Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DETERMINAN TINDAKAN PERSALINAN SECTIO CAESARIA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ADE MOHAMMAD DJOEN SINTANG TAHUN 2022 Yolanda Montessori; Yunida Haryanti; Rizki Amartani; Lea Masan
Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindakan persalinan sectio caesarea merupakan upaya untuk menangani komplikasi persalinan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi sesuai dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) ke tiga yaitu menurunkan AKI dibawah 70 per 100.000 Kelahiran Hidup. Namun selama satu dekade terakhir, peningkatan persalinan secara sectio caesaria telah menjadi perhatian serius bagi WHO. Secara global, Caesarean Section Rate (CSR) telah melampaui batas 10 – 15 % per 1000 kelahiran yang direkomendasikan oleh WHO. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan persalinan sectio caesaria di RSUD Ade Mohammad Djoen Sintang Tahun 2022. Menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dan pengumpulan data menggunakan checklist. Uji statistik menggunakan Uji Statistik Chi Square. Preeklampsia/eklampsia, malpresentasi janin, gemelli, gawat janin, dan postterm meningkatkan tindakan sectio caesaria di RSUD Ade Mohammad Djoen Sintang Tahun 2022. Adanya hubungan yang signifikan antara preeklampsia/eklampsia dengan tindakan section caesaria, secara statistik (p) : 0,000,  (OR) : 6,429, CI 95% : (2,680 – 15,418). Adanya hubungan yang signifikan antara malpresentasi janin dengan tindakan section caesaria, secara statistik (p) : 0,004,  (OR) : 3,667, CI 95% : (1,598 – 8,414). Adanya hubungan yang signifikan antara gemelli dengan tindakan section caesaria, secara statistik (p) : 0,000,  (OR) : 4,817, CI 95% : (2,059 – 11,267). Adanya hubungan yang signifikan antara gawat janin dengan tindakan section caesaria, secara statistik (p) : 0,000,  (OR) : 5,833, CI 95% : (2,454 – 13,868). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah kala II lama, secara statistik (p) : 0,938, (OR) : 1,126, CI 95% : (0,499 - 2,543). Ketuban pecah dini, secara statistik (p) : : 0,768, (OR) : 1,222, CI 95% : (0,554- 2,695). Postterm, secara statistik (p) : 0,768, (OR) : 0,682, CI 95% : (0,305 – 1,523).
Evaluasi Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Sungai Durian Joni Herman; Yolanda Montessori; Wagiran; Yolanda Mentessori; Sohibun; Novin Yetiani; Akhmad Hasan; Nurul Khoirun Nisa; Uray Bilchairi Jakti; Barliy Brasila
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5461

Abstract

Rekam medis elektronik merupakan sistem informasi yang menyimpan catatan medis pasien dalam format digital, menggantikan rekam medis berbasis kertas. Pelaksanaan rekam medis elektronik terdapat beberapa kendala seperti jaringan internet lelet, masih terbatasnya sumber daya manusia yaitu tenaga lulusan rekam medis, petugas rekam medis belum sepenuhnya menguasai pengunaan rekam medis elektronik, computer di ruangan rekam medis hanya dua. Tujuan: Mengetahui bagaimana evaluasi pelaksanaan rekam medis elektronik di Puskesmas Sungai Durian Tahun 2025. Metode: jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriftif dengan subjek penelitian yaitu petugas pendaftaran dan kepala instalasi rekam medis sedangkan objek penelitian pelaksanaan rekam medis elektronik. Hasil penelitian kendala ketika melakukan pendaftaran pasien yaitu mengakses fitur-fitur yang jarang digunakan, Proses pengajuan melalui bendahara nanti dari pihak puskesmas yang akan membelikan kebutuhan sesuai dengan pengajuan. peningkatan kapasitas jaringan wifi. computer di unit rekam medis puskesmas tersedia 2 unit, computer yang digunakan sering error. Belum ada penambahan unit computer. Kesimpulan: pelaksanaan rekam medis di puskesmas sesuai dengan kebutuhan pengguna, hanya saja beberapa aspek yang perlu penambahan sesuai dengan kebutuhan pengguna rekam medis elektronik.