Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

UJI ORGANOLEPTIK NUGGET DAGING KAMBING DAN DOMBA YANG DIBERI PERLAKUAN TEPUNG SAGU DENGAN DOSIS YANG BERBEDA Efi Rokhana; Brian Dannu Bebilla
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Filia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.296 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas organoleptik nugget daging kambing dan daging domba yang diberi perlakuan dosis tepung sagu yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Universitas Islam Kadiri, penelitian ini dimulai pada tanggal 28 Mei 2015 dengan menggunakan panelis sebanyak 30 orang. Materi yang digunakan dalam peneltian ini adalah daging kambing sebanyak 3,6 kg dan daging domba sebanyak 3,6 kg jantan atau betina umur diatas 1 tahun. Tiap perlakuan di ulang 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan analisa rancangan tersarang (nested) Dan bila ada perbedaan yang nyata atau sangat nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Berdasarkan analisis hasil uji organoleptik bahwa perlakauan dosis tepung sagu tidak memberikan pengaruh terhadap warna, tetapi daging memberikan pengaruh, dengan daging kambing adalah yang disukai panelis. Dari segi aroma perlakuan dosis tepung sagu maupun daging tidak terdapat pengaruh. Kemudian rasa bahwa perlakuan dosis tepung sagu memberikan pengaruh dengan dosis tepung sagu 10% adalah yang disukai panelis, namun tidak demikian dengan daging yang tidak memberikan pengaruh terhadap rasa. Dari segi tekstur baik perlakuan tepung sagu maupun daging memberikan pengaruh terhadap tekstur, dengan dosis tepung sagu 10% dan daging domba adalah yang disukai panelis.
Kualitas Susu Sapi Perah PFH di Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Bhakti Ngancar Kabupaten Kediri Ning Firdausyi Ariani; Efi Rokhana; Dyah Nurul Afiyah
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v6i2.2018

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas susu sapi perah PFH di Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Bhakti Ngancar Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik proposional sampling, jumlah sampel susu segar sapi perah PFH yang diamati sebanyak 32.000 ml untuk uji berat jenis, 2.480 ml untuk uji lemak, uji protein dan uji solid non fat selama 32 hari dengan pengambilan sampel secara duplo pada pemerahan pagi hari dan pemerahan sore hari. Sampel tersebut diuji laboratoriumkan dengan menggunakan lactoscan dan lactodensimeter. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan uji mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan kadar berat jenis pada pemerahan pagi hari sebesar 1,0244 g/ml dan pemerahan sore hari 1,0244 g/ml. Kadar lemak pada pemerahan pagi hari sebesar 3,68% dan pemerahan sore hari sebesar 4,29%. Kadar protein pada pemerahan pagi hari sebesar 3,09% dan pemerahan sore hari sebesar 3,12%. Kadar solid non fat pada pemerahan pagi hari sebesar 8,43% dan pemerahan sore hari sebesar 8,62%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan antara kualitas susu pada kadar lemak susu, kadar protein susu dan kadar solid non fat sedangkan, kadar berat jenis susu tidak mengalami perbedaan antara pemerahan pagi hari dan sore hari.
Inovasi Biskuit Biosuplemen Kelinci (BBCi) Berbasis Sampah Organik Wilayah Perkotaan Di Desa Ngronggo Kota Kediri Mubarak Akbar; Efi Rokhana; Diah AW. Kusumatutie
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol 5 No 3 (2021): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta (DIS) Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/je.v5i3.484

