Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PERDAMAIAN, KEADILAN DAN KELEMBAGAAN YANG TANGGUH (TUJUAN SDGS KE-16) SEBAGAI TUJUAN PERTAHANAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA MENGHADAPI BONUS DEMOGRAFI TAHUN 2030 Cintia Damanik, Susan; Tarigan, Herlina; Pitoyo, Ari; Zakky Almubaroq, Hikmat
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3527-3532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel independen yakni perdamaian, keadilan dan lembaga yang tangguh terhadap pertahanan nasional untuk menghadapi bonus demografi yang puncaknya akan terjadi pada tahun 2030. Variabel perdamaian diproyeksikan oleh jumlah kejahatan yang ada di Indonesia, variable keadilan diproyeksikan oleh indeks demokrasi, Lembaga yang tangguh diproyeksikan dengan tingkat Persentase Kepatuhan pelaksanaan UU Pelayanan Publik dan variable dependen Pertahanan Nasional diproyeksikan oleh persentase anggaran sektor pertahanan. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan diperoleh dari Badan Pusat Statistik Indonesia dengan jangka waktu data 2015-2020. Penelitian menggunakan metode analisis regresi linear berganda dengan IBM SPSS 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara perdamaian dan keadilan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pertahanan nasional sedangkan lembaga yang tangguh tidak berpengaruh pada pertahanan nasional.
IMPLEMANTASI SISTEM EKONOMI PANCASILA PADA MANAJEMEN PERTAHANAN DAPAT MENINGKATKAN KETAHANAN EKONOMI INDONESIA DI ERA GLOBALISASI Suprio Pratomo, Muhammad; Suprapto, Suprapto; Saptono, Edy; Zakky Almubaroq, Hikmat
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3576-3584

Abstract

Kehadiran Ekonomi Pancasila merupakan konsekuensi langsung dari diterimanya Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara Indonesia. Ekonomi Pancasila selalu tidak terpisah dari pemikiran, amanah, dan cita-cita para pendiri bangsa yang dituangkan ke dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945. Ini merupakan kenyataan historis konstitusional, ciri pembeda, serta sekaligus landasan ideologis bagi seluruh rasionalitas sistem perekonomian nasional yang dibangun diatasnya. Singkatnya, Ekonomi Pancasila harus dapat mewujud menjadi sebuah tata kelola kehidupan ekonomi di Indonesia yang mampu menjawab permasalahan-permasalahan riil dewasa ini seperti kemiskinan, pengangguran, ketidakadilan ekonomi, kerusakan lingkungan, dan lain sebagainya. Dengan itu, betapapun kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia semakin lama-semakin kompleks, bangunan sistem ekonomi dengan berbagai kebijakan negara yang dihasilkan darinya, mesti selalu konsisten dengan Pancasila, demi terwujudnya tujuan negara sebagaimana digariskan dalam konstitusi, yakni: Merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
METODE PDCA DALAM OPTIMALISASI SOFT POWER MENGHADAPI PERANG G-IV Asrudin, Muhammad; Zakky Almubaroq, Hikmat; Suprapto, Suprapto
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 6 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i6.2024.2538-2545

Abstract

Pancasila telah menjadi dasar negara Indonesia sejak diresmikan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945. Sebagai ideologi nasional, Pancasila mencerminkan identitas dan kepribadian bangsa yang telah ada sejak zaman kerajaan seperti Kediri dan Majapahit, yang mengakui keragaman namun tetap bersatu. Nilai-nilai Pancasila, termasuk ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial, mencerminkan budaya luhur Indonesia. Dalam menghadapi ancaman modern seperti perang G-IV yang melibatkan soft power, pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila menjadi semakin penting. Pengaruh soft power melalui media sosial dan propaganda dapat merusak pemahaman publik tentang Pancasila, mengancam persatuan dan keadilan sosial. Oleh karena itu, diperlukan strategi efektif, termasuk optimalisasi soft power nasional dan metode manajemen seperti PDCA, untuk mempertahankan integritas dan kedaulatan Indonesia. Sistem pertahanan semesta yang mencakup seluruh komponen bangsa juga penting dalam menghadapi ancaman ini. Upaya memperkuat pemahaman Pancasila dan memitigasi pengaruh negatif dari luar sangat krusial untuk menjaga keutuhan dan identitas bangsa Indonesia.
PENGEMBANGAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DI PT SAS AERO SISHAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS INDUSTRI PERTAHANAN Hannah Padliyyah, Siti; Saptono, Edy; Sarjito, Aris; Zakky Almubaroq, Hikmat
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.374-382

