Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Risiko Validasi Pembersihan Mesin yang Dilakukan Secara Manual Dengan Metode Failure Mode and Effects Analysis Aristokrat, Aria; Chaerunisaa, Anis Yohana
Majalah Farmasetika Vol 10, No 6 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i6.67440

Abstract

 Kontaminasi silang pada sarana produksi adalah hal yang sangat dihindari sehingga perlu dilakukannya pembersihan yang sudah divalidasi karena residu yang tersisa dapat menjadi cemaran. Namun, terdapat risiko yang dapat terjadi selama dilakukannya validasi pembersihan. Oleh karena itu penting untuk mengkaji risiko tersebut. Penelitian ini akan mengkaji resiko yang dapat terjadi pada setiap tahapan validasi pembersihan dengan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Penelitian dilakukan dengan cara observasional dan wawancara langsung di salah satu industri farmasi di Kota Bandung. Tahapan kajian risiko dimulai dengan mengidentifikasi risiko, menganalisis risiko berdasarkan tingkat keparahan, memberikan skor sehingga didapatkan nilai RPN, serta mengevaluasi risiko. Dari hasil kajian risiko, didapatkan sebanyak 26 risiko dengan 16 risiko minor, 4 risiko moderat dan 6 risiko mayor. Risiko yang termasuk dalam kategori mayor dibuat tindakan pengendalian risiko untuk mengurangi risiko terjadinya kegagalan dalam validasi pembersihan. Industri farmasi dapat melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian dari hasil kajian risiko ini seperti pengecekan terhadap sarana penunjang kritis yang ada, penentuan marker, pelaksanaan proses validasi, serta mempertimbangkan untuk pembersihan secara otomatis. 
Pengelolaan Plasma: Perbandingan dengan Sistem Rantai Dingin yang Ada Saat Ini pada Vaksin Nugroho, Aristo Fajar; Aristokrat, Aria; Hendrawan, Ryan Proxy; Sriwidodo, Sriwidodo; Roestan, Mas Rahman
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v13i2.63985

Abstract

Plasma adalah bagian penting dalam darah yang derivatnya dapat menjadi obat seperti albumin, imunoglobulin, dan faktor pembekuan darah. Namun, stabilitas dari plasma sangat bergantung pada beberapa faktor seperti penyimpanan, pengiriman, pencairan, dan hal lainnya sehingga plasma termasuk dalam Cold Chain Product (CCP) sama dengan vaksin yang sudah umum diimplementasikan. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas pengelolaan plasma dengan pendekatan seperti pada vaksin. Metode yang digunakan adalah literatur reviu. Sebanyak 27 artikel didapatkan dari berbagai macam database seperti PubMed, ScienceDirect, dan Semantic Scholar. Pengelolaan plasma dimulai dengan mendapatkan darah dari donor dilanjutkan pemisahan dan dibekukan menjadi Fresh Frozen Plasma (FFP). FFP disimpan dan dapat langsung digunakan atau difraksinasi untuk mendapatkan obat derivat plasma. Obat ini kemudian didistribusikan untuk digunakan oleh pasien. Suhu menjadi salah satu hal penting sepanjang perjalanan plasma. Hal ini dikarenakan plasma tidak memiliki indikator suhu seperti vaksin yang dikenal dengan Vaccine Vial Monitor (VVM). Diperlukan pengawasan dan manajemen yang ketat sepanjang pengelolaan plasma ini. Artikel ini diharapkan dapat mendorong penyusunan regulasi dan pedoman teknis pengelolaan plasma di Indonesia guna mengimbangi pesatnya adopsi terapi tersebut sebagai strategi kesehatan nasional.
TELAAH TATA KELOLA PENYIMPANAN OBAT DI SALAH SATU APOTEK JEJARING DI KOTA BANDUNG, JAWA BARAT Aristokrat, Aria; Lestari, Keri
Farmaka Vol 24, No 1 (2026): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v24i1.68196

Abstract

Untuk memastikan bahwa obat bermutu, aman, dan memiliki khasiat salah satunya adalah dengan memastikan tempat penyimpanannya. Oleh karena itu, penyimpanan obat di fasilitas kesehatan seperti apotek menjadi faktor yang penting. Penelitian ini akan menelaah mengenai tata kelola penyimpanan obat di apotek XYZ di kota Bandung secara observasional dengan pengamatan penyimpanan obat berdasarkan regulasi yang ada. Penyimpanan obat yang sesuai dengan regulasi meliputi sesuai dengan stabilitas obat, pemisahan obat yang mendekati kedaluwarsa, prinsip FIFO serta FEFO, penyimpanan khusus untuk narkotika serta psikotropika, dan tempat penyimpanan obat yang layak (rapi, bersih, dan kokoh). Apotek XYZ sudah menyimpan obat sesuai dengan stabilitasnya, adanya pemsiahan obat yang mendekati kedaluwarsa, diterapkannya prinsip FIFO dan FEFO, tempat penyimpanan obat yang sudah layak, serta untuk narkotika dan psikotropika terdapat penyimpanan khusus. Namun, obat-obatan seperti LASA, high alert, prekursor farmasi, dan obat-obatan tertentu masih belum disimpan sesuai dengan regulasi di apotek XYZ. Penyimpanan obat LASA serta high alert disimpan bersamaan dengan obat-obatan lainnya. Oleh karena itu, diperlukannya penataan ulang penyimpanan obat-obatan tersebut untuk meminimalisasi terjadinya medication error.