Abstract

Densely populated settlements in the Kediri have their own problems in the livestock sector. Starting from the problem of narrow land for raising livestock and the availability of feed. Raising rabbits is one of the ways of the Sumber Rejeki livestock group, Ngronggo Village, Kediri City so that they can continue to raise livestock. The ability of rabbits to use various types of feed makes it easier for rabbits to be kept, especially in urban areas by utilizing the potential of local feed resources. However, farmers are still lacking information about local urban waste that can be used to feed rabbits as well as how to prepare rabbit rations. The solutions that can be given are counseling on the types of local feed ingredients that can be used as rabbit feed and training on forage handling and how to prepare complete rations for rabbits. The methods used in this community service are participatory, outreach, mentoring, and training for partner group members and there will be an evaluation at the end of the activity. The resulting output is an increase in the understanding of farmers about local animal feed ingredients and an increase in the ability to prepare rabbit rations. The resulting product is in the form of feed as biscuits,it’s easy to bite because rabbits are rodents. This feed product will later be referred as rabbits biosupplement biscuit.
Application of herbal flour ingredients in the Duck Livestock Group, Sumber Rejeki, Kediri Regency Mubarak Akbar; Efi Rokana; Edy Soenyoto
Community Empowerment Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.509 KB) | DOI: 10.31603/ce.6057

Abstract

Some residents of Dawung Village in Ringinrejo District, Kediri Regency work as duck breeders. Many breeders are dissatisfied with the government's policy prohibiting the use of Antibiotic Growth Promoter (AGP) in animal feed, resulting in decreased livestock production. The goal of this program is to improve the standard of living and productivity of duck breeders by teaching them how to make herbal flour that can be mixed into duck feed instead of antibiotics. The diffusion of science and technology is the method employed. The availability of feed containing herbal flour additives is a outcome of this program. Another benefit is a greater understanding and knowledge of herbal flours as antibiotic substitutes that are safer for animal feed.
Community Empowerment through Processing Bamboo Leaves Waste into Liquid Smoke Lina Saptaria; Samudi; Efi Rohana
Asian Journal of Community Services Vol. 1 No. 6 (2022): December 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ajcs.v1i6.2313

Abstract

This Community Service activity aims to process dry bamboo leaves into liquid smoke using pyrolysis techniques. Methods of activity in the form of counseling, training, and mentoring. Participants in the activity were 30 residents of Mejono Village. The resulting product is grade 3 liquid smoke. The effectiveness of the activity is measured using the Pre-test and Post-Test values. The results show an increase in knowledge, production skills, and marketing skills for liquid smoke products. This activity can be an inspiration, motivation, and ongoing activity for the tourism management team to process dried bamboo leaf waste into liquid smoke products that can provide added value for the Gronjongwariti water tourism manager and farmers in Mejono Village.
PENGARUH LAMA WAKTU PEMANASAN TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK DAN FISIK BISKUIT BIOSUPLEMEN “MORINGA” KELINCI (BBCi) Efi Rokana; Mubarak Akbar; Dyah Arie WK
BUANA SAINS Vol 22, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/bs.v22i3.4499

Abstract

This study aimed to determine the effect of heating time duration on the organoleptic and physical quality of rabbit moringa bio supplement biscuits (BBCi). This study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and six replications. The research treatments were the duration of time heating at a temperature of 100°C (P), namely P1= 45 minutes; P2= 60 minutes; P3 = 75 minutes; P4 = 90 minutes; P5 = 105 minutes. The research variables included an organoleptic test, density test, water absorption, and shatter test. The results showed that different heating times showed a highly significant effect (P0.01) on the density and shatter test of BBCi, while the variables of color, smell, texture, density, and water absorption showed no significant effect. (P0.05). The highest average density and shatter test (%) of BBCi were 3.50±0.55 (P4) and 86.04±6.65 (P5). Whereas the lowest average density and shatter test (%) of BBCi was shown in the P1 = 1.00±0.00 and 11.20±12.32. The conclusion was that the best BBCi density and shatter test values were found in the treatment with a duration heating time of 90 and 105 minutes.
Effect of Adding Coconut Water (Cocus viridis) on Liquid Semen Quality of Kacang Goats (Capra aegagrus hircus) Stored at 4-5° C Efi Rokana; Yusuf Aris Sayoga; Ertika Fitri Lisnanti; Amiril Mukmin
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v11i2.p141-158

