yang dipengaruhi oleh variabel-variabel makroekonomi, yaitu Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi, dan Produk Domestik Bruto (PDB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap kecepatan peredaran uang dalam perspektif ekonomi Islam, yang menekankan pentingnya peredaran uang secara produktif di sektor riil guna mewujudkan keadilan dan kesejahteraan. Penelitian ini didasarkan pada Teori Kuantitas Uang, Teori Preferensi Likuiditas, dan Teori Pertumbuhan Ekonomi, yang diintegrasikan dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam, yaitu hifz al-mal (perlindungan harta) dan ‘adl (keadilan dalam distribusi). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain kausal-asosiatif, menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia untuk periode 2014–2024. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak E-Views 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IHK berpengaruh signifikan terhadap kecepatan peredaran uang, sedangkan inflasi dan PDB tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Namun demikian, secara simultan ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kecepatan peredaran uang. Temuan ini menegaskan bahwa dalam perspektif ekonomi Islam, stabilitas harga dan peredaran uang yang produktif di sektor riil merupakan kunci dalam menjaga stabilitas moneter dan mewujudkan distribusi ekonomi yang adil.
Pengaruh Struktur TArif Air Terhadap Permintaan Konsumen PDAM Way Rilau Dalam Perspektif Ekonomi Islam Muzakky, Fata Nafis; Madnasir; Supriyaningsih, Okta
Indonesian Journal of Islamic Economics and Business Vol. 10 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN STS Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/ijoieb.v10i2.3676

Abstract

This study examines the influence of water tariff structures on consumer demand for PDAM Way Rilau in Kemiling District, Bandar Lampung, within the perspective of Islamic economics. The research aims to analyze how progressive tariff schemes affect consumer behavior and evaluate their compliance with Islamic principles of justice (al-‘adl), welfare (maslahah), and the prohibition of harm (la dharar wa la dhirar). A qualitative descriptive method was employed, supported by surveys, interviews, observations, and documentation involving household and commercial consumers. Findings reveal that progressive block tariffs significantly shape consumption patterns: low-income households tend to restrict usage within the first block, while middle- and high-income consumers display greater tolerance to tariff increases. However, the application of a minimum charge raises concerns of fairness. The study concludes that while tariff structures partially reflect Islamic values through cross-subsidization, improvements in transparency and equity are necessary. The novelty lies in integrating Islamic economic principles into local water pricing policy evaluation.
Pengaruh Likuiditas, Intensitas Persediaan, dan Kepemilikan Manajerial terhadap Agresivitas Pajak Rahayu, Mia; Madnasir; Suhendar
Jurnal Akuntansi Bisnis Pelita Bangsa Vol. 10 No. 02 (2025): AKUBIS - Desember - 2025
Publisher : LPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/akubis.v10i2.3027

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana likuiditas, intensitas persediaan, dan kepemilikan manajerial dapat mempengaruhi agresivitas pajak. Data sekunder berupa laporan keuangan (annual report) yang diakses melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) digunakan dalam analisis kuantitatif ini. Populasi penelitian ini adalah perusahaan Concumer Non-Cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2022 sampai 2024. Sampel sebanyak 30 perusahaan dengan 90 data diperoleh menggunakan metode purposive sampling dengan tiga kriteria penelitian yang telah ditentukan sebelumnya. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan IBM SPSS 31. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh negative signifikan, intensitas persediaan tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak, dan kepemilikan manajerial berpengaruh positif signifikan terhadap agresivitas pajak. Serta likuiditas, intensitas persediaan, dan kepemilikan manajerial secara simultan dapat mempengaruhi agresivitas pajak.
Analyzing the Impact of State Fragility, Trade Openness, and Labor Force on Foreign Direct Investment in ASEAN: An Islamic Economic Perspective (2013-2022) Amrullah, Alliena Fathi; Madnasir; Supriyaningsih, Okta
Journal of Islamic Finance and Economic Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Islamic Finance and Economic Studies
Publisher : CV. SPDF Harmony

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64268/jifes.v1i1.21

Abstract

Background: Foreign Direct Investment (FDI) plays a significant role in the economies of developing countries, including those in the ASEAN region. Factors such as state fragility, trade openness, and labor force are believed to significantly influence FDI inflows. This research examines the relationship between these three factors and FDI inflows in 9 ASEAN countries from 2013 to 2022, with an Islamic economic perspective. Aims: This study aims to analyze the impact of state fragility, trade openness, and labor force on FDI inflows in 9 ASEAN countries from 2013 to 2022, and to provide insights into the Islamic economic perspective on foreign direct investment. Methods: This study employs a quantitative approach using panel data analysis. Secondary data is collected from the official World Bank website and the Fragile States Index. Data analysis is conducted using t-tests, F-tests, and R2 coefficient determination to test the relationships between the independent variables and FDI. Results: The results of this research show that state fragility has a negative but insignificant effect on FDI. Meanwhile, trade openness and the labor force have a positive and significant effect on FDI inflows in the ASEAN region. Conclusion: Trade openness and labor force play a key role in attracting FDI in ASEAN countries, while state fragility does not significantly affect foreign investment. From an Islamic economic perspective, FDI should not only be viewed as a way to increase individual wealth but also as a means to support inclusive economic growth and societal development.
Pengembangan Ekonomi Dan Lembaga Keuangan Melalui Pendekatan Filsafat Ekonomi Islam Ahmad Ali Kamal; Habibullah, Shalahudin; Ummi Kaltsum Karunianing; Desta Marta Nita; Madnasir
JPSDa: Jurnal Perbankan Syariah Darussalam Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jpsda.v6i1.4732

Abstract

Contemporary Islamic economics literature (2022–2025) tends to be dominated by analyses of technical compliance in Islamic fintech products and sukuk. However, studies highlighting the gap between compliance formality and the substantive achievement of maqasid al-shari’ah—especially regarding distributive justice—remain very limited. This research offers novelty by reconstructing the philosophical foundations of Islamic Financial Institutions (IFIs) to shift the focus from formal legality toward real social impact. Using an integrative-critical literature review method, this study synthesizes more than 25 accredited sources through thematic analysis to evaluate the regulations and practices of IFIs in Indonesia. The results show that without the integration of the amanah philosophy and the ta’lil al-ahkam approach, financial products are often trapped in "window dressing" practices without significant contribution to MSME inclusivity. Substantially, Sharia compliance must be redefined not merely as the validity of contracts, but also based on wealth distribution performance. In conclusion, regulators and Sharia supervisory boards need to adopt maqasid-based performance indicators to transform IFIs into substantive agents of falah, rather than mere replicas of conventional institutions.