Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Pengawasan Fasilitas oleh Unit Terminal Service Officer (TSO) Terhadap Kepuasan Penumpang di Bandar Udara Adi Soemarmo Boyolali Chintya Putri Nuraini; Rahimudin Rahimudin
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i2.6514

Abstract

Transportasi udara adalah salah satu kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobabilitas masyarakat. Salah satu faktor kepuasan penumpang dipengaruhi oleh efektivitas pengawasan fasilitas oleh unit TSO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengawasan fasilitas oleh unit TSO terhadap kepuasan penumpang di bandar udara Adi Soemarmo dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengawasan fasilitas oleh unit TSO terhadap kepuasan penumpang di bandar udara Adi Soemarmo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menguji hipotesis dan pengolahan data dilakukan dengan menggunakan regresi linear sederhana, uji t dan uji koefisien determinasi. Hasil dari penelitian ini, berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa nilai signifikansi diperoleh sebesar 0,000 < 0,1 dan nilai t hitung sebesar 17,513 > 1,660  yang menunjukkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak yang artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan pengawasan fasilitas terhadap kepuasan penumpang di Bandar Udara Adi Soemarmo Boyolali. Nilai konstanta sebesar 6,208, hal ini berarti jika variabel (X) dianggap nol, maka variabel kepuasan penumpang (Y) sebesar 3,846. Besaran hubungan yang diberikan dari variabel pengawasan fasilitas terhadap kepuasan penumpang yaitu sebesar 0,758 atau 75,8% dengan taraf signifikansi 10% artinya terdapat hubungan yang besar pengawasan fasilitas terhadap kepuasan penumpang dan sisanya 24,2 dipengaruhi oleh beberapa variabel lain.
Kuantitas Inspektur Penerbangan Dalam Meningkatkan Kinerja di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya Livia Alfiani; Rahimudin Rahimudin
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i2.6535

Abstract

Industri penerbangan memiliki peran strategis dalam menghubungkan wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai sektor yang sangat bergantung pada standar keselamatan dan keamanan yang ketat, pengawasan yang efektif menjadi elemen krusial dalam memastikan operasional penerbangan berjalan dengan lancar. Salah satu elemen penting dalam sistem pengawasan ini adalah keberadaan inspektur penerbangan. Dalam praktiknya Kantor Otoritas Bandar Udara sering menghadapi kendala dalam pemenuhan jumlah inspektur yang ideal untuk melaksanakan tugas pengawasan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kuantitas inspektur penerbangan yang ada saat ini di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya sesuai dengan beban tugas kerjanya dan untuk mengetahui apakah kuantitas inspektur penerbangan telah telah sesuai dengan standar kebutuhan minimal. Penelitian ini dilakukan di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya pada tanggal 11 Maret 2025 – 23 April 2025. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif fenomenologi, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan tahapan analisis data pada penelitian yang menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuantitas inspektur penerbangan di kantor otoritas bandar udara wilayah III Surabaya belum memadai, dengan jumlah personel jauh dari standar ideal dan regulasi yang ditetapkan. Mengakibatkan distribusi tugas tidak merata, menghambat efektivitas pengawasan, serta berpotensi menimbulkan risiko terhadap keselamatan dan kelancaran operasional bandar udara. Diperlukan penambahan jumlah inspektur penerbangan untuk memastikan pengawasan yang efektif dan sesuai standar.
Analisis Pengaruh Penggunaan Mesin Self Check in Terhadap Kepuasan Penumpang Maskapai Citilink di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang Dewi Purnama Sari; Rahimudin Rahimudin
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i2.6583

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat mendorong transportasi dalam berbagai sektor, termasuk transportasi udara. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah mesin self check-in, yang memungkinkan penumpang melakukan proses check-in secara mandiri tanpa bantuan petugas. Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang merupakan salah satu bandara yang telah menyediakan fasilitas mesin self check-in tersebut. Meskipun penelitian ini memberikan sejumlah manfaat seperti mengurangi antrian dan meningkatkan efisiensi waktu operasional, tetapi masih terdapat kendala dalam implementasinya, antara lain kendala teknis serta rendahnya kemampuan penumpang dalam menyesuaikan diri dengan teknologi baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan mesin self check-in terhadap tingkat kepuasan penumpang maskapai citilink di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan studi kepustakaan untuk menghubungkan teori-teori. Melibatkan 100 responden yang pernah menggunakan penggunaan mesin self check-in di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. Data kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi untuk menganalisis persentase kepuasan penumpang terhadap penggunaan mesin self check-in secara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan mesin self check-in berpengaruh positif terhadap kepuasan penumpang maskapai citilink  di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang terbukti dengan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (0,001 < 0,05) yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Besarnya pengaruh penggunaan mesin self check-in terhadap kepuasan penumpang maskapai citilink adalah 77,3%, sedangkan 22,7% sisanya dipengaruhi oleh variabel atau faktor lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini.
Analisis Kendala Penggunaan Mesin Self Check-In oleh Pengguna Jasa di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar Jihan Ardya Permata Sari; Rahimudin Rahimudin
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i2.6914

Abstract

Peningkatan jumlah penumpang pesawat mendorong pengelola bandar udara untuk mengadopsi teknologi self check-in guna mempercepat pelayanan. Namun, implementasi mesin self check-in di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar masih menghadapi sejumlah kendala dari sisi teknis maupun pemahaman pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi oleh pengguna jasa dalam menggunakan mesin self check-in serta mengetahui cara penanganan yang dilakukan oleh petugas bandara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara semi-terstruktur terhadap tiga informan dari unit operasional bandara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Penelitian ini dilakukan di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar pada periode 1 Agustus hingga 30 September 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala non-teknis meliputi kurangnya literasi digital, kebingungan pengguna dalam mengikuti instruksi mesin, dan ketidakterbiasaan menggunakan perangkat digital. Sementara kendala teknis mencakup layar tidak responsif, printer bermasalah, serta sistem error saat membaca data. Upaya penanganan yang dilakukan meliputi pendampingan aktif oleh petugas, penyederhanaan antarmuka mesin self check-in, serta prosedur teknis penanganan gangguan. Sehingga disimpulkan, penggunaan mesin self check-in masih perlu ditingkatkan dari sisi teknis, edukasi pengguna, dan pelatihan formal bagi petugas agar sistem ini dapat berfungsi optimal.