Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor Yang Mempengaruhi Proses Penyembuhan Luka Kaki Diabetes Marnianti Irnawan, Sri; Sisilia Rammang
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v1i2.238

Abstract

Luka kaki diabetes atau Diabetic Foot Ulcer (DFU) merupakan salah satu masalah yang paling ditakuti di negara-negara berkembang, karena merupakan penyebab utama kecacatan, morbiditas, dan mortalitas pada penyandang Diabete Mellitus. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa penyembuhan luka yang tertunda dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tujuan tinjauan pustaka ini untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka kaki diabetes. Metode dalam studi ini berupa literatur review dengan pencarian artikel melalui database elektronik yaitu PubMed, Proquest, ScienceDirect dan pencarian data sekunder pada google schoolar 2017-2023. Strategi pencarian menggunakan prinsip-prinsip PICO dan diperoleh sebanyak 12 artikel digunakan sesuai kriteria inklusi. Hasil penelitian ditemukan bahwa kontrol gula darah, nutrisi, derajat luka dan kejadian anemia secara signifikan mempengaruhi proses penyembuhan luka kaki Diabetes. Kesimpulan: Sebagian besar dari studi yang diulas ditemukan bahwa faktor gula darah menjadi faktor yang mendominasi dalam proses penyembuhan luka yang disertai dengan faktor nutrisi, derajat luka dan kejadian anemia.
Pengaruh Senam Diabetes Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Pada Lansia Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di UPTD Puskesmas Bungin Kecamatan Bokan Kepulauan Kabupaten Banggai Laut Theresia Salabia; Sisilia Rammang; Wendi Muh. Fadhli
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): GJIK - AGUSTUS s/d JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v2i2.729

Abstract

Kurangnya aktivitas fisik di rumah serta tidak pernah olahraga ringan merupakan salah satu alasan belum maksimalnya penurunan kadar glukosa darah para lansia. Studi pendahuluan mengatakan para lansia tersebut belum mengetahui adanya senam diabetes yang dapat menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Pengaruh Senam Diabetes Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Pada Lansia Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di UPTD Puskesmas Bungin Kecamatan Bokan Kepulauan Kabupaten Banggai Laut. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode pra experiment dengan menggunakan pendekatan one group dengan perencanaan pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia penderita diabetes mellitus sebanyak 30 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa penurunan kadar glukosa pada lansia penderita diabetes mellitus sebelum perlakuan (senam diabetes) diketahui sebagian besar responden sebanyak 22 (73%) dalam kategori diabetes dan setelah pemberian senam diabetes diketahui hampir seluruh responden sebanyak 27 (90%) dalam kategori normal. Hasil analisa data menunjukan bahwa tingkat signifikansi 0,000 ≤ α = 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Simpulannya adalah ada pengaruh senam diabetes terhadap penurunan kadar glukosa pada lansia penderita diabetes mellitus. Simpulannya adalah ada pengaruh senam diabetes terhadap penurunan kadar glukosa pada lansia penderita diabetes mellitus tipe 2. Saran bagi UPTD Puskesmas Bungin agar memberikan program rutin senam diabetes bagi penderita diabetes melitus untuk menurunkan kadar gula darah.
Hubungan Lama Rawat Inap Dengan Kemampuan Pasien Dalam Mengontrol Halusinasi Di RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah : Penelitian Siti Mutia; Djuwartin; Sisilia Rammang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5159

Abstract

Background: Schizophrenia is a chronic psychiatric disorder that causes perceptual disorders such as hallucinations. The patient’s inability to control hallucinations can pose a risk to themselves, others, and the surrounding environment. The length of the hospitalization is suspected to affect the patient's ability to recognize and control hallucinations through intensive therapy and assistance in the hospital. Based on data from RSUD Madani, Central Sulawesi Province, which shows a high number of cases of hallucinations. of this study is to analyze the relationship between the length of hospitalization and patients' ability to control hallucinations at RSUD Madani, Central Sulawesi Province. Method: This study used a type of quantitative research with a cross-sectional approach. The study population was 78 hallucination patients who were hospitalized at RSUD Madani. The sampling technique used was proportionate stratified random sampling with a sample of 37 respondents. The research instrument was in the form of an observation sheet on the ability to control hallucinations. The data was analyzed using the Chi-Square test Result: Based on the results of univariate analysis for a long time, most of the old categories were 23 respondents (62.2%), while the ability to control hallucinations was mostly good in the category of 21 respondents (56.8%). Based on the results of statistical tests using the Chi-Square test, the result was obtained with a p-value of p-value = 0.000(<0.05), indicating a relationship between the length of treatment and the patient's ability to control hallucinations The. Conclusion: There is a Long Relationship of Hospitalization with Patients' Ability to Control Hallucinations at RSUD Madani , Central Sulawesi Province. Suggestion: It is hoped that the hospital will continue to improve the quality of psychiatric nursing services and provide a comprehensive therapy program during the treatment period to improve the patient's ability to control hallucinations
Pengaruh Hidroterapi (Rendaman Air Hangat Garam) Terhadap Nyeri Sendi Pada Lansia Penderita Asam Urat Di Desa Karawana Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi: Penelitian Ginartin; Sisilia Rammang; Sugyarso Sanan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5641

Abstract

Nyeri sendi akibat asam urat merupakan salah satu keluhan yang sering terjadi pada lansia dan dapat menganggu aktivitas dari lansia. Hidroterapi khususnya metode rendaman air hangat garam adalah salah satu intervensi non-farmakologis yang dikenal memiliki efek relaksasi dan bertujuan untuk mengurangi nyeri pada penderita asam urat. Tujuan: penelitian untuk menganalisis pengaruh pemberian hidroterapi (rendaman air hangat garam) terhadap penurunan tingkat nyeri sendi pada lansia penderita asam urat di Desa Karawana Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain pre eksperimental dan pendekatan one group pre post test design. Populasi penelitian berjumlah 14 orang dan sampelnya adalah total sampling. Instrumen penelitian lembar SPO, Thermometer Air dan Lembar observasi Numeric Rating scale. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil: Dari 14 orang lansia di Karawana Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi dengan nyeri sebelum pemberian hidroterapi di dapatkan nyeri terbanyak di tingkat nyeri sedang sebanyak 8 responden (57,1%) dan nyeri berat 6 orang (42,9%). Setelah diberikan terapi, seluruh responden mangalami perubahan di nyeri ringan. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan p = 0, 001 (p<0,05).