Abstract

Indonesia memiliki peran strategis dalam peta global dengan menghadapi tantangan pertahanan yang semakin kompleks, menuntut modernisasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) dan peningkatan kemandirian industri pertahanan. Salah satu perusahaan yang terlibat dalam upaya ini adalah PT SAS Aero Sishan, sebuah industri pertahanan swasta yang menghadapi risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Oleh karena itu, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang optimal menjadi sangat penting. Namun, hasil evaluasi pada tahun 2023 menunjukkan bahwa implementasi SMK3 di PT SAS belum berjalan maksimal, terutama karena terbatasnya tenaga ahli dan minimnya pelatihan yang memadai. Kondisi ini berdampak pada produktivitas perusahaan dan menghambat upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan sistem, efektivitas, dan keterlibatan karyawan dalam penerapan SMK3 di PT SAS Aero Sishan. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, studi dokumentasi, serta kajian pustaka, yang kemudian dianalisis dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat komitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, pengembangan SMK3 masih terkendala oleh keterbatasan tenaga ahli dan kurangnya pelatihan. Efektivitas SMK3 terhadap produktivitas dipengaruhi oleh komitmen manajemen, budaya keselamatan, fasilitas pendukung, dan keberlanjutan pelatihan. Rendahnya keterlibatan karyawan dalam kebijakan keselamatan mengindikasikan kebutuhan akan peningkatan komunikasi dan edukasi, untuk membangun budaya K3 yang kuat guna mencapai produktivitas dan keselamatan kerja yang optimal.
ANALYSIS OF THE IMPACT OF SOCIAL MEDIA ON THE POLITICAL PARTICIPATION OF INDONESIAN YOUTH IN THE PERSPECTIVE OF DEFENSE MANAGEMENT Rizqiyatul Azkiya, Nafita; Mahroza, Jonni; Rishdianto, Agung; Zakky Almubaroq, Hikmat
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3533-3545

Abstract

Today, social media is the most powerful tool for exchanging information. The percentage of people using the Internet is increasing according to the We Are Social study from January 2021. The participation of the younger generation brings new perspectives, fresh ideas, and enthusiasm that can revive democracy. Through their political participation, young people can help build a more inclusive and sustainable society. The ease of access to information through social media shows that there is a process of democratization through the fulfillment of human rights. However, if freedom of expression is not accompanied by tolerance and individualism, it will create a crime that can threaten the defense of the Indonesian nation. The purpose of writing this journal is to find out the role of social media in political participation and the positive-negative impacts of social media on the political participation of Indonesia's young generation in defense management. This research uses a qualitative approach that uses language for cases and contexts, examines social processes and cases in their social context, and looks at the interpretation or creation of meaning in certain settings. For the millennial generation, social media is considered of presenting a new way of communicating. Social media is starting to be used intensively in political aspects by having a more specific context. In public, social media is used as a new medium to express political participation, while for politicians themselves social media is a new means of establishing communication, building interaction, and disseminating political information. The role of social media in political participation is very large and everything can be achieved easily through social media. However, behind the large positive impact of social media on participation in politics, there are also negative impacts that are no less large and can even backfire on the political participants themselves.
PERAN TNI DALAM PENYELESAIAN KONFLIK PALESTINA DAN ISRAEL Asakir, Ibnu; Zakky Almubaroq, Hikmat
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1738-1749

Abstract

Konflik Palestina-Israel tetap menjadi salah satu konflik yang paling berkepanjangan dan kompleks di dunia, ditandai dengan penindasan dan kekerasan yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina. Studi ini menguji peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam kebijakan luar negeri pemerintah Indonesia terkait konflik Palestina-Israel. Dengan menganalisis berbagai sumber data, termasuk inisiatif diplomatik, upaya bantuan kemanusiaan, dan kerjasama regional, makalah ini menjelaskan kontribusi beragam TNI terhadap sikap Indonesia terhadap konflik tersebut. Temuan menyoroti komitmen Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan advokasi untuk penyelesaian yang adil dan berkelanjutan terhadap konflik tersebut. Selain itu, keterlibatan TNI dalam misi bantuan kemanusiaan, keterlibatan diplomatik, dan kolaborasi regional menegaskan peran aktif Indonesia dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara keterlibatan militer dan pengambilan keputusan kebijakan luar negeri dalam menangani konflik berkepanjangan seperti konflik Palestina-Israel.
PENGARUH DEFENSE COOPERATION AGREEMENT INDONESIA DAN SINGAPURA TERHADAP LINGKUNGAN STRATEGIS DI ASIA TENGGARA DALAM PERSPEKTIF MANAJEMEN PERTAHANAN Putra Brahmana, Dedy; Agung Banyu Perwita, Anak; Sudarya, Agus; Zakky Almubaroq, Hikmat
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3585-3596

Abstract

Kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Singapura telah mengalami perkembangan yang dinamis sejak awal hubungan antar kedua negara hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Defense Cooperation Agreement (DCA) Indonesia dan Singapura terhadap lingkungan strategis di Asia Tenggara dalam perspektif manajemen pertahanan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui studi literatur serta analisis kebijakan dan dokumen resmi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DCA memperkuat kemampuan kedua negara dalam menghadapi ancaman bersama dan membangun kepercayaan.  Kerjasama pertahanan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan keamanan regional, stabilitas politik, dan hubungan bilateral dengan negara-negara tetangga. DCA juga membuka peluang untuk memperkuat hubungan diplomatik dan keamanan di wilayah Asia Tenggara. Simpulannya, DCA berperan sebagai instrumen efektif dalam menghadapi tantangan keamanan regional. Saran untuk pengambilan kebijakan adalah terus memperkuat kerjasama pertahanan dan melibatkan negara-negara lain di wilayah Asia Tenggara untuk menjaga stabilitas kawasan.