Abstract

The best semen quality is necessary for successful Artificial Insemination. Increasing population of Kacang goat, which is a native Indonesian goat breed can reach with the application of AI technology. It can support the suffice of national meat demand. The purpose of this study was to determine the effect of adding coconut water (CW) in the Skim Yolk Diluent (SYD) and storage time at a cold temperature of 4-5 C on the quality of liquid semen of Kacang goat. The research material was four Kacang goats aged 1 - 1.5 years, SYD, and coconut water. The research method was an experiment with a factorial randomized block design (RBD) consisting of two factors. The first factor is the addition of coconut water in SYD (D), namely D0 = 100% SYD + 0% CW; D1= 30% SYD + 70% CW; D2= 20% SYD + 80% CW; D3= 10% SYD + 90% CW. The second factor is the storage time of liquid cement at a temperature of 4-5°C (H), namely H0 = 0 days; H1= 1 day; H2 = 2 days, and H3 = 3 days. The treatment was repeated 10 times. Data were analyzed by Anova and further test using Duncan's multiple distance test. The results showed that the combination treatment showed a significantly different interaction effect (P<0.05) on the percentage of motility and abnormalities and the highly  significant different interaction effect  (P<0.01) on the percentage of spermatozoa viability. The best mean of motility, viability and abnormality was found in the D3H0 treatment. The conclusion is that the addition of coconut water in SYD can be done up to  90% with the time storage at 4-5ºC cold for 3 days because it is still able to maintain the quality of the Kacang goat liquid semen  with a motility percentage more than 40%.
Pengaruh Kemasan Plastik dan Lama Penyimpanan pada Suhu 4 – 50C terhadap Kualitas Internal Telur Burung Puyuh Rahmawati, Nurina; Rokhana, Efi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.12401

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh kemasan plastik dan lama penyimpanan pada suhu 4-5 oC terhadap kualitas internal telur puyuh. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan infromasi tentang pengaruh kemasan plastik dan lama penyimpanan pada suhu 4-5 oC terhadap kualitas internal telur burung puyuh dan memberikan wawasan terhadap pembaca. Materi penelitian berupa telur Burung puyuh berumur baru satu hari sebanyak 240 butir dan mika plastik berisi dari 10 butir telur. Metode penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. P0 : telur tidak dikemas dan tanpa penyimpanan, P1: telur dikemas dengan plastik mika disimpan dalam kulkas dengan suhu 4-  5oC selama 7 hari, P2: telur dikemas dengan plastik mika disimpan dalam kulkas dengan suhu 4-5oC selama 14 hari, P3: telur dikemas dengan plastik mika disimpan dalam kulkas dengan suhu 4-5oC selama 21 hari, P4:  telur dikemas dengan plastik mika disimpan dalam kulkas dengan suhu 4-5oC selama 28 hari. Variabel penelitian meliputi : susut bobot, indeks kuning, indeks putih dan haugh unit. Data penelitian diolah menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan jika hasil berbeda nyata maka akan dilanjutkan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Nilai rataan susut bobot berkisar (0-0,04 %), Indeks kuning telur berkisar (0,42 – 0,47 mm), Indeks putih telur berkisar (0,07 – 0,23 mm), dan untuk Haugh Unit telur puyuh berkisar (90,88 – 98,13). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan menunjukkan efek yang signifikan (P<0.05) pada susut bobot telur, indeks kuning telur dan haugh unit. Sedangkan pada indeks putih telur tidak memberikan efek yang signifikan (P>0,05) yang artinya tidak berpengaruh nyata terhadap indeks putih telur.
Sinkronisasi Estrus di Usaha Pembibitan Domba Lokal Kelompok Tani Maju Milenial Kabupaten Kediri Rokana, Efi; Supartini, Nonok; Utomo, Yudo Bismo
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/cendekia.v6i2.5866

