Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Penggunaan Tracer di Klinik Pratama PMI Kabupaten Pati Wiansah, Rizal Andina; Rani, Destri Maya; Widyaningrum, Bajeng Nurul
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/jurmik.v2i2.108

Abstract

Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan tentang identitas pasien, pemeriksa, pengobatan,tindakan, dan pelayanan kesehatan lainnya yang telah di berikan kepada pasien. Rekam medis bersifat rahasiasehingga perlu di jaga keamanannya, maka dari itu rekam medis yang keluar dari ruang filing seharusnyadisisipi tracer agar diketahui keberadaan dan penggunaannya. Tracer merupakan alat pengganti dokumenrekam medis. Tracer berfungsi sebagai kartu pelacak dokumen rekam medis yang keluar dari ruang filingdan dapat meminimalisir terjadinya missfile pada dokumen rekam medis. Penggunaan tracer bertujuansebagai penunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya peningkatan mutu pelayanankesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis penggunaan tracer pada pengambilandokumen rekam medis di Klinik Pratama Kabupaten Pati tahun 2022. Jenis penelitian ini merupakanpenelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data observasi dan wawancara kepada Informan Inti yangterdiri dari karyawan Klinik dan Informan Triangulasi yang terdiri dari Penanggung Jawab Klinik dan KepalaBagian Pelayanan Klinik Pratama PMI Kabupaten Pati dengan menggunakan teori fungsi manajemen POAC(Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dalam menganalisis penggunaan tracer pada pengambilandokumen rekam medis. Hasil Penelitian yang diperoleh yaitu kurangnya SDM menjadi faktor utamapermasalahan penanganan rekam medis di klinik, selain itu belum ada SOP yang mengatur tentang rekammedis, program kerja klinik, serta sarana dan prasarana yang belum memadai menjadi salah satu permasanlahyang dialami klinik. Pengetahuan SDM tentang tracer juga masih kurang, sehingga di Klinik Pratama PMIPati belum menerapkan sistem tracer dalam rekam medis, hal ini merupakan faktor utama dalampermasalahan terjadinya missfile di klinik.
TRANSFORMASI PRASANGKA DENGAN LAW OF ATTRACTION: MEMBANGUN PIKIRAN POSITIF DI LINGKUNGAN KERJA Widyaningrum, Bajeng Nurul; Rani, Destri Maya; Rizqulloh, Lutfiyah; Nadiah, Salma; Prabowo, Hendro
Jurnal Pengabdian Multidisiplin dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 1 (2024): ABDIKES TRADA : JURNAL PENGABDIAN MULTIDISIPLIN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : LPPM POLBITRADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59485/abdikestrada.v1i1.55

Abstract

Transformasi prasangka negatif di lingkungan kerja merupakan tantangan yang signifikan bagi banyak organisasi. Prasangka yang tidak berdasar dan stereotip negatif dapat menghambat produktivitas serta merusak harmoni antar karyawan. Law of Attraction merupakan konsep untuk menarik pengalaman dan kejadian serupa dalam hidup kita dengan menawarkan pendekatan yang inovatif. Law of Attraction dapat membantu mengubah prasangka negatif menjadi prasangka positif. Kegiatan bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan prinsip-prinsip Law of Attraction sebagai alat untuk mentransformasi prasangka negatif di lingkungan kerja. Serangkaian kegiatan interaktif melibatkan 115 peserta dari PMI Kota Semarang. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi dan analisis kebutuhan melalui survei dan Focus Group Discussion (FGD), pengembangan materi, pelaksanaan, evaluasi dan publikasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa memberikan edukasi Transformasi Prasangka Dengan Law Of Attraction: “Membangun Pikiran Positif di Lingkungan Kerja” memberikan dampak pada pegawai dengan rata-rata peningkatan pengetahuan yang diperoleh -2,261. Hasil Paired Samples Test diperoleh 0,002 (p-value ≤ 0,05) yang bermakna ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah dilakukanya penyuluhan. Membangun pikiran positif di lingkungan kerja melalui penerapan Law of Attraction diharapkan dapat tercipta budaya organisasi yang lebih inklusif, saling menghargai, dan produktif. Transformasi ini memberikan manfaat yang signifikan bagi individu karyawan, dinamika tim, dan keberhasilan organisasi secara keseluruhan.
Implementation of Electronic Medical Records in Type C Hospitals: Implementasi Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Tipe C Rani, Destri Maya; Rizqulloh, Lutfiyah; Widyaningrum, Bajeng Nurul
Procedia of Engineering and Life Science Vol. 9 (2025): Proceedings of the 2025 Annual Meeting of APTIRMIKI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of Electronic Medical Records (EMR) is a strategic step in supporting the digitization of healthcare services in Indonesia, including in type C hospitals. In line with the National Policy, Ministry of Health Regulation No. 24 of 2022 on Electronic Medical Records, the implementation of EMR is mandatory for healthcare facilities. However, in its implementation, type C hospitals face various challenges that need to be comprehensively examined. This study aims to analyze the implementation of EMR in Type C Hospitals through a literature review. The research method is a literature review of articles published between 2023 and 2025, obtained from the Google Scholar and SINTA databases, with a focus on Type C Hospitals. A total of 10 articles met the criteria and were analyzed further. The results of the study indicate that the implementation of RME in type C hospitals has been underway but is not yet optimal. The most supportive factors include management support, human resource competence, information technology infrastructure, organizational culture, and user training. In addition, several hospitals experienced challenges in terms of data security, system interoperability, and resistance to change. This indicates that the implementation of Minister of Health Regulation No. 24 of 2022 still requires varying degrees of adaptation and readiness at the level of type C hospitals. The conclusion of this study emphasizes that the implementation of RME requires comprehensive readiness, both in terms of technical aspects, resources, and organization. It is recommended that Type C Hospitals enhance user training, strengthen management support, and conduct regular evaluations of the systems used to ensure the sustainability and effectiveness of EMR in accordance with current national policies.