Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penetrasi Budaya Korea Selatan terhadap Nilai-Nilai Pancasila: Analisis dari Perspektif Media Sosial di Indonesia Geprita Gulo; Anisa Asari Dewi; Elvi Maulida Harahap; Fina Febrian; Nurfadhilah Pasaribu; Wildani Putri Sagala; Winda Afdila Sari; Zahwa Maulidina Assyifa; Fazli Rachman
Jurnal Manajemen Kreatif dan Inovasi Vol. 2 No. 2 (2024): April : Jurnal Manajemen Kreatif dan Inovasi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jmki-widyakarya.v2i2.3009

Abstract

Korean culture, especially South Korea, is currently developing very rapidly and widely, resulting in a new phenomenon among teenagers. The much-loved culture is K-Pop, Korean drama(drakor), music, food, and lifestyle. South Korean culture is feared to be the cause of the fading spirit of nationalism among teenagers. The fading of nationalism is a deviation from the values of Pancasila in the third principle which reads "Indonesian Unity". The purpose of writing this scientific article is to find out the breakthrough of South Korean culture on Pancasila values. The approach used in writing this scientific article is a qualitative approach. The method used in writing this scientific article is systematic literature review. This method is expected to be able to provide a broad but still in-depth picture related to the issues or topics raised in the writing of scientific articles. There are 9 journal articles that will be analyzed by the writing team in this article. The authors selected articles from accredited journals and obtained from several electronic search sites, namely Google Scholar, Sinta, and Garuda.
EKSISTENSI BAHASA MELAYU DIALEK SORKAM DAN FAKTOR PENYEBAB KEMUNDURAN DAYA TAHAN HIDUP Tiopiolina; Firman Matias Simanjuntak; Geprita Gulo; Esrawati Satriana Simanullang; Emasta Evayanti Simanjuntak
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/v4qpmw33

Abstract

ABSTRAK: Bahasa adalah jati diri suatu bangsa. Kepunahan suatu bahasa menjadi titik awal hilangnya jati diri bangsa. Bahasa daerah merupakan bahasa yang dituturkan oleh masyarakat di daerah tertentu dan menjadi ciri khas daerah tersebut. Indonesia memiliki 718 bahasa daerah, salah satunya bahasa Melayu dialek Sorkam. Bahasa Melayu dialek Sorkam merupakan identitas bagi masyarakat Sorkam. Namun, berdasarkan data Badan Bahasa Kemdikbudristek, eksistensi bahasa Melayu dialek Sorkam semakin tergerus oleh zaman. Hal tersebut yang menjadi dasar penelitian ini. Adapun penelitian ini merupakan kajian ilmu antropolinguistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi bahasa Melayu dialek Sorkam pada masa lalu dan masa kini serta faktor penyebab kemunduran daya tahan hidup bahasa Melayu dialek Sorkam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran atau mix methods. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket, melakukan wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Melayu dialek Sorkam tidak digunakan di seluruh wilayah Kecamatan Sorkam dan Kecamatan Sorkam Barat, melainkan hanya di wilayah tertentu saja. Selanjutnya, bahasa Melayu dialek Sorkam hanya digunakan oleh 32,5% dari total sampel, sedangkan 67,5% lainnya menggunakan bahasa lain di luar bahasa Melayu dialek Sorkam. Adapun faktor penyebab kemunduran daya tahan hidup bahasa Melayu dialek Sorkam adalah faktor linguistik (interferensi bahasa) dan faktor nonlinguistik (geografi, sosial-budaya, agama, ekonomi, dan pendidikan).