Abstract

Tujuan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini untuk mengetahui efektivitas teknologi sinkronisasi estrus di usaha pembibitan domba lokal milik Kelompok Tani Maju Milenial Kabupaten Kediri. Permasalahan mitra adalah sering terjadinya abortus pada domba betina bunting, estrus dan perkawinan yang dilakukan tidak terjadwal melainkan secara insidental, serta recording belum dilaksanakan secara tertib. Waktu PKM dilaksanakan mulai 14 Juni–31 Agustus 2024. Lokasi kegiatan di kandang milik anggota kelompok Tani Maju Milenial di Desa Tiru Lor Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Jumlah ternak sampel sebanyak 20 ekor domba betina kisaran umur 1-3 tahun yang tidak bunting dan siap kawin. Metode PKM adalah sosialisasi, pelatihan dan pendampingan terkait recording, sinkronisasi estrus dan perhitungan efisiensi kejadian estrus pasca sinkronisasi estrus. Hasil PKM yaitu data recording terhadap 20 ekor domba betina indukan rata-rata memiliki umur= 1,5 ±0,41 tahun; bobot badan= 22,76±3,75 kg; tinggi badan= 60,88±2,42 cm; panjang badan= 87,7±5,73 cm; dan lingkar dada= 81,6±14,39 cm. Sinkronisasi estrus dilakukan dengan menggunakan metode injeksi hormon PGF 2α secara intra muscular (IM) sebanyak 2 kali. Injeksi ke-2 dilakukan setelah 10-11 hari dari injeksi ke-1; diperoleh nilai efisiensi kejadian estrus pasca injeksi hormon PGF 2α pada injeksi ke-1 dan ke-2 secara berturut-turut 17,65 % dan 100%.
Karakteristik Nilai Nutrisi Limbah Kulit Buah Mangga Podang (Mangifera indica L.) di Kabupaten Kediri Samudi, Samudi; Rohana, Efi; Irawati, Titik
JAMI: Jurnal Ahli Muda Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46510/jami.v5i1.283

Abstract

Mangga Podang (Mangifera indica L) merupakan salah satu produk buah unggulan lokal dari Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Penampilan tanaman mangga podang tidak berbeda dengan tanaman mangga lainnya.Tanaman umumnya tumbuh tegak dan mempunyai percabangan uang banyak.Rata rata tinggi tanaman 10 m dan lingkar batang berkisar antara 150-210 cm. Bentuk tajuk tanaman seperti paying,berdaun lebat,dan bercabang banyak.Percabangan muncul 2-2,5 m dari permukaan tanah.Warna kulit batang coklat tua dan permukaan batang tidak halus. Bentuk daun jorong dengan warna daun hijau tua,daun muda (pupus) berwarna hijau muda agak kemerahan. Bentuk daun mirip dengan manga Arumanis,hanya lebih sempit dan tidak melebar di tengah. Hasil pengamatan sifat fisik dan kimia buah mangga Podang disajikan pada Buah mangga Podang , yaitu pada umur 100-115 hari dan analisis buah dilakukan mulai 2-22 hari sesudah panen. Tampak bahwa kandungan gula mangga Podang dua hari setelah panen masih rendah dan kandungan asamnya tinggi. Selanjutnya, dengan betambahnya umur simpan, kandungan gula meningkat dan kandungan asam menurun. Pada saat umur simpan lebih dari 15 hari, kandungan gula menurun, demikian juga kandungan asamnya.(2). Penelitian menunjukkan fakta bahwa kulit mangga kaya akan polifenol, karotenoid, serat, vitamin C, dan berbagai senyawa bermanfaat lainnya. Dalam penelitian lainnya dikatakan bahwa mengonsumsi makanan tinggi vitamin C, polifenol, dan karotenoid berisiko lebih rendah terkena penyakit jantung, kanker jenis tertentu, dan penurunan fungsi kognitif otak Selain itu, ditemukan fakta bahwa ekstrak kulit mangga memiliki sifat antioksidan dan antikanker yang lebih kuat daripada ekstrak daging mangga. Kulit buah mangga juga kaya akan triterpen dan triterpenoid, yaitu senyawa yang bermanfaat sebagai antikanker dan antidiabetes. Kulit mangga juga kaya akan serat, bahkan lebih besar dari yang terkandung dalam daging buahnya. Serat merupakan salah satu nutrisi penting yang baik untuk kesehatan pencernaan dan mampu memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Berdasarkan pemikiran inilah, maka perlu dilakukan penelitian dengan melakukan kajian efektivitas metode survey yaitu dengan menganalisa kandungan nutrisi, senyawa tanin dan saponin pada limbah kulit Buah Mangga